Rabu, 27 Mei 2009

Miss. tomboy vs Mr. novelis part II

Malamnya susan dan yang lain pergi ke tempat dugem yang biasa mereka kunjungin, mumpung besok libur kenapa gak di manfaatin? Yang penting having fun!
“ eh san! Itu cowo itu kan!! “ kata mia sambil nunjuk seorang cowok yang tampak gak asing lagi sedang duduk di dekat meja bartender
“ bener tuh san! Gak salah lagi “ sahut meli yakin
Setelah berembuk mereka berlima menghampiri cowo yang mereka kenal itu
“ wah..wah…kayaknya ada mahkluk asing nyasar kebumi nih! “ ejek susan sambil memperhatikan cowo itu dari ujung rambut sampai ujung kaki
“ kalian rupanya? Kesini juga? “ Tanya nya tanpa ada rasa kaget ataupun kesal
“ iyalah secara ini kan tempat tongkrongan anak gaul!! “ jawab ruri sok
“ ngapain lo disini? “ Tanya susan meremehkan
“ cari inspirasi “ jawabnya singkat
Mendengar jawaban cowo itu susan dan temannya tertawa sekeras-kerasnya
“ disini mah gak ada yang bisa lo dapet wahaha….untuk inspirasi hahaha..tulisan lo itu wahahah “ kata susan di sela tawanya
“ kan kamu sendiri yang bilang…”
“ hhh elo tuh, gue boong kale! Mau aja lo di kibulin!! “
“…tapi gak juga, saya beruntung juga kesini bisa ketemu sama inspirasi saya “ jawab cowo itu dengan tenang
“ emang apa inspirasi lo? “ Tanya cewek2 itu serempak
“ inspirasi saya kan kamu susan! “ jawab pemuda itu gak terduga, membuat cewek2 itu melonjak kaget dan membuat susan salah tingkah

Sejak kejadian malam itu susan dan pemuda yang baru diketauhi bernama yoshi ( mereka baru berkenalan secara resmi di tempat dugem itu ) menjadi dekat. Sepulang sekolah
yoshi selalu saja menghampiri gadis itu untuk pulang bersama dan selalu menanyakan banyak hal kepadanya, sebenarnya ini dia lakukan juga karena untuk menyelesaikan proyek tulisannya itu, Susan sendiri tampak dengan senang hati menjelaskan apa yang dia tahu, maklumlah dia salah satu cewek gaul yang banyak pengalaman.
Dan dari kedekatan itulah mulai muncul getaran yang berbeda yang dirasakan oleh susan, dia sering merasa cemas kalau saja cowo itu tidak menampakkan batang hidungnya di sekolah dan merasakan suatu kebahagian bila bisa berada didekatnya saja. Susan paham betul saat ini dia sedang jatuh cinta tapi dia masih terlalu gengsi untuk mengakuinya.

“ sory telat san! “ sapa Yoshi kepada susan yang wajahnya sudah menunjukkan raut ‘ kemana-aje-loe-gak-tau-gue-udah-lama-nunggu-apa’
“ lama LO!” jawab susan ketus
“ tadi abis ke toko bunga dulu sekalian beli buah-buahan disana “ Yoshi menunjukkan seikat bunga mawar putih dan sekeranjang buah strawberry
“….untuk siapa? “ Tanya susan penasaran
“ ayo ikut aku ada yang mau kukenalkan “
Yoshi mengajak susan ke sebuah rumah sakit yang khusus untuk merawat pasien penderita berbagai macam kanker, membuat susan semakin penasaran siapa yang ingin di kenalkan Yoshi padanya.
“ pagi tuan Yoshi ! “ sapa seorang perawat dengan dandanan yang agak berantakan membuat mata susan hampir copot melihatnya
“ ini siang suster dian! “ koreksi Yoshi kepada suster yang di panggil dian itu, sedangkan yang di koreksi Cuma bisa nyengir tanpa merasa bersalah
“ hari ini menjenguk lagi ya? “ kali ini suster itu bertanya ramah
“ iya! “ jawab yoshi mantap
“ oh ya sudah cepat temui dia! Kasihan kalau menunggu ! “
Dilihat dari percakapan Yoshi dengan suster itu tampaknya Yoshi memang sering mengunjungi rumah sakit ini.
“ ayo masuk! “ kata yoshi begitu sampai di pintu bernomor 205
Begitu masuk dapat terlihat seorang gadis tengah duduk di atas tempat tidur dengan memakai baju putih sambil membaca sebuah buku sambil tersenyum tipis.
“ saya tidak mengganggu acara baca bukumu kan? “ kata Yoshi menyapa gadis itu
“ yoshi! Tidak, sama sekali tidak mengganggu “ jawab gadis itu sambil menutup buku yang di bacanya itu. Dapat terlihat gadis itu sangat senang melihat kedatangan yoshi. Siapa gadis ini? Tanya susan di dalam hati, apakah dia adik Yoshi? Kalau di lihat secara seksama keduanya begitu mirip….
“ saya bawakan buah kesukaanmu dan ini “ Yoshi menyerahkan bunga itu pada sang gadis
“ terima kasih sudah merepotkan “ kata gadis itu sambil tetap tersenyum, lalu dia menyadari kehadiran susan “ yoshi kamu membawa teman ya ? “
“ iya, kenalkan itu susan ! susan jangan berdiri mematung disana ayo kemari “
“ ah…err hai saya susan teman yoshi…” kata susan agak canggung
“ hai saya runa “ sapa gadis itu manis
“ as..astaga! ka..kamu runa?!! “ Tanya susan kaget tidak percaya
“ iya saya runa ada apa memangnya? “
“…..kamu berarti runa alias ruru yang mengarang buku LIFE itu ya? “ Tanya susan kembali
“….oh itu…..”
“ runa, susan, saya tinggal dulu ya! Saya mau bayar terapi runa dulu sekalian mengecek perkembangan runa….jaga runa ya susan! “ Yoshi pun berlalu dari ruangan
“………”
Suasana menjadi hening sesaat ketika yoshi pergi keluar
“..maaf apa benar ka- “ baru saja susan mau membuka mulutnya untuk bertanya tapi omongannya terputus oleh perkataan runa
“ sudah berapa lama kamu mengenal yoshi? “
“ eh? Baru satu bulan “
“ ….begitu ya…..dia itu selalu saja melakukan apapun untuk menolongku…”
“ runa…? “
“ rupanya dia menulis nama ruru di buku itu ya…..”
“ aku tak mengerti maksudmu runa…..”
“…..sebenarnya yang menulis tentang LIFE itu adalah yoshi…..hanya saja dia menggunakan namaku di dalam buku….karena dia masih mengingat impianku sebelum aku masuk rumah sakit ini….” Kata runa menjelaskan, kini terkuaklah siapa penulis asli LIFE, sedangkan susan masih shock mendengar pernyataan dari runa, dia tak menyangka sama sekali.
“…dulu aku adalah seorang pelayan di cafe dan bercita-cita ingin menjadi seorang penulis namun…penyakit ini datang lebih dulu….dan yoshi lah yang selalu menyemangatiku bahkan dia bertekad untuk menyembuhkanku bagaimanapun caranya, kadang aku ingin sekali menangis tapi setelah melihat keceriaan yoshi……membuatku tak berani untuk menangis “ kata runa dengan mata berkaca-kaca “ kadang aku berpikir seandainya yoshi dapat menemukan gadis yang lebih baik dan sehat….”
“ runa….aku yakin yoshi sangat mencintaimu karena itu dia akan berjuang untukmu…karena semua orang pasti akan melakukan apapun untuk orang yang di cintainya bukan “ kata-kata itu spontan keluar dari mulut susan begitu saja
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul yoshi masuk kedalam, wajahnya terlihat bahagia.
“ runa saya punya kabar bagus untukmu!! “ katanya seraya menghampiri gadis itu
“ kau tahu?? Kata dokter terapimu berjalan lancer!! Aku berencana untuk membawamu ke singapura agar proses penyembuhanmu lebih cepat! “ sambungnya lagi sambil memeluk runa dengan erat.
Melihat itu susan merasa sangat sedih……dia tahu dia tidak pantas untuk bersedih tapi entah mengapa dia ingin sekali pergi dan menangis sekeras mungkin, tanpa disadari setetes air matanya pun jatuh.
“..a..aku turut bahagia! “ kata susan menyadarkan yoshi akan kehadiran gadis ini
“..ah susan maaf tadi aku terlalu senang sampai lupa padamu ! “
“ hahahaha gak apa-apa! Oh ya selamat ya runa aku turut senang mendengarnya “ ucap susan di buat setegar mungkin agar tangisnya tidak pecah di tempat.
“ terima kasih susan “ jawab susan berseri-seri
Akhirnya waktu jenguk sudah habis, yoshi pun mengantar pulang susan, sepanjang perjalanan susan tak banyak bicara dia hanya diam…..
“Susan…terima kasih ya untuk semuanya “ kata yoshi secara tiba-tiba
“ ah…tidak seharusnya aku yang berterima kasih “ jawab susan sambil berusaha tersenyum
“ mungkin..ini hari terakhir kita….”
“………” mendengar perkataan yoshi yang seperti itu membuat susan tak mampu berkata-kata lagi, seketika kakinya lemas
“ besok aku akan membawa runa pergi berobat…dan mungkin kami akan tinggal disana…susan kamu besok datang ya ke bandara sama yang lain “
“….aku pasti datang! “ jawab susan sambil setengah menundukkan kepalanya, dia tak berani menatap wajah pemuda ini…takut kalau yoshi nanti membaca isi hatinya saat ini yang seperti dicambuk.

Keesokan harinya di bandara semuanya sudah berkumpul
“ oh jadi selama ini penulis itu elo yos? “ Tanya ruri setelah mendengar cerita dari runa
“ udah gue duga dari awal tuh! “ kata ririn ngesok
Runa dan yoshi pun Cuma bisa tersenyum melihat tingkah ke empat gadis yang tengah bercanda ini
“ mel si susan kemana nih? “ Tanya Yoshi cemas, dia berpikir mungkin gadis ini kecelakaan di jalan
“ ….katanya susan gak bisa kemari..ada acara keluarga, dia Cuma ngasih ini “ kata mia sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Yoshi
“….begitu ya….hhh ya udah deh mel, tolong sampaikan salam dari kami berdua dan sukses buat kalian ya “
Akhirnya yoshi dan runa pergi juga ke singapura, meli cs menatap kepergian cowo itu dengan mata yang sedih, bahkan mia sudah menangis duluan.
Tak lama setelah kepergian Yoshi dan runa, muncul susan dari balik tembok, dia berjalan lunglai kearah teman-temannya.
“ …..maafkan aku membuat kalian jadi harus berbohong…” kata susan lemah
“…lo gak salah san, emang berat ngeliat orang yang kita cintai pergi “ kata ruri yang tumben bisa menasehati
“ gue emang bodoh…bahkan disaat terakhirpun…gue gak bisa ungkapin perasaan gue yang sebenernya….” Kali ini susan benar-benar menangis

“ sudahlah san…pasti akan ada kesempatan lain kali! “ jawab mia menenangkan

Didalam pesawat yoshi membuka surat dari susan dan dia begitu kaget setelah membaca isinya
“ Yoshi bodoh sory gue gak bisa dateng! Ini terlalu berat buat gue, lo tentu gak mao kan ngeliat seorang susan menangis?? Hhhh …..gueentahsejakkapanjatuhcintasamaloe tapi yah runa emang yang terbaik dan semoga kalian berdua bahagia hahahah “
Setelah membaca isi surat itu yoshi hanya bisa bergumam kecil “ ….dasar bodoh…”


OWARI


5 tahun kemudian

“ runa kita sudah sampai “ kata seorang pemuda kepada gadis cilik yang kemudian di gendong kedalam pelukannya
Pemuda itu memanggil taksi di depan bandara dan berhenti di sebuah apartement, setelah membayar ongkos pemuda itu memasuki gedung apartement dan masuk ketempatnya
“ wah sudah jam 4 sore….kita hampir telat runa! “ kata pemuda itu yang di balas “ pa pa pa da “ oleh balita yang kira-kira baru berusia 1 tahun itu
Pemuda itu membawa balita manis itu pergi keluar….

“…..aku tak menyangka kamu ada disini…” kata seseorang tiba-tiba menghampiri pemuda tadi di pemakaman
“ …..su..susan?!!!”
“ hai..lama tak bertemu ya yoshi” sapa gadis itu yang tak lain adalah susan kepada yoshi
“…ya sudah 5 tahun…”
“ kamu kemari mengunjungi makam siapa? “
“….runa…..dia meninggal satu tahun lalu….sebelum meninggal dia sempat minta untuk di makamkan disini…”
“ jadi….maaf aku tidak tahu, aku turut berduka cita…” kata susan ikut sedih dan merasa bersalah
“ tidak apa-apa “
Akhirnya mereka berdua berjalan keluar dari pemakaman tersebut ( kenapa berdua? Kok bukan bertiga sama runa balita kecil itu? Ya iyalah kan runa kecil di gendong! Gak jalan! Ya kan)
“….ngomong-ngomong itu anakmu? “ Tanya susan sambil melirik balita perempuan yang di gendong oleh yoshi
“…ah iya dia anak kami “ kata yoshi sambil mengusap kepala gadis kecil itu
“ aih manisnya!! “ seru susan “ biarkan aku menggendongnya “ kata susan sambil mengambil runa dari pelukan yoshi, ajaibnya balita kecil itu tidak menangis biasanya di gendong orang asing runa kecil pasti menangis.
“ aku rasa runa kecil menyukaimu “
“ mungkin juga “ jawab susan yang masih menggendong runa kecil sambil mengajaknya bermain
“…kau tahu yoshi…..aku masih menunggumu….”
“ a..aku? “ Tanya yoshi tidak percaya
“ ….kurasa tidak buruk menjadi istri dari seorang penulis yang sudah memiliki seorang anak! “ kata susan sambil tersenyum nakal kearah yoshi “ ayo papa kita jalan kerumahmu “ sambungnya lagi dengan seenaknya memanggil yoshi dan menggandeng mesra tangan cowok itu,tapi yoshi hanya bisa tersenyum mungkin kali ini dia bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk memulai kehidupan barunya bersama susan. Mereka pun jalan bersama seperti sebuah keluarga yang utuh.


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar