“ halo apa benar ini dokter hans? “ Tanya Yuka pagi itu di telepon
“ ah, ya saya dokter hans. Ini siapa? “ balas dokter hans
“ syukurlah…dokter hans masih ingat saya? Saya yuka yang ketemu di taman saat itu… “
“ oh tentu saja saya masih ingat.
“ begini…..saya mau bicara dengan anda mengenai sesuatu, apa anda ada waktu ? “ Tanya yuka agak sedikit ragu.
“ tentu saja yuka, datanglah ke alamat ini “ jawab dokter hans sambil memberikan alamat tempat ia bekerja. Yuka pun mencatat alamat tersebut.
“ terima kasih dokter hans! Saya akan kesana sekarang juga “ ucap yuka senang bercampur lega, setidaknya dia bisa berbicara dengan orang yang ahli
“ baiklah, saya tunggu kedatangannya “ Pembicaraan pun di akhiri. Yuka tanpa membuang waktu lagi segera merapihkan dirinya, dan segera berangkat menuju alamat yang tertulis.
Akhirnya Yuka sampai di sebuah klinik sederhana milik dokter hans, tanpa ragu dia masuk kedalam dan mengatakan kepada seorang perawat disana kalau dia ingin bertemu dengan dokter hans dan sudah melakukan perjanjian sebelumnya. Suster itu mempersilahkan Yuka masuk setelah sebelumnya sempat meminta tanda tangan kepada yuka ( dia fans yuka dan bilang kalau dia sangat kagum dengan anak muda seperti yuka ).
Didalam ruangan dia melihat dokter hans yang kelihatannya agak sedikit sibuk. Dokter hans menyambutnya dengan ramah dan meminta Yuka untuk duduk, lalu meminta perawat tadi untuk memberikan yuka teh hijau.
“ bagaimana kabar anda nona yuka? “ Tanya sang doctor seperti menanyakan keadaan pasien nya saja
“ humm..kurang begitu baik…” jawab Yuka setengah menghela napas berat.
“ katanya ada yang ingin anda bicarakan? Kalau boleh saya tau apa itu? “
“ begini….” Yuka menceritakan semua kondisi dirinya dan apa yang terjadi padanya belakangan ini yang sering melupakan hal-hal yang seharusnya tidak ia lupakan serta rutinitas dirinya yang ia lupakan. Mulai dari lupa jalan pulang, tersasar di taman yang membuat dirinya harus sering di antar Tirta kalau pulang dari taman, bahkan dia pernah beberapa kali melupakan nama adiknya sendiri, dan yang terpenting dia jadi tidak bisa konsentrasi untuk menulis lirik. Semuanya itu terjadi begitu saja, begitu bangun dia sudah lupa dan tidak ingat.
Begitu mendengar cerita yuka dokter hans hanya diam dan sesekali mencatat ucapan yuka di kertas. Gak lama perawat yang tadi masuk dan meletakkan teh hijau itu di meja. Kemudian doctor hans meminta Yuka untuk mengulang apa yang yuka ceritakan tadi. Meski agak bingung yuka menurutinya. Dengan agak terpatah-patah yuka mengulang ceritanya, setelah selesai dokter hans mengangguk mengerti dan meminta yuka untuk minum dulu.
“ sebenarnya saya sudah menduganya dari awal saya bertemu nona yuka ditaman “
“ he? Maksudnya? “ Tanya yuka tidak mengerti mendengar penjelasan dokter hans yang tiba-tiba
“ cerita yuka yang tadi tidak sama dengan cerita mu yang sebelumnya, ada beberapa bagian yang kamu lupakan…..dan ada kemungkinan yuka memiliki gejala penyakit Alzheimer “ ucap dokter itu menjelaskan
“ al…alzheimer? Penyakit apa itu? “ Tanya yuka tidak mengerti
Siang itu Yuka berjalan di pinggiran dengan wajah yang lelah dan sedih, sepanjang jalan yuka berjalan dengan tatapan kosong dan menundukkan kepalanya. Perasaannya saat ini sangat sulit untuk di jelaskan, ada ketakutan dan kesedihan……
Flasback
“ al…alheimer? Penyakit apa itu? Tanya yuka tidak mengerti
“ Alzheimer itu adalah penyakit seperti hilang ingatan tapi lebih kompleks dari itu. Karena Alzheimer selain membuat penderitanya seperti kehilangan ingatan juga dapat mempengaruhi daya otak sang penderita, kemampuannya akan berkurang cukup drastic dari hari ke hari, membuatnya akan sulit untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, dan selain itu juga membuat penderita kesulitan menggunakan kata-kata seperti biasa. Penderita ini bisa saja melupakan siapa dirinya dan tak mengenal orang-orang terdekatnya lagi. Pada tahap akhir Alzheimer juga akan merusak jaringan otak untuk memberi perintah pada tubuh, misalnya tidak tahu cara menulis, tidak tahu cara menelan makanan, dan hal ini tentu saja dapat menyebabkan kematian “ jelas sang dokter membuat yuka hampir pingsan tapi dia tetap berusaha tegar dan kembali bertanya
“…..apakah ada cara penyembuhannya..dokter hans ? “
“ entahlah…sampai sekarang belum ada cara peneyembuhan yang tepat….”
“……..kenapa penyakit ini..bisa timbul padaku….” Ucap yuka setengah berbisik
“ ….sebenarnya penyakit ini menyerang orang-orang yang berusia di atas 60 tahunan…dan kebanyakan menyerang wanita…dan untuk kasus padamu saya juga tidak ada jawabannya….”
“ jadi artinya…cepat atau lambat aku akan segera melupakan semuanya….dan aku juga akan mati…? “
“ yuka saya akan berusaha membantumu dengan terapi…tapi saya tidak menjamin 100 % cara ini bisa membuatmu sembuh…..”
Itulah Percakapan antara dirinya dengan dokter hans yang dapat dia ingat baik, benar-benar kenyataan yang mengerikan baginya. Yuka yang berjalan tidak menyadari adanya ebuah truk yang hendak lewat……
“ YUKA!! “ teriak seorang pemuda yang kemudian menarik tangan yuka dari tengah jalan ke pinggiran
“ HEI KALAU MAU BUNUH DIRI JANGAN DISINI! “ umpat supir truk itu kesal yang kemudian melajukan truknya kembali
“ yuka..yuka!! yuka kau tak apa-apa??!! “ Tanya pemuda tadi yang ternyata adalah tirta. Tirta benar-benar cemas melihat yuka yang terlihat aneh, dia berusaha menyadarkan yuka yang sama sekali tidak merespon. Tapi untunglah setelah sempat 5 menit yuka terpaku, gadis ini menatap tirta
“ tir..tirta? “ ucap yuka keheranan “ aku….aku kenapa? Dan kenapa kau disini? “
“ astaga yuka, kamu hampir tertabrak truk tadi!! Apa yang kamu pikirkan sih? Berjalan sambil melamun? Untung aku melihatmu, kalau tidak bagaimana!? “ jawab tirta memarahi yuka, karena dia mencemaskan yuka.
“ maaf….” Hanya itu jawaban dari yuka
“….yuka, kalau ada apa-apa cerita aja, kita ini
“ hm! Aku tak apa-apa hehehe! “ balas yuka berusaha untuk ceria
“…..lalu sedang apa kamu disini? “ Tanya tirta kebingungan
“ aku mau pulang “ sahut yuka polos yang membuat tirta bertambah bingung
“…pulang?
“ iya, aku sempat tersesat tadi tapi tak apa! Aku bisa pulang sendiri, dah tirta! “ yuka pun bergegas berlari dari tempat itu, yuka benar-benar aneh pikir tirta merasa kalau gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu.
Sejak hari itu Yuka seperti menghindari Tirta, bukan hanya tirta tapi juga semua orang dan lingkungannya. Hal ini membuat ibu dan adiknya cemas, mereka bingung apa yang terjadi pada Yuka, sedangkan ayah yuka sedang berada di
“ kak tirta! Untung ka tirta datang “ sambut chris begitu melihat tirta di depan pagar rumah mereka dan membukakannya untuk tirta.
“ makasih chris..sekarang yuka gimana? “ Tanya tirta begitu masuk ke dalam rumah
“ dia masih berdiam di kamarnya sudah 4 hari…saya jadi cemas “ kali ini sang ibu angkat bicara
“ apa 4 hari!?? “ Tanya tirta kaget “ dia tidak makan ataupun minum?! “
“ makan sih kak….tapi yah makannya Cuma sesuap..dua suap…” jawab chris lirih
“ ya udah..saya akan coba berbicara dengan yuka, kamarnya dimana ? “
Chris pun menunjukkan letak kamar yuka kepada tirta yang berada di lantai dua
“ yuka…? “ tirta mengetuk pintu kamar yuka sambil memanggil gadis itu “ kamu di dalam
“ tirta? Apa itu benar kau tirta? “
“ iya ini aku yuka, ayo keluar “ ucap tirta meminta gadis itu keluar..
Gak lama pintu kamarnya pun terbuka, yuka terlihat berdiri dengan tatapan bingung dan tak lama dia tersenyum lega. Kemudian tanpa di duga yuka jatuh pingsan, membuat ibunya dan yang lain cemas. Tirta meminta chris untuk segera memanggil ambulance, dia sudah merasa ada yang tidak beres. Dia dan ibunya segera menggendong yuka ke tempat tidurnya kembali.
“ a..aku sudah menelepon ambulance kak! “ kata chris ketakutan
“ kalau begitu ambil
“ baiklah! “ dengan sigap chris berlari ke kamar ibunya dan mengambil minyak kayu putih. Setelah itu dia memberikannya kepada tirta.
Tirta membaui minyak kayu putih itu ke hidung yuka, tapi gadis itu tak kunjung sadar.
“….apa dia akan baik-baik saja…? “ Tanya chris kepada tirta dengan wajah sedih
“ dia pasti akan baik-baik saja “ ucap tirta tenang, dan saat itu mobil ambulance yang mereka panggil sudah datang. Tim dari rumah sakit segera membawa yuka ke rumah sakit, dan di dampingi oleh ibu serta adiknya dan tirta.
Dirumah sakit yuka segera di beri pertolongan tapi untungnya dia tak apa-apa, dokter mengatakan kalau dia hanya kelelahan dan mendapat tekanan mental yang sangat berat. Dokter menyarankan agar Yuka mendapat ketenangan dulu di rumah sakit. Pihak keluarga yuka menyetujuinya,
Karena tadi ibu yuka pergi tergesa-gesa, dia lupa mengunci pintu, maka memutuskan untuk pulang dan akan kembali besok pagi, ibu yuka juga mengajak chris pulang dan meminta tirta untuk menjaga yuka, dan memberi kabar kalau yuka sudah siuman. Tirta menyanggupi permintaan ibu yuka.
30 menit kemudian yuka akhirnya tersadar, begitu membuka matanya dia melihat tirta di pojokan sambil membaca buku dan mendengarkan musik seperti biasa.
“ tirta….? “ ucap yuka lemah, tirta yang menyadari yuka sudah terbangun menghampiri gadis itu
“ tidak apa yuka kamu hanya pingsan tadi…” kata tirta menjelaskan, yuka pun hanya mambalas dengan respon ‘oh..’
“…….yuka sebenarnya kamu ada masalah apa? “ Tanya tirta agak ragu
“ masalah? “ yuka bertanya balik dengan wajah heran tak mengerti
“ sigh “ tirta menghela napas dalam-dalam dan kembali berkata “ kata dokter kamu mengalami tekanan mental…..sebenarnya apa yang menjadi bebanmu yuka ? “ yuka hanya diam mendengar pertanyaan itu, dan seperti menghindar yuka memalingkan wajahnya kearah jendela.
“ tirta….bisa kamu tinggalkan aku sendiri? Aku butuh waktu….”
“ baiklah yuka aku mengerti, kalau ada apa-apa panggil aku saja “ tirta segera meninggalkan ruangan yuka dan menutup pintu itu pelan-pelan.
Tirta duduk sendirian sambil tetap mendengarkan musik dan membaca buku tapi dia tidak bisa konsentrasi setelah melihat wajah sedih yuka tadi. Sebenarnya apa yang di sembunyikan yuka. Di tengah lamunannya tiba-tiba dia di kejutkan oleh seorang pria yang berdiri di hadapannya sambil tersenyum, orang itu adalah orang yang pernah menolong yuka saat yuka tersasar.
“ temannya yuka
“ ah, saya tirta ….sedang menunggu yuka “ balas tirta cepat
“ saya dokter hans dan kebetulan bekerja disini, saya juga bekerja di klinik milik keluarga kami. Ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan yuka bisa sampai masuk rumah sakit ini ?” Tanya dokter itu seperti menyelidiki
“ sebenarnya begini…..” tirta menjelaskan apa yang terjadi pada yuka tadi sebelum di bawa ke rumah sakit ini.
“ oh, begitu. Tirta bisa ikut saya sebentar?
Tirta mengikuti dokter hans ke ruangannya dan disanalah Tirta mengetahui semuanya, hal yang membuat Yuka menjadi seperti ini.
“ dokter….i..ini tidak mungkin….yuka…dia pasti sangat menderita.. “ ucap Tirta masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari dokter hans, benar-benar suatu kenyataan yang mengerikan….
“ ….saya akan mencoba membantu Yuka dengan terapi, dan saya minta bersikaplah seperti tidak tahu apa-apa didepan yuka untuk menjaga perasaannya “ kata sang dokter menyarankan
“ baiklah saya mengerti….tapi…apakah ada hal yang bisa saya lakukan? “
“ cukup terus mendampinginya dan meningatkannya…itu sudah cukup membantu secara rohaniah untuknya “ ucap sang dokter kepada tirta
“ baiklah akan saya lakukan, terima kasih dokter hans “ kata tirta yang kemudian keluar dan kembali ke ruangan yuka.
Tirta membuka pintu dan melihat yuka masih termenung menatap jendela dengan tatapan yang begitu pahit, tentu saja tirta mengerti perasaan yuka saat ini, kalau dia yang mengalaminya dia juga pasti akan sangat sedih.
“ yuka…” sapa cowok itu lembut kepada yuka, tapi gadis itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari jendela. Tirta kali ini berjalan mendekati yuka dan duduk di depan tempat tidurnya. Kemudian dia menyalakan lagu yang di ciptakan yuka untuk pertama kalinya, dan akhirnya gadis itu menatapnya.
“…….tirta lagu itu? “
“ iya ini lagu yang kamu buat dan waktu kita pertama ketemu di taman, kau ingat? “ Tanya tirta, siap-siap secara mental kalau saja yuka mengatakan kalau dia tidak ingat. Tapi untunglah yuka mengatakan kalau dia ingat, suatu hal yang bagus.
“ adik dan ibumu mungkin akan datang menjengukmu besok “ kata tirta secara random
“ iya…..apa kamu disini tirta? “ Tanya yuka dengan kalimat yang agak aneh
“ iya aku akan disini “
Hari itu pun berlalu tanpa sepatah katapun, keduanya saling terdiam, yuka diam hanya menikmati hari itu dari balik jendela kamarnya sedangkan tirta, dia memperhatikan yuka dan sedikit perasaan sakit terasa di hatinya.
Esok paginya Yuka terbangun dan di lihatnya sudah ada chris di dalam kamarnya sedang duduk sambil bermain game boy.
“ chris? Kamu tidak sekolah? “ Tanya yuka kepada adiknya
“ sudah pulang kak, hari ini ada rapat “ jawab chris tanpa memalingkan wajahnya dari game boy kesayangannya
“ kamu kemari sendiri? “
“ tidak ada ibu, dia sedang keluar mencari makanan “
“…..tirta dimana? “ Tanya yuka lagi sambil mencari-cari cowok itu di sudut ruangan
“ oh….dia keluar juga nanti juga balik “ jawab chris sedikit jutek, dia jadi teringat akan kejadian tadi pagi sebelum yuka terbangun. Dia sempat bertengkar dengan tirta, karena tirta bicara yang tidak-tidak tentang penyakit kakaknya. Alzheimer apanya? Buktinya kakak ku masih ingat semuanya! Tapi ibu payah mempercayai omongan tirta begitu saja, aku tidak percaya apa yang mereka katakan, tidak percaya! Kakak ku baik-baik saja, pasti mereka hanya menakuti saja. Gerutu chris kesal berusaha untuk tidak mempercayai semuanya.
Gak lama ibu yuka masuk kedalam ruangan
“ yuka ibu sudah membawakan makanan untukmu “ kata ibunya yang langsung berjalan kearah yuka.
“ chris kamu juga belum makan
Karena bosan Yuka menyalakan TV yang memang ada di dalam ruangan itu, termasuk salah satu fasilitas di rumah sakit tersebut. Saat itu dia melihat sebuah pengumuman di TV, pengumuman yang dapat membuat yuka bersemangat dan darahnya bergejolak. Pengumuman itu mengatakan bahwa akan ada lomba membuat lagu untuk tahun baru. Tentu saja berita ini membuat yuka gembira luar biasa, dan dia memutuskan untuk ikut.
“ aku ingin ikut!!! “ seru yuka bersemangat “ aku ingin ikut lomba itu! “ kali ini chris dan ibunya melihat yuka dan kemudian melihat berita pengumuman yang ada di TV.
“ yuka kamu
“ benar kak…..konsentrasi untuk sembuh dulu “ sambung adiknya
“ kalian kenapa sih? Aku tidak sakit! Lagipula…..aku merasa ini adalah yang terakhir kali aku menciptakan lagu….” Ucap yuka dengan nada sedih, yuka sendiri bingung kenapa dia bisa sedih seperti ini.
“ tapi yuka…” omongan ibu yuka terpotong oleh tirta yang tiba-tiba muncul dan berkata “ ikut saja yuka…kami akan mendukungmu…lakukan yang kamu inginkan “
Chris dan ibu yuka saling berpandangan dan akhirnya mengalah, membiarkan yuka melakukan apa yang dia inginkan.
“ terima kasih!! Aku pasti akan melakukan yang terbaik dan laguku akan di nyanyikan pada malam tahun baru! Terima kasih…” kata yuka tak dapat menyembunyikan lagi kegembiraannya.
Kali ini setiap hari Tirta selalu mengunjungi yuka dan mendukung gadis itu untuk membuat lagu, karena hanya itu yang bisa tirta lakukan saat ini. Bukan hanya tirta, adik dan ibu chris juga turut mendukung. Setiap kali Yuka mulai melupakan lirik apa yang akan dia tulis, tirta selalu membantunya untuk mengingatnya, dan di saat dia merasa terpuruk tirta selalu disana untuk membantunya bangkit kembali. Akhirnya yuka memutuskan untuk membuat lagu yang dia tujukan untuk tirta, sahabatnya itu.
Sore itu tirta datang agak terlambat, dia berharap kali ini yuka belum tertidur. Dengan tergesa cowok itu memasuki kamar yuka, dan disana dia melihat yuka tengah menulis. Perasaan tirta begitu lega ketika melihat gadis itu sedang serius menulis, dia yakin yuka bisa melakukannya.
“ bagaimana liriknya ? “ Tanya Tirta begitu masuk kedalam. Yuka menatap tirta dengan tatapan aneh. Entah mengapa kali ini tirta merasa takut, dia berpikir jangan-jangan yuka lupa padanya, tatapan mata yuka seperti menatap orang asing.
“ yuka? “ tirta kembali bertanya dengan cemas
“ ……kamu siapa? Kok bisa tahu namaku ? “ kata-kata yuka meluncur seperti itu membuat tirta shock, dia harus maklum atas sikap yuka kali ini, dia sadar kalau ada waktunya yuka mulai melupakan orang-orang di sekelilingnya.
Tirta berjalan mendekati yuka dengan persaan berat dan begitu sakit mengetahui kalau sahabatnya ini melupakan dirinya
“ kita ini berteman yuka…kalau kamu tidak ingat aku tidak apa-apa “ ucap tirta mencoba untuk menjelaskan.
“ ahahaha maaf ya, yuka memang sering lupa! “ sahut gadis itu sambil tertawa kecil. Tirta pun membalasnya dengan senyuman.
“ aku sedang menunggu seseorang……” ucap yuka sambil tersenyum lembut
“ menunggu siapa? “ Tanya tirta sambil duduk di bangku di sebelah tempat tidur yuka.
“ aku…tidak tahu…tapi dia selalu datang…selalu menyemangatiku…..ahahaha payah yah aku bisa lupa “ jawab gadis itu sambil tertawa ringan. Yang di balas dengan senyuman kecil dari tirta, yah dia memang harus maklum meskipun rasanya sakit di lupakan oleh sahabatmu sendiri.
Hari itu Tirta menemani yuka tanpa banyak komentar, dia hanya duduk sambil memandangi gadis itu yang sedang serius memikirkan setiap kata untuk lirik lagu yang sedang ia buat. Entah memgapa dia merasa ini adalah saat-saat terakhir bersama yuka. Jauh di lubuk hatinya dia berdoa agar yuka sehat-sehat saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada gadis itu, karena dia masih ingin bersamanya dan melihat hasil akhir dari lirik itu, mungkin saja itu adalah lirik terakhir yang yuka buat……tanpa terasa ia ketiduran di sebelah tempat tidur yuka.
“ selamat pagi! “ sapa yuka riang kepada tirta, tirta shock mengetahui kalau hari sudah pagi
“ pa..pagi, aku ketiduran? “ Tanya cowok itu gugup
“ iyah! Kamu kelihatan lelah sekali makanya kemarin aku tidak membangunkanmu “
“ ah..sudahlah tidak apa-apa “
“ tapi…terimakasih ya! Kamu sudah menemaniku……”
“ iya sama-sama “ balas tirta tersenyum ramah
“…dia tidak datang…..tapi aku bisa merasakan kalau dia ada disini…” ucap yuka lirih sambil menggigit bibirnya sendiri. Meski kamu tidak ingat aku….tapi ternyata kamu tidak melupakan kehadiran ku…masih bisa merasakan kebersamaan..wanginya persahabatan yuka…. Batin Tirta
“ iya…dia akan selalu ada untukmu yuka….aku pulang dulu ya, sukses untukmu “ akhirnya tirta melangkah pergi dari ruangan yuka.
Di jalan terlihat kendaraan sudah penuh memadati setiap sudut jalan, tirta yang sedang mengendarai motornya pun ikut terjebak macet. Saat lampu merah menyala semua kendaraan berhenti meski ada satu dua yang menyalip melanggar peraturan lalu lintas, itu sudah hal yang biasa. Tapi Tirta merasa hari ini begitu sepi tanpa sebab. Saat lampu hijau menyala semua kendaraan segera melaju cepat seperti sedang berlomba, Tirta dengan pelan menjalankan motornya tanpa menyadari adanya sebuah truk yang berjalan oleng menghampirinya tanpa mengurangi kecepatan. Beberapa pejalan kaki ada yang berteriak memperingatkan Tirta, tapi berhubungan tirta sendiri sedang melamun dia jadi tidak konsentrasi. Begitu tersadar sudah terlambat bagi tirta untuk mengelak dari truk besar itu. Truk itu dengan keras menabrak motor tirta dan tirta sendiri, dia sendiri terlontar jauh kira-kira 5 meter dan helmnya terlepas. Pejalan kaki yang melihat peristiwa itu segera berlarian kearah tirta dan ada beberapa yang mengehntikan mobil truk laknat itu yang ternyata si pengemudinya sedang mabuk! Tirta segera di larikan di rumah sakit.
Di rumah sakit Tirta segera di beri pertolongan segera, tapi sayang cowok itu mengalami pendaharan yang sangat hebat di otaknya sehingga dia tidak bisa di selamatkan lagi. Tirta meninggal hari itu juga, dokter hans yang kebetulan ikut menangani hanya bisa menggeleng pasrah merasa tak berdaya untuk membantu anak itu. Chris yang tadi kebetulan melihat tirta di bawa oleh orang-orang hanya memejamkan matanya sedih setelah mendengar kabar itu dari dokter hans.
“ chris…jangan katakana ini kepada yuka kalau dia menanyakan tirta mengerti? “ kata dokter menyarankan chris untuk berhati-hati
“ …saya mengerti dokter hans…sebisa mungkin masalah ini akan saya tutupi “ ucap chris penuh pengertian.
2 bulan setelah kejadian itu yuka mulai kembali mengingat tirta dan mulai menanyakan cowok itu kepada chris dan ibunya, tapi tak ada satupun dari mereka yang mau bicara, bahkan keduanya dengan terpaksa pura-pura tidak mengenal tirta, mungkin lebih baik yuka tidak mengingat cowok itu agar hatinya tidak terluka kalau mengetahui hal yang sebenarnya.
“ kalian masa lupa sama tirta?! Dia itu temanku! Teman terbaik yuka!! “ ucap yuka ngomel-ngomel, dia heran kenapa chris dan ibunya bilang tidak mengenal tirta, apa keduanya kena amnesia atau apa.
“ kakak tidak punya teman bernama tirta “ sahut chris
“ tidak!! Dia temanku….dia berjanji akan melihat hasil lirik yang kubuat!!...lirikku sudah hampir selesai….dan…dan …aku butuh dia..” kali ini yuka berkata sambil terisak sedih, kenapa tirta tidak datang pikirnya gelisah, sedih dan marah.
“ dia tidak mungkin berbohong…tahun baru akan tiba satu bulan lagi…..kenapa..” ucapnya lirih sambil menahan tangisnya agar tak kembali meledak
“ yuka…istirahatlah….ibu akan menemani, dan soal tirta kalau benar dia temanmu dia pasti akan datang “ kata ibunya sambil memeluk putrid satu-satunya itu dengan penuh kehangatan. Akhirnya yuka pun menuruti kata-kata ibumu untuk tidur.
Akhirnya tahun baru pun tiba, semua nya berkumpul di sebuah concert hall, karena hari itu adalah pemilihan lirik terbaik dan salah satunya adalah lirik milik yuka yang dia buat susah payah di rumah sakit dan hari ini dia di ijinkan pergi untuk acara ini. Yuka memang senang tapi sekaligus sedih karena dia menunggu seseorang yang tak kunjung datang, entah siapa yang dia tunggu, tapi hati kecilnya mengatakan ada yang dia tunggu.
Giliran yuka pun tiba, dia di beri kesempatan untuk menyanyikan lirik lagu ciptaannya, untung selama satu minggu sebelum ini dia sudah berlatih tentunya dia juga berlatih dengan pengiring musik. Yuka menaiki panggung dan menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hatinya. Bahkan membuat keharuan tersendiri .Kira-kira begini deh liriknya.
I made a song for you my friend
I made a song that I will sing for you
Filling my life with many beautiful lights
And a thousand melodies
You are my paradise
I made a song for you my dream
I made a song that I will sing for you my friend
Falling in love with every part of your life
Until the end of time
I love you more than my life
I wanna know you more
When you call me an angel
When you cross me look
Into my eyes
Even though my love for you
May fade away
I wanna give you more than words ever say
Cause I believe in you
And my song will fill the air when we’re apart
Even though my love for you may fade away
I wanna let my words be true till the end of time
‘Cause I believe you’ll never forget and I won’t forget
The song in my heart
Every time when I was down
You always came around
And your love of life to my life
I am gonna sing forever
I am gonna sing forever
Close you eyes
I wanna give you more than words can ever say
‘Cause I believe in you
And my song will fill the air when we’re apart
Even though my love for you may fade away
I wanna let my words be true till the end of time
‘Cause I believe you’ll never forget
And I won’t forget the song in my heart
I wanna sing for you my friend
I wanna sing for you with all my heart
I wanna sing for you my dream
I wanna sing for you and…
Di kalimat terakhir yuka tiba-tiba merasakan kalau napasnya seperti terhenti, seakan-akan dia lupa bagaimana cara bernapas dan ‘BRUK’ yuka jatuh di atas panggung. Semua orang yang berada di belakang panggung dan yang menonton panik. Dengan cepat mereka memanggil ambulance dan membawa yuka kembali k rumah sakit. Disana yuka di beri napas buatan dan elektrik shock, tapi semuanya tidak bekerja, seperti sudah di takdirkan mereka tidak bisa merenggut jiwa yuka. Gadis itu pun pergi untuk selama-lama nya.
Back to Olive and Arine
“ jadi gitu sejarah pembuatan lagu itu, tragis ya…” kata Arine yang mengelap sudut matanya yang basah karena air mata ( dia yang cerita tapi dia yang nangis! ) tapi Olivenya masih tenang-tenang aja. “ tapi kayaknya udah banyak orang yang lupa mengenai kisah ini dan lagu ini “. “ hmm gimana kalau kita buat drama kisah ini aja nanti? “ usul Olive yang udah mendapat ide. “ bagus itu!! Gue dukung ! “ teriak Arine senang. Karena hari sudah sore maka keduanya pun bergegas pulang.
Sesampainya di rumah Olive segera mandi, dia tidak ikut makan di meja makan, dia membawa makanannya ke kamar. Dan dia mulai membuat naskah untuk cerita dramanya nanti di festival drama taraf nasional yang akan di adakan 2 minggu lagi. Emang waktunya sangat mepet sekali, tapi Olive yakin dia pasti bisa, dia memutuskan untuk mengerjakan Naskahnya mulai dari sore sampai pagi nanti. Yah untunglah dia itu udah terbiasa bergadang alias insomniac jadi dia bisa kuat.
“ heeee naskahnya udah jadi??? “ Tanya Arine gak percaya saat Olive mengatakan kalau dia sudah mengerjakan naskahnya dan akan memberikannya kepada Arine siang ini. Benar-benar salut deh untuk temannya yang satu ini. Keduanya memutuskan untuk kembali bertemu di cafĂ© yang kemarin, karena letak cafenya itu terdapat di pusat taman. “ hebat Olive! Aku sampai tidak percaya!! “ ucap Arine kali ini benar-benar tidak bisa menyembunyikan lagi rasa kekagumannya. “ sekarang tinggal cari pemainnya! “ kata Arine membara sambil mengepalkan tangannya di udara “ kalau itu saya serahkan kepadamu ya Arine, saya yakin kamu bisa “ kata Olive mempercayai tugas mencari peran untuk drama mereka nanti, dan tentu saja peran yang di cari masih teman satu sekolah dengan mereka.
Setelah mendapatkan para pemain, tanpa membuang waktu lagi mereka semua berlatih.
Betapa terkejutnya mereka semua melihat sosok seorang gadis tengah berdiri sambil menyanyi, alat-alat musik yang ada disana bergerak sendiri seolah mengikuti irama musik yang di nyanyikan oleh gadis itu. Gadis itu memakai baju baby doll berwarna putih selutut dan rambut hitamnya tergerai panjang sampai pinggang, dan tampak di sekeliling gadis itu di selimuti seperti sinar cahaya.
Kejadian tersebut dengan cepat tersebar kemana-mana. Selain itu drama Olive di nobatkan sebagai pemenangnya dan dia di minta bantuan untuk membuat drama itu menjadi sebuah serial movie. Tentu saja hal ini tidak di lewatkan Olive. Dia pun jadi sibuk sekarang, mulai dari mencari lokasi syuting, mencari pemain dan segala hal. Tapi pagi itu ada hal yang tidak terduga oleh Olive. Seorang cowok menghampirinya yang sedang mengatur lokasi. “ Olive
The End
