Pagi itu sebut saja namanya dimas bangun pagi lebih awal dari biasanya. Dia dengan cekatan membuat sarapan untuk dirinya sendiri, maklumlah dia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya sibuk bekerja mengurus bisnis mereka di luar negri dan baru akan pulang pada awal tahun baru nanti, sebenarnya dia memiliki seorang adik perempuan bernama vina, tapi adiknya ikut bersama orang tuanya. Dimas sendiri yang memilih untuk tetap tinggal di
Setelah menyelesaikan sarapannya Dimas segera bergegas pergi kes ekolahannya, beruntung letak rumahnya tidak terlalu jauh, dia cukup hanya naik bus sekali yang menuju ke sekolahannya.
“ untung gak telat “ gumam dimas ketika sampai di depan pintu gerbang sekolah
Dengan segenap keberanian dia melangkahkan kaki masuk kedalam dan menuju kelasnya
‘Kriekkkk’
Bunyi suara pintu yang dia buka, dimas melongok kedalam kelas tapi belum ada siapa-siapa ( jelaslah masuknya aja jam 7, dia udah dateng jam 6 ! dasar rajin ).
Begitu masuk Dimas merasakan hawa dingin yang membuat bulu kudukknya berdiri tapi dimas menampik perasaan itu, dia segera meletakkan tasnya di bangku paling depan barisan tengah. Lalu dimas memutuskan untuk pergi kekantin sekolah daripada sendirian di dalam kelas yang semakin lama membuatnya takut.
Akhirnya bel masuk yang di tunggu berbunyi juga ‘akulah mahkluk tuhan yang tercipta yang paling seksi! ‘ …….hening semuanya jawdrop mendengar bunyi bel yang mampu membuat orang yang mendengarnya terkena virus narsis, ‘KRINGGGGG’ nah! Ini baru bunyi bel yang asli! Semua murid yang masih di jalan dengan segenap kekuatan jiwa dan raga berlari masuk berebutan ke gedung sekolah, Dimas yang ada di kantin pun dengan cepat pergi ke kelasnya.
“ pagi anak-anak! “ sapa seorang guru begitu masuk kedalam kelas, semua murid membalasnya dengan lemparan senyum, tomat, jeruk, sepatu, Koran ( ya enggak mungkin lah! ) mereka membalasnya dengan ucapan ‘PAGI’ secara serempak dan lantang membuat guru itu terpaksa harus menutup telinganya.
“ seperti biasa kelas ini selalu bersemangat ya! “ kata guru itu lagi sambil mesem-mesem gaje, lalu pandangannya berhenti pada Dimas.
“ kelihatannya ada murid baru disini! “ semua murid spontan menatap Dimas, yang di tatap pun baru sadar.
“ yak kamu! Coba sini sebentar perkenalkan dirimu pada teman-teman yang lain! “
Dengan setengah terpaksa dimas maju kedepan kelas di iringi dengan tatapan dari seluruh isi kelas termasuk tatapan nakal sang cicak yang berada di langit-langit ruangan.
“ perkenalkan..na..nama saya Dimas pindahan dari sekolah ( menyebutkan salah satu sekolah di
“ lalu kenapa kamu pindah kemari dimas? “ Tanya guru itu dengan tampang serius
“ oh, orang tua saya yang mengusulkan….karena kedua orang tua saya harus mengurus bisnis di luar negri, jadi saya pindah ke
“ oh begitu toh! Nah anak-anak dimas sudah memperkenalkan diri, sekarang giliran kalian yang mengenalkan diri kalian pada dimas! Di mulai dari pojok kiri, yak mulai!”
Semua murid memperkenalkan diri satu–persatu sambil berdiri, dan akhirnya ritual saling mengenal itu selesai juga, dimas pun di perbolehkan duduk kembali tetapi saat dimas berniat untuk kembali ke tempat duduknya guru itu menyambar ( emangnya petir! ) lengan dimas dengan cepat, lalu berkata “ oh ya, ada satu murid lagi yang belum dikenalkan “, dimas Cuma bengong, ‘rasanya kok ada yang aneh’ pikir dimas dalam hati.
“ tapi ya sudahlah nanti kamu juga kenal kok “ kata guru itu lagi dan melepaskan lengan dimas.
“ oy dim! Ke kantin yok! “ ajak salah seorang murid dikelas yang bernama nuno
“ ah gak deh….gw di kelas aja” kata dimas menolak ajakan nuno
“ oh..ya udah, gw sama anak2 mao ke kantin ! lo susul aja tar “ nuno pun cabut dari kelas bersama anak cowok lainnya.
……………………………….
Suasana hening, dan ketika dimas melihat ke belakang dia melihat ada seorang gadis sedang duduk asik sambil mendengarkan musik., gadis itu memiliki rambut pendek lurus seleher berwarna coklat muda memakai sweater berwarna kuning lusuh menutupi kemeja sekolahnya.
‘mungkin dia gak ikut keluar sama temen-temennya yang cewek ‘pikir dimas.
Seperti menyadari sedang di perhatikan gadis itu tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatap dimas.
Hanya dalam hitungan detik saja hawa dingin mulai terasa, tatapan gadis itu begitu hampa dan sedih….tanpa disadari rasa takut mulai menyergap dimas, aneh tiba-tiba saja suasana menjadi gelap padahal ini
Tubuh gadis itu kini berada di hadapan dimas, dia masih menatap dimas dengan tatapan kosong, wajahnya yang pucat menggambarkan raut kesedihan, dan di baju gadis itu ada bercak darah bahkan di wajahnya juga terdapat sedikit noda merah.
“….ma…mau apa kamu.? Ja..jangan..ganggu..sa..saya! “ kata dimas terbata-bata
“………..tolong..” hanya kata itu yang keluar dari sosok gadis misterius itu, dan seketika dimas jatuh pingsan.
“ Kembalikan..!! “ teriak dimas dan dalam sekejap dia membuka matanya dan mendapati dirinya berada di ruang uks sekolah. Dimas berpikir sejenak dan menyadari terjadi keanehan pada dirinya, baju yang sekarang dia kenakan adalah baju seragam olahraga, dia tidak lagi memakai baju seragam lamanya. Ini aneh, pikir dimas heran, seingatnya dia belum beli baju seragam sekolah yang baru tapi kenapa dia sudah memakai baju olahraga? ‘ ada yang gak beres nih ‘ dimas beranjak dari kasur uks dan tanpa sengaja melihat tanggalan di dekat meja, betapa shocknya dimas melihat kalau tanggal yang tertera adalah tanggal 8, itu berarti sudah 7 hari berlalu sejak kejadian dia bertemu sosok misterius di dalam kelas.
Masih belum percaya dengan apa yang dia alami dimas berusaha menepuk jidatnya sendiri –ati2 gegar otak mas- dan mencubit tangannya sendiri “ aduh…beneran sakit ! “ keluh dimas kesakitan sendiri. Ditengah dilemma yang dihadapinya dimas menangkap sosok gadis itu kembali dari jendela uks berjalan melewati lorong sekolah, dimas segera menyusul, tapi begitu sampai di lorong itu dimas tak mendapati sosok gadis tadi, dia malah bertemu dengan Nino saudara kembar Nuno.
“ hey! Lo udah gak apa2? “ sapa sekaligus Tanya nino sama dimas. Tapi yang di Tanya malah diem dan masang muka panik.
“ hello, woy! “ kali ini tangan nino melambai-lambai lebay di depan muka dimas “ lo kenapa sih? “ tanyanya bingung.
“…..nino? kok gw bisa di uks? Emangnya gw kenapa? “ kali ini gantian dimas yang bertanya. ( kenapa dimas bisa mengenai nino? Karena nino lagi jadi ketua panitia band dan pake kartu nama yang di gantung di leher )
“ lo emangnya ga inget? “ Tanya nino sambil menempelkan telapak tanganya ke jidat dimas
“ apa-apaan sih lo!” protes dimas sambil menjauhkan tangan nino darinya
“ gak gw Cuma mo mastiin kepala lo ada yang kebentur apa kagak “ kata nino sambil nyengir kutu
“ seriusan nih! Gw kaga mao bercanda “
“ ……lo pingsan waktu disuruh lari 10 kali di lapangan pas pelajaran olahraga tadi”
“ gw? Pingsan waktu olahraga?” Tanya dimas kembali tapi sepertinya pertanyaan ini di tujukan untuk dirinya sendiri
“ dah ah, gw cabut dolo udah di tunggu rapat! “ nino pun buru2 ngacir
‘ masa gw pingsan? Gak mungkin gw pingsan apalagi pas olahraga? Secara gw
Begitu masuk kelas semua mata memandang dimas yang baru saja masuk, di lihat seperti itu dimas pun jadi kikuk tapi dia berusaha cuek dan duduk ke bangkunya.
“ udah baikan ? “ Tanya seorang cewek yang mendekati tempat duduk dimas
“ …iya makasih “ jawab dimas sopan dan cewek itu tersenyum.
“ eh nuno mana? “ dimas bertanya pada gadis itu
“ nuno ya…tadi sih ke kantin! “ sambar seorang anak cowok yang duduk di pojokan paling depan.
“ gw kesana dulu deh ! “
“ …..gak apa2 kamu kesana dimas? Kalau ketauan yoga gimana? “ Tanya gadis tadi dengan wajah yang seolah berkata –are-you-dare-to-go?-
“ iya! “ jawab dimas mantap dan meninggalkan kelasnya menuju kantin serta melupakan hal yang penting! Dia lupa nanya ke cewek tadi siapa namanya, lumayan manis sih! Eh bukan itu maksudnya lupa nanya siapa yoga yang dimaksud, seingetnya dia gak kenal yang namanya yoga. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sudah terlanjur keluar kelas masa balik lagi! Dengan tekad kotak-kotak dimas melanjutkan misinya untuk menemui nuno di kantin.
“ Nuno!!! “ panggil dimas ¾ teriak dan yang di panggil bukannya nengok tapi malah jalan terus menghindari dimas, dimas pun terpaksa berlari tapi karena dia baru sadar dari tidur panjangnya ( baca : pingsan ) dimas jadi gak kuat untuk lari, dia berhenti dengan napas nyaris putus, ingin rasanya saat itu dimas menimpuk kepala nuno dengan benda terdekat seperti menimpuknya dengan tong sampah tapi sayang dimas gak kuat! Yang ada kena omel. Tapi untunglah si nuno cukup berbaik hati, ketika melihat dimas yang kecapean diapun berhenti dan menghampiri teman barunya itu.
“ kok lo lari sih gw panggil?! “ sembur dimas jengkel
“ hehehe jaga-jaga aja kalo lo nyerang gw “ kata nuno sambil garuk-garuk idung
“ nyerang? Nyerang apaan maksud lo? “
“ ya..yah kali aja gw type elo! “ jawab nuno tidak berkepriwarasan dan ‘DHUAG’ satu bogem mentah mendarat di muka nuno
“ sialan lo! Gw masih normal kale! Straight!!! “ sahut dimas dengan perasaan benar-benar ingin menelan nuno idup-idup.
“ a..aduh..tapi gak usah pake mukul gitu dong!! “ protes nuno sambil memegangi hidung kebanggaannya.
“ dah deh…ada yang mau gw tanyain ke elo! Kok dari tadi anak2 ngeliatin gw gitu banget ya? Elo juga! Bisa-bisanya bilang gw……..sebenernya apa sih yang terjadi? Terus elo kenal yoga? “ Tanya dimas mengeluarkan semua uneg2 nya dengan perasaan kacau “ terus terang…gw ga inget apa yang udah gw alamin selama 1 minggu ini!! “ terang dimas kembali.
“ tar deh gw jelasin pas balik sekolah……udah masuk tuh! “ kata nuno kalem sambil berjalan duluan menuju ke kelas mereka.
“ APA?!!!!!” jerit dimas shock hampir membuat telinga nuno tuli permanent ketika mendengar penjelasan dari nuno apa yang dia lakukan selama satu minggu ini.
“ he eh…makanya anak-anak jadi gitu liatnya ke elo…”
Sebenernya apa yang terjadi selama 1 minggu itu sampai membuat dimas teriak lebay gitu? Begini nih ceritanya
Jadi pas pingsan itu si dimas ditemuin sama nino, begitu sadar terjadi perubahan sikap dimas jadi murung dan pendiam, dia juga tak banyak bicara. Dimas selalu bersemangat pada kegiatan eskul musik dan melukis terutama permainan biolanya. Dan pada hari ke empat dimas yang baru pertama kali melihat yoga langsung berlari dan memeluk cowok itu!!! ( ini nih bagian ga enaknya ), sejak saat itu dimas sering terlihat bersama yoga, bahkan sebelum dimas pingsan hari ini yoga sempat menemui dimas dan berbicara sebentar, hal inilah yang membuat teman-teman sekelasnya menyimpulkan kalau dimas memiliki hubungan special dengan yoga salah satu alumni yang cukup popular di kelas mereka.
“ elo yakin dan beneran gak inget apa-apa selama satu minggu itu? Atau jangan-jangan pas pingsan tadi pala lo kebentur keras? “ Tanya nuno meyakinkan
“ iya gw yakin…hal terakhir yang gw inget cuman….” Tapi dimas tidak melanjutkan kata-katanya, dia takut di anggap pembohong dan yang lebih parahnya dia di anggap orang gila!
“ ..ah gak! Thanks ya no udah percaya gw! Gw belok sini, duluan ya “ kata dimas sambil berbelok tapi ternyata langkahnya di hadang oleh seseorang.
“ sore dimas…” sapa cowo keren berambut coklat tua yang kini berdiri di depannya, sedangkan yang disapa masih cengo layaknya sapi, disisi lain terdengar jeritan para cewek yang melihat cowo itu. Maklumlah dia itu cukup popular di kalangan anak cewe, bukan karena muka indonya itu aja tapi dia juga pintar dalam berbagai macam pelajaran, jago olahraga juga terutama tennis!
“ ……siapa? “ Cuma itu kata yang keluar dari mulut dimas
Kini cowok itu melangkah sedikit lebih dekat kearah dimas dan membungkukkan tubuhnya sambil berkata “ …sudah sadar ya? Sayang sekali ya, kau jadi tidak ingat semua yang sudah kita lalui bersama….” Tampak pemuda itu agak kecewa, lalu dia memutar tubuhnya ke belakang dan mengatakan kalau dimas harus hati-hati dengan orang yang bernama ryo.
Setelah pemuda itu berlalu nuno baru mendekati dimas
“ itu tadi si yoga yang gw certain “
“ ……..jadi….” dimas nyaris pingsan di tempat kalo gak di gaplok sama nino yang baru nongol.
“ woo! Dateng2 ajakin ribut lo! “ kata dimas sewot
“ hehehe ngetes otak lo udah bener apa belom “
“ auk ah gw cabut balik dolo “ jawab dimas kesel
Pulang kerumah dimas segera mandi dan ganti baju. Karena capek dia tertidur di sofa ruang tamu. Didalam tidurnya dimas bermimpi bertemu gadis itu lagi, kali ini dimas dapat melihat wajah gadis itu dengan jelas. Gadis itu memiliki wajah
“…..sakit….terasa sakit…..bantu aku…..hanya dia….hanya dia yang kuinginkan “ kalimat itu terus di ucapkan oleh roh gadis itu secara berulang-ulang .
“ a..aku tak mengerti….kenapa aku? Dan..apa yang kamu inginkan ? “ Tanya dimas setelah gadis itu terdiam, kali ini sosok itu menatap tajam dimas dan tak berapa lama dimas terbangun, tubuhnya terasa panas. Ketika di lihatnya sudah jam 7 malam, berarti dia sudah tertidur kurang lebih 3 jam……Dimas berusaha untuk memberanikan diri dan melupakan mimpinya itu, tapi bayangan gadis itu tak mau juga pergi dari ingatannya terutama sorot matanya yang begitu sedih, seperti ada sesuatu yang belum sempat di lakukan oleh gadis itu sebelum meninggal…….
Ke esokan harinya
“ PAGE! PAGE! “ teriak nino pake toa ketika sampai di dalam kelas
“ berisik aja lo! “ semprot salah seorang cewek yang udah mangkal di atas meja duduknya sendiri
“ OY! Guru pelajaran pertama sama kedua gak masuk coy!!! “ claim ketua kelas mereka yang bernama rico yang di sambut oleh tepukan tangan riuh bagaikan menyambut kedatangan seorang bintang besar “ makasih, makasih! Kalian memang fans setia gue! “ kata rico narsis sambil tepe aka tebar pesona yang berhasil mendapat sambutan penghapus papan tulis dan kapur yang tepat mengenai jidat sang ketua kelas yang lebar.“ halah bosen nih! “ keluh nuno kepada nino yang asik baca komik sambil senyum-senyum gak jelas
“ lo baca apaan sih? “ Tanya nuno yang heran ngeliat adik kembarnya itu senyum-senyum sendiri, -jangan-jangan udah gak waras nih orang- pikirnya
Dan terlihat anak-anak yang lain sedang melakukan kegiatan sendiri, ada yang baca komik ( kek si nino ), ada yang sms an padahal duduk sebelahan, ada yang makan di dalem kelas, main gitar atau ngobrol ( inilah kebiasaan cewe di kelas, apa lagi kalo bukan GOSIP! ) bahkan ada yang komat-kamit sendiri.
Dan dimas sendiri tampak sedang terkena virus bosan stadium akhir, dia celingak-celinguk melihat semua teman-temannya sibuk sendiri. Mendadak dia jadi memikirkan gadis yang di mimpinya itu dan dimas mendapatkan sebuah ide. Dimas mengambil kertas kosong yang memang selalu dia bawa khusus ( maklum dia
“ aku…ingin…mengatakannya…..” terdengar suara gadis itu kembali, kali ini suaranya terdengar jelas…begitu bening tapi juga meyayat hati….suara itu begitu getir
“….apa?...apa yang mau kamu katakan ? “ Tanya dimas secara spontan sambil berdiri dari kursinya dan menyadari kalau dia sudah sendirian di kelas, dimas mencari gadis itu tapi sosoknya sama sekali tak terlihat.
“…….aku…..ingin…mengatakannya…..” kembali terdengar suara itu, dimas semakin merinding, dia berjalan hendak keluar dari dalam kelas tapi ternyata pintunya sudah terkunci dari luar!
“…aku tak tahu apa mau mu! Aku tak mengenalmu..jangan ganggu aku!! “ kata dimas seolah mempertahankan diri “ pergi…PERGI!!!! “ dan seketika itu dimas terbangun……o…oo..rupanya dimas ketiduran di kelas sewaktu menggambar sketsa gadis itu.
“ masih pagi nih jangan ngigo! “ teriak cowok yang duduk di belakang dimas
“ mimpi apaan lo? Teriak kenceng banget? “ Tanya nino sambil nyengir jail
“ wey gile cakep nih! “ celetuk nuno yang langsung mengambil sketsa milik dimas dan di pamerkannya kepada rico
“ ba..balikin kertas gw !! “ pinta dimas seraya sambil berusaha mengambil kertas itu dari nuno, tapi sayang kertas itu sudah berada di tangan rico yang mendadak memasang tampang gak percaya pas liat sketsa sosok gadis di gambar itu.
“….elo kenapa..co? “ Tanya nuno bingung
“ gak…ini gak mungkin…” gumam rico gak jelas lalu mengembalikan kertas itu kepada dimas.
“…lo tau cewek ini co? “ Tanya dimas penuh tanda Tanya
“ gak..gw gak tau…..tapi….. “
“ tapi apa co? plis kalo lo tau tentang nih cewek kasih tau gw! Soalnya cewek ini terus datengin gw! “ desak dimas kepada rico
“………gw gak mao terlibat! “ kata rico yang kemudian pergi ngacir keluar kelas dengan tampang kacau
“…..sebenernya si rico kenapa sih? “ Tanya nino heran dengan kelakuan rico yang nggak biasanya
Sepulang sekolah dimas mati-matian mengejar rico yang sengaja keluar kelas lebih dulu
“ co, ayolah plis kasih tau! Lo kenal cewek itu
“…gw bilang kalo gw gak tau! “ jawab rico garang
“ ta..tapi gak mungkin lo gak tau! Dari reaksi lo pas liat gambar ini” kali ini dimas menyodorkan gambar itu ke depan wajah rico dan dengan cekatan rico mundur beberapa langkah seperti takut tertular virus flu burung
“ jauhin gambar itu dari gw! “ gertak rico
“ ya kenapa?? Lo pasti tau sesuatu
“ …………gw emang gak kenal itu cewek siapa…tapi….gw pernah liat arsip itu cewek di kantor kepala sekolah…dan dia dah meninggal disaat kelulusannya…ada yang bilang dia di bunuh sama pacarnya tapi masih gak jelas….”
“ ……………” diam, dimas Cuma bisa diam mendengar penjelasan rico
“ dah ah gw mo pulang! Dan jangan pernah bawa-bawa gw kedalam masalah ini “
Dan Esoknya guru mereka memberi informasi kalau rico mendapat kecelakaan kemarin malam dan saat ini sedang di rawat di rumah sakit karena kaki kanan dan tangan kirinya patah. Mendengar penjelasan itu dimas merasa kalau kecelakaan rico ada sangkut pautnya dengan gadis misterius itu.
“ dimas lo tar mau jenguk si rico gak abis pulang sekolah? “ Tanya nino
“ iya…lagian dia kecelakaan gini gara2 gw juga …..” sahut dimas dengan perasaan bersalah
“ oh ya udah, tar baliknya kumpul depan sekolah ya. Gue , kakak gue sama sisil mau kesana jadi kita bareng “ kata nino yang di balas dengan anggukan pelan dari dimas
Sepulang sekolah Nino cs sudah menunggu di depan sekolah, sekarang mereka sedang menunggu kedatangan dimas.
“ kemana sih tuh anak? “ Tanya sisil yang udah gak sabar pengen buru-buru cabut
“ tadi sih katanya mao balikin buku dulu di perpustakaan, tapi kok belum balik juga..? padahal udah lewat 15 menit dari perjanjian nih ! “ kata Nuno agak khawatir, kali aja si dimas nyasar
“ ah kalo ini sih kelamaan, bisa-bisa tar gue kemaleman baliknya! “ kata sisil yang akhirnya cabut dari
“ waduh……gimana nih? “ Tanya nino sambil ngelirik nuno
“ yah..mau gimana lagi? Kita susul aja “ sahut nuno pasrah.
Keduanya segera menyusul dimas, dan sungguh di luar dugaan mereka melihat dimas masih berjalan di lorong sambil celingak-celinguk dengan wajah kebingungan.
“ Woy, dimas! Ngapain lo masih disini!? “ Tanya nuno dengan perasaan gado-gado antara kesal dan lega.
“ ….nuno..perpustakaan kita di lantai ni
“ …..emangnya perpus kita bisa jalan ato ngilang gitu? “ Tanya nino gak percaya setengah bercanda.
“ ……ya udah kita anter lo ke perpus abis itu kita cabut “ tawar nuno bijak dan mengantar dimas ke ruangan perpustakaan. Dan ternyata perpustakaan memang di lantai 3 ini gak kemana-mana…….
“ buruan deh lo taro tuh buku tar kesorean…udah jam 3 nih! “ suruh nino gak sabaran
Cepat-cepat dimas meletakkan buku itu di rak tengah dan dengan langkah panjang dia keluar dari perpustakaan itu, entah kenapa mendadak dia merasa ga enak seperti ada yang memperhatikannya.
“ buruan oy! “ teriak nino yang udah gak sabar, jujur sebenarnya nino udah merasa ada hawa gak enak di situ.
“ lama amat sih! “ gerutu nino begitu dimas keluar dari perpustakaan ( ini anak kerjanya dari tadi menggerutu melulu –“ ).
Tanpa banyak bicara dimas menutup pintu perpustakaan itu, dan begitu mereka berjalan tiba-tiba dari jendela dimas melihat sosok gadis itu muncul menatapnya dengan wajah yang mengerikan, spontan tanpa di aba-aba dimas lari dari tempat itu yang di ikuti oleh nuno yang entah mengapa teriak dan nino. Mereka lari sampai ke depan gerbang dengan napas nyaris putus.
“ hosh..hosh…gi..gila…tadi apaan tuh? Lo pada liat gak yang di jendela?? “ Tanya nuno sambil gemetaran ( oh pantes aja dia teriak, ternyata dia liat juga )
“ ….jadi lo liat juga?? “ Tanya dimas kaget, dia kira Cuma dia doang yang bisa liat
“ pantesan dari tadi perasaan gw ga enak! “ sambung nino yang emang feeling nya kuat banget tapi dia gak ngeliat
“ tapi ….rasanya itu cewek kayak yang ada di gambar elo deh “ kata nuno mengingat-ingat
“ iya…emang bener kok, dan gw rasa rico kecelakaan gara-gara roh penasarannya ni cewek! Makanya gw harus ketemu rico sekarang….”
“ ya udah yuk buruan! Lama-lama merinding nih gw! “ kata nino yang masih ketakutan
Ketiga anak sekolahan itu segera bergegas pergi menuju ke rumah sakit dimana rico berada.
Continue........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar