Rabu, 20 Mei 2009

cinta itu aneh

ceritanya misa bikin sependek mungkin jadi maaf kalau banyak yang janggal atau jadi aneh ^^, misa sengaja ngasih keterangan tokoh di dalam cerita biar yang baca gak terlalu bingung.



Keterangan karakter cerita


Aya ( 19 thn) = seorang gadis dari keluarga kaya yang sikapnya agak sombong, dingin dan arrogant. Dia di tunangkan oleh seorang pengusaha muda yang kaya raya juga ( 25 thn), tidak kebanyakan gadis pada umumnya dia sangat membenci tungangannya yang di anggap selalu memasang topeng palsu di wajahnya

Randi ( 25 tahun ) = seorang pengusaha muda yang kaya raya dan tampan, dia memiliki charisma dan di sukai banyak wanita well he’s almost perfect!! Kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan pesawat dan menjadikan dirinya pewaris tunggal. Dia menerima tunangan dengan salah satu partner bisnisnya, awalnya dia hanya ingin meluaskan usahanya tapi perlahan dirinya mulai jatuh hati pada gadis itu

Nana ( 20 tahun ) = sahabat dari tokoh utama sekaligus mantan kekasih dari pengusaha muda tsb. Sifatnya masih sangat kekanak-kanakan dan terlalu polos sehingga sering di manfaatkan oleh orang di sekitarnya. Dia sempat bertunangan dengan sang pengusaha muda tsb tetapi hubungan mereka berakhir kandas karena sang pengusaha itu hanya memanfaatkan dirinya saja hanya untuk menjatuhkan perusahaan milik ayahnya, tapi meski demikian dia masih mencintai pemuda tsb dengan tulus.


THE STORY

Cinta itu Aneh


Siang itu tampak seorang gadis keluar dari sebuah ruangan dengan wajah tanpa ekspresi, tak lama muncul seorang gadis lain yang berlari kearahnya seraya memeluk gadis tadi

“ Aya bagaimana pertemuannya?!! “ Tanya gadis itu kepada gadis bernama aya yang baru keluar tadi dengan semangat

“ biasa saja “ jawab aya dingin sambil melepaskan pelukan gadis tadi “ nana lepaskan pelukanmu “ dengan begitu gadis yang memeluknya yang bernama nana hanya bisa tersenyum minta maaf

“ kau ini di Tanya kok ekspresinya datar-datar saja sih? “ Tanya nana sambil cemberut

“ memang gak ada yang istimewa nana “

“ setidaknya berilah komentar mengenai pria yang menjadi tunanganmu itu padaku!! “ kali ini nana hampir berteriak karena kesal dengan sikap dingin temannya.

Aya berbalik menatap Nana yang terlihat kesal

“ apa yang mau aku katakan? Memang biasa saja dan lagipula aku tidak menyukai orang itu, tunangan hanya formalitas saja. Aku tau orang itu hanya….ingin mengambil keuntungan saja “ kata Aya menjelaskan

“….begitu ya? “

“ sudahlah…aku mau pulang, kalau kau mau lihat orang itu silahkan saja dengan begitu kamu bisa mendeskripsikan orang itu sendiri “

Akhirnya Aya berjalan meninggalkan nana yang masih diam di tempat. Nana tampak bingung antara mau ikut pulang bersama atau melihat pria yang menjadi tunangan Aya, setelah dipikir Nana memutuskan untuk mengintip sedikit kedalam ruangan.

Dengan perlahan nana mendekati pintu yang sedikit terbuka itu, lalu berusaha melongok kedalam tapi mendadak saja pintu tersebut di buka seseorang dari dalam membuat Nana terkejut. Dan ternyata dia melihat seorang pria sudah berdiri di hadapannya, yang lebih mengejutkan Nana mengenal pria ini, pria yang dulu pernah mengisi kehidupannya namun kemudian meninggalkannya.

“ Nana? Rupanya kau? Apa yang sedang kamu lakukan disini? “ terdengar suara lembut dari pria itu bertanya kepada nana, meski lembut tapi suara itu tetap saja datar dan dingin

“………ra…randi…aku tak mengira kalau kau yang….” Mendadak nana menjadi bisu seribu bahasa, dadanya terasa sesak dan jantungnya berdegup kencang, ada perasaan senang bercampur dengan rasa sakit.

“ apa yang mau kamu katakan nana? “

“ a..aku…ti..tidak, permisi!! “ dengan segera nana meninggalkan tempat itu, karena kalau berada lebih lama lagi di dekat randi dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Selama perjalanan otaknya terus berputar tidak menyangka kalau roda kehidupan akan mempertemukannya kembali dengan Randi. Dia pun bertanya pada dirinya sendiri apakah Randi pria yang di maksud Aya tadi siang?? Tapi mungkin dia akan bertanya kepada Aya besok saja, pikir Aya.


Paginya Nana bergegas pergi menuju rumah Aya, dia berharap semua pertanyaan di hatinya dapat terjawab setelah mendengar penjelasan Aya.

“ ada apa nana? Pagi-pagi sudah nelfon dan bilang ada yang mau di bicarakan? “ Tanya Aya sambil duduk di sofa empuk ruang tamu dan sesekali menyeruput teh hijau

“ a…i..itu mengenai soal orang yang kulihat kemarin” jawab Nana setengah ragu

“ hmm? “ kali ini Aya sedikit penasaran dan menaikkan sebelah alisnya

“ aku ingin tahu apa tunganmu itu bernama Randi ya? “ akhirnya Nana memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Aya dan berharap agar Aya merasa tidak terganggu

“ oh jadi kamu sudah bertemu dengan orang itu? “ kata Aya membenarkan pertanyaan nana secara gak langsung

“ memangnya kamu kenal dengan orang itu? “ kini gantian Aya yang bertanya balik

Ditanya begitu nana hanya terdiam dan menundukkan kepalanya, dia bingung campur takut, apakah dia harus menceritakan semuanya? Tapi bagaimana kalau itu akan menyakiti hati Aya, soalnya Randi adalah tunangan Aya….tampak Nana kebingungan sendiri. Menyadari kegelisahan temannya Aya kemudian berkata “ Nana aku tidak peduli kamu kenal dengan orang itu atau tidak dan aku tidak mau tahu hubungan kalian seperti apa karena aku sama sekali tidak akan merasa terganggu, kalau kau menyukai orang itu sekalipun aku tidak keberatan “ tegas dan penuh penjelasan, Nana sendiri pun tidak bisa berkata apa-apa setidaknya dia tahu kalau perasaan Aya terhadap Randi tidak ada apa-apa.

“ kalau begitu…nana permisi dulu..terima kasih aya “ baru saja nana mau pamitan pulang tapi tiba-tiba sudah muncul Randi

“ Ra..Randi?? “ Tanya Nana shock

“ oh hai nana..hmm sepertinya kalian berteman ya? “ kata Randi sambil melirik kedua gadis itu

“ ah..iya, Aya aku pulang dulu yah!! “ tanpa menjawab pertanyaan Randi, Nana segera bergegas pergi keluar.


Kini hanya ada Randi dan Aya, keduanya masih terdiam sekilas dapat terbaca ketegangan di antara mereka. Tak lama suara Aya memecah keheningan di antara mereka

“ ada perlu apa kau kemari? Kalau mencari ayah, dia belum pulang datanglah nanti malam “ katanya sambil berjalan masuk

“ aku kemari bukan mencari ayahmu “ kata randi yang sukses membuat aya menghentikan langkahnya. Gadis itu berbalik menatap Randi dengan heran

“ lalu? Untuk apa kau kemari? “

“ apa salahnya aku kemari untuk melihat tunanganku? “

“ dengar ya aku sama sekali tidak merasa kalau kau adalah tunanganku. Lagipula ini semua kau lakukan hanya untuk kepentingan bisnismu saja kan. Dan kalau kau berniat untuk memanfaatkanku, maaf saja yah karena kau tidak akan pernah bisa “ kata aya sinis

Sedangkan Randi hanya bisa tersenyum palsu, mau tak mau dia harus mengakui kalau aya memang tidak mudah dimanfaatkan karena gadis ini cukup cerdas.

“ sudah berapa lama kau kenal dengan gadis tadi ? “ Tanya randi mengubah topic pembicaraan secara mendadak

“ aku sudah berteman dengannya selama satu tahun “ jawab aya datar “ aku tahu kalian berdua pasti ada hubungan di masa lalu “ sambung aya yang kini berdiri berhadap-hadapan dengan randi

“ ah…begitukah? “ Tanya randi sambil menampakkan senyum menggoda

“ aku dapat melihatnya dari tatapan nana saat dia melihatmu “

“ kau cemburu? “ randi bertanya masih dengan suara yang menggoda, mencoba apakah aya akan menunjukkan ekspresi

“….bodoh tentu saja tidak “ jawab gadis itu ketus “ lagipula aku tidak peduli apa hubungan kalian “ kini aya kembali membelakangi randi dan benar-benar berniat untuk pergi

“ dia tunanganku dulu, yah nana tergila-gila padaku mungkin sampai sekarang juga….entahlah aku rasa dia hanya terlalu baik “ randi menjelaskan tanpa di minta, tapi tampaknya aya tidak tertarik dia tetap pergi meninggalkan randi di ruang tamu itu sendiri.


Sekarang hampir di tiap kesempatan Randi selalu mendekati aya meski hanya sekedar membuat gadis itu kesal, tapi disitulah yang dia inginkan…dia ingin melihat aya menunjukkan perasaan kepadanya meski hanya sedikit. Semakin aya menjauh randi merasa semakin bersemangat dan entah sejak kapan kehadiran aya menjadi penting untuknya padahal randi sendiri sudah bertekad untuk tidak jatuh cinta pada gadis ini, dan aya sendiri meski terkesan tidak tertarik tapi jelas-jelas terlihat dia menikmati kehadiran randi di sisinya. Nana tahu kalau kehadiran dirinya kelak akan mengganggu hubungan keduanya, dia memutuskan untuk pergi sementara dan akan kembali di waktu yang tepat.

“ jadi nana benar-benar pergi? “ Tanya randi pada gadis jutek yang tak lain adalah aya

“ iya barusan saja dia menelfonku….kalau kau merasa kehilangan kejar saja aku tidak akan pe- “ tapi omongan aya sudah di putus oleh randi “ ya ya tidak peduli kan? Dan kau tahu aya, aku juga tidak peduli kamu mau memperdulikanku atau tidak tapi….aku rasa…aku benar-benar sudah..jatuh cinta padamu “ hampir saja saat itu randi mencium aya, tapi aya segera mendorong pemuda itu dan pergi meninggalkannya. Karena aya membelakangi randi, makanya randi sendiri tidak tahu kalau saat itu wajah aya sangat merah.


Malamnya aya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dan hatinya terus-menerus mengutuk randi, semua perkataan randi sore tadi terus terdengar di telinganya, di hatinya dan di otaknya. Apakah randi sungguh-sungguh dengan semua ucapannya itu? Pikir aya berkali-kali dalam hati, namun logika aya menepis perasaan itu karena tidak mungkin randi serius, dia tahu randi hanya ingin memanfaatkannya saja dan itu pasti salah satu trik dari randi! Tapi jauh di lubuk kecil hati aya, dirinya berharap kalau semua yang di katakan randi itu kenyataan, bukanlah kebohongan atau permainannya saja. Setelah perang batin sendiri dengan berpikir dan sedikit berharap aya pun terlelap, dari kejauhan di atas langit tampak ada bintang jatuh.


Three months later

Tampak ada dua orang sedang berjalan keluar dari ruangan rapat, tampak keduanya keluar secara bersamaan

“ setelah ini makan siang di rumahku ya? “ kata seorang laki-laki yang barusan keluar itu sambil memeluk pinggang gadis yang berjalan di depannya dari belakang

“ ini masih di kantor bodoh “ jawab gadis itu datar( tapi bukan berarti dia marah, dia hanya tidak terbiasa ) sambil berusaha lepas dari pelukan pria tadi.

“ ayolah aya, memangnya kenapa? Gak ada yang larang kan aku memelukmu “ pria tadi berkata agak cemberut kepada gadis tadi yang tak lain adalah aya, dan pria itu adalah randi!

Ya keduanya kini sudah resmi berpacaran tanpa adanya unsur paksaan, keduanya memang benar-benar saling mencintai.

“ maaf permisi ada surat untuk anda nona aya “ kata seorang pegawai yang tiba-tiba datang menghampiri aya. Dan aya segera mengambil surat itu, ketika dibuka surat itu berasal dari Nana, Kawannya yang kini tinggal di Amerika.

Surat dari siapa? “ Tanya randi yang kini merangkul pundak aya

“ dari nana, dia berniat untuk kembali kemari bulan depan “

“ berita bagus itu! “ jawab randi bersemangat, aya menoleh kearah kekasihnya itu dengan tatapan heran

“ jangan menatapku seperti itu “ protes randi manja

“…sudahlah ayo pulang “ kali ini ada seutas senyum kecil bermain di wajah aya setelah melihat kelakuan randi yang agak manja

“…..kau tahu aya…aku tidak menyesal mencintaimu “ kata randi secara tiba-tiba

Aya menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah randi

“…..” hening aya hanya bisa diam

“ yah aku bangga mengatakan kalau aya adalah tunanganku!! “ sambung randi kembali dengan sedikit berteriak, hampir membuat semua orang yang lewat mendengarnya

“ lho? Kamu kenapa aya? “ Tanya randi bingung melihat aya tertunduk

“…dasar bodoh! “ kali ini aya menegakkan kembali kepalanya “ hhh..aku heran kenapa aku bisa mencintai orang seperti mu “ jawab aya yang kemudian berbalik dan mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu

“….kau benar aya cinta itu memang aneh…tak akan bisa tebak “ sambung randi yang kini mengikuti langkah aya….seperti pilihannya untuk mengikuti kehidupan gadis itu dengan menjadi kekasihnya.

THE END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar