Minggu, 05 Juli 2009

I love this guy : cherry blossom

Nishiki adalah murid baru di sebuah sekolah smu favorite di kotanya, tempat di mana semua anak-anak elite terpilih ( konon sih gitu katanya ). Dan sudah hampir tiga bulan dia menjalani kehidupannya sebagai siswa smu di sekolah itu. Di sekolah itu dia mengagumi senior cowok tingkat akhir yang bernama Radith, menurutnya Radith itu sangat pintar dan hampir jago dalam semua olahraga, dan satu yang bikin dia salut karena cowok itu gak pernah sombong. Hal ini terbukti dari sikapnya melayani orang-orang di sekitarnya dengan ramah dan menghargai setiap cewek yang memberinya kado atau apapun itu. Bahkan caranya menolak cewek yang nembak dia juga begitu sopan. Nishiki memang kagum sama cowok itu dan kadang suka melihatnya dari kejauhan. Nishiki sendiri merupakan seorang cowok yang punya keturunan jepang dari neneknya dan neneknya itu memaksa untuk memberikan nama jepang untuk semua cucu-cucunya.

“ yo iki! Ngapain lo diem aje! Kantin yuk” seorang cowok mendatangi meja Nishiki dan mengajaknya ke kantin.

“ males….lagi gak minat “ jawab Nishiki kaya orang depresi kepada cowok yang menyapanya yang bernama Andika. Dia dan Andika sudah berteman sejak masuk smp dan kebetulan mereka masuk ke smu yang sama.

“ halah elo, pasti masih depresi sama Anne ya? Gimana sih lo, kan elo yang mutusin! “ celetuk Andika sok tau tapi emang bener sih –“.

“ bawel! Udah kalo mo ke kantin elo aja, gw lagi mogok ke kantin! “ akhirnya Andika pasrah gak berhasil ngajak temennya itu ke kantin.

Dasar! Bikin gw tambah kesel aja! Gak tau orang abis putus apa!? Gerutu Nishiki dalam hati. Dia masih sangat kesal karena gak mengerti oleh perasaannya sendiri. Dia baru saja putus oleh Anne cewek kelas sebelah 3 hari lalu. Memang benar dia yang mutusin Anne dan ada sedikit gurat sesal di hatinya, bukan sesal karena putus tapi sesal karena mereka jadian, seharusnya sejak awal dia gak pernah jadian sama Anne dan gak akan ngeliat cewek itu nangis dan mengclaim Nishiki sebagai orang jahat! Dia masih ingat benar kejadian waktu itu.

Nishiki flashback

“ maaf ya Anne..aku rasa hubungan kita gak bisa berlanjut….lebih baik kita akhiri sampai sini….” Ucap Nishiki tanpa berani menatap wajah gadis yang sedang berdiri di hadapannya itu.

“ eh!? Tapi kenapa iki?!! “ Tanya gadis itu seperti tidak percaya

“……a.aku rasa….aku tidak bisa mencintaimu lagi “

“ bohong! Pasti ada cewek lain! Aku benarkan!? “ kali ini nada suara Anne seperti orang sedang marah dan setengah cemburu

“ bu..bukan itu Anne.” Sela Nishiki buru-buru, dia tidak mau ada prasangka buruk dan timbul salah paham pada Anne “ hanya saja…aku baru berpikir…apa aku ini benar-benar mencintaimu atau tidak..” akhirnya Nishiki bisa berkata jujur, karena sejak awal mereka jadian karena Nishiki berpikir kalau punya cewek pasti enak tapi ternyata gak segampang yang dia pikir, dia baru menyadari kalau dia pacaran sama Anne gak berdasarkan atas perasaan yang sesungguhnya meski dia berusaha untuk mencintai gadis itu.

“…maafkan aku Anne…aku-“

“ sudah cukup! “ ucap anne memotong kata-kata Nishiki, sejujurnya dia sudah tidak kuat untuk mendengar lanjutan kalimat dari mulut Nishiki.

“ aku mengerti….dan aku menghargai keputusanmu, lagipula……aku tidak bisa bertahan disisi orang yang tidak mencintaiku…”

End flashback

Yah kira-kira seperti itulah kejadian 3 hari lalu saat dia memutuskan Anne, dia berani sumpah kalau gadis itu menahan tangisnya, membuat Nishiki selalu merasa bersalah setiap kali mereka bertemu. Apalagi gadis itu selalu saja menghindar kalau bertemu dengannya.

“ ha-ah~~~ “ Nishiki menarik napas dalam-dalam, dan tiba-tiba saja di luar terdengar keributan, merasa tertarik Nishiki keluar kelas juga.

Ternyata di luar ada anak basket sedang latihan, dan salah satu anak basket itu ada senior mereka yang populer, Radith. Pantes rame, bintangnya sekolah lagi latihan sih.

Karena emang lagi suntuk Nishiki memutuskan untuk di luar sekalian cuci mata, kan banyak tuh cewek-cewek yang lagi pada ngumpul buat ngeliatin si Radith.

hehe keluar juga lo! “ sindir Andika yang dateng-dateng udah bawa beberapa cemilan

“ Ka? Itu mau lo makan semua?” Tanya Nishiki sambil melotot ngeliat banyaknya ‘sampah’ yang di bawa Andika gak mempedulikan sindiran si Andika.

“ ya iyalah mau gue makan? Masa iya gue buang? “ jawab Andika sambil meraup potato dan memasukkannya sekaligus kedalam mulutnya.

Andika ikut bergabung bersama Nishiki duduk di bangku depan kelasnya dan melihat lapangan basket yang penuh oleh cewek!

“ huh…terkenal banget sih dia “ gumam Andika setengah jengkel dan setengahnya lagi iri sambil menatap senior mereka yang sedang di kerubungi cewek.

“ alah paling lo kesel gara-gara gebetan lo si Erika naksir berat sama si radith kan “ yup omongan Nishiki memang tepat, Andika emang kesel gara-gara gebetannya si Erika ngejar-ngejar si Radith dan Erika sama sekali cuek sama dirinya. Dia Cuma bisa cemberut aja ngeliat Erika lagi deketin Radith yang lagi duduk lesehan di lapangan bareng anak basket lainnya.

“ apa sih yang kurang dari gue? Kayaknya gue juga keren deh “ Tanya Andika dengan narsis kepada Nishiki, Nishiki Cuma bisa menggeleng heran.

“ mau tau apa yang kurang? Lo itu kurang pinter, kurang cakep, kurang kaya, ku- “ belom selesai si Nishiki lanjutin omongannya, mulutnya udah di sumpel sama bungkus chiki bekas Andika.
” pueh! Apa-apaan si lo!? “ protes Nishiki kesal sambil melepeh bungkus chiki tersebut dari mulutnya.

“ abisnya elo malah jatuhin gue! “ Andika udah masang muka ngambek yang menurut Nishiki itu kayak tampang orang lagi kebelet boker –“.

“ dengan kata lain lo itu jauh di banding sama dia! “ ucap Nishiki sambil nunjuk si radith, tapi saat itu Radith yang sedang minum mendadak saja menoleh ke arahnya dan tiba-tiba saja cowok itu tersenyum bikin Nishiki kaget setengah idup. Buru-buru dia menurunkan tangannya karena gak mau si radith mikir dia lagi ngomongin dirinya.

Bel masuk berbunyi tanda jam pelajaran berikutnya akan segera di mulai. Saat memasuki kelas guru biologi mereka Cuma bisa geleng-geleng kepala melihat hampir semua murid cewek gak ada di dalam kelas. Hal itu karena murid-murid cewek masih pada betah di luar ngeliatin anak basket yang kayanya masih pada latihan, dan situasi ini juga berlaku hampir di semua kelas. Sang guru yang sudah memaklumi keadaan ini ( karena ini bukan kejadian untuk yang pertama kali ) langsung memulai pelajarannya.

Pelajaran sudah berlangsung 30 menit, masih sisa waktu 1 jam lagi sampai bel pulang berbunyi. Tapi sudah sebagian murid menguap ( biasalah anak smu ). Nishiki sendiri sudah lumayan bosan dan tanpa sadar dia tertidur.

“ Nishiki? Jangan tertidur di kelas, ayo bangun! “ guru biologi yang bernama pak Iwan itu segera membangunkan Nishiki.

“ ah..maaf pak saya ketiduran “ ucap Nishiki sambil mengusap matanya

“ cuci muka sana “ pak Iwan menyuruh Nishiki untuk mencuci muka, dan cowok itu dengan cepat keluar kelas pergi menuju kamar mandi.

Di kamar mandi Nishiki membuka keran air dan membasuh wajahnya dengan air. Tanpa sadar dia jadi keasikan cuci muka dan malah main air ( kalo perlu di lama-lamain sampe bel pulang -.- ). Tapi akhirnya bosan juga dia dan memutuskan untuk mengelap wajahnya dengan sapu tangan, memang hari itu dia lagi apes, sapu tangannya ketinggalan di meja. Ketika Nishiki memutuskan untuk menggunakan bajunya untuk melap wajahnya yang basah kuyup sama air, saat itu ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan kepadanya.

“ maka-“ Nishiki gak bisa ngelanjutin omongannya ketika melihat siapa yang ada di depannya. Cowok yang berdiri di depannya adalah radith, seniornya.

“ ngapain bengong? Buruan lap” ucap cowok itu datar dan kayaknya agak risih di liatin sama Nishiki.

“ ah iya makasih “ Nishiki buru-buru mengelap wajahnya dan Radith juga ikut cuci muka di sebelahnya, saat itu Nishiki melihat ada yang keluar dari balik kerah bajunya radith. Seuntai bandul kalung berlambang huruf ‘R’ terlihat dan bentuk dari bandul kalung itu persis seperti milik Nishiki.

“ apa liat-liat? “ suara dingin Radith membuat Nishiki kaget

“ ah gak…radith..itu kalungnya beli dimana? “ Tanya Nishiki secara spontan

“ gue gak beli tapi bikin “ sahut radith dengan nada suara yang sok, bikin si Nishiki jengkel dan ngerasa mau ngebejek itu cowok.

“ ngomongnya biasa aja donk! “ protes Nishiki kesal

Saat itu radith melihat kalung yang juga di pakai Nishiki, kalung yang di pakai Nishiki memiliki ikatan berwarna hitam dan memiliki bandul dengan huruf ‘N’ yang di ukir dengan model yang sama dengan miliknya ( dengan model cloister black ) yang sepertinya terbuat dari silver. Nishiki merasa kalau Radith sedang memperhatikannya, dia melihat cowok itu. Sesaat terlihat kalau seniornya itu seperti melamun.

“ apa liat-liat? “ Nishiki membalas radith dengan jutek

“ ..buruan balikin sapu tangan gue” ucap radith sedikit kaget, dan dia buru-buru mengambil kembali sapu tangan miliknya. Begitu melangkah sampai di depan pintu kamar mandi radith berkata “ hey, panggil gue tuan radith “ habis itu radith pergi dengan cuek meninggalkan Nishiki yang udah mencak-mencak di dalam hati. Apa-apaan dia sok banget! Seenaknya nyuruh gue manggil dia tuan emangnya gue babu dia apa! .

Besoknya pagi-pagi sekali sekolah Nishiki sudah ramai, dalam hatinya berpikir pasti gak jauh-jauh dari Radith, dilihat dari banyaknya cewek yang berkerumun kayak semut di lapangan. Dengan cuek Nishiki memasuki kelasnya, begitu sampai di bangku dia melempar tasnya ke bangku tepat sasaran dan segera duduk dengan malasnya.

“ napa lo ki? Pagi-pagi tampang lo jutek banget “ sindir Andika yang gak biasanya liat tampang Nishiki lecek kayak baju belom di setrika.

“ semaleman gak bisa tidur gw gara-gara apalin rumus fisika “ aku Nishiki sambil merebahkan kepalanya di atas meja. Semalam dia emang susah tidur karena gak nyangka rumus yang harus di apalin bakal sebanyak itu. Dia baru bisa tidur jam 3 pagi jelas aja kepalanya masih merasa berat karena jam 6 pagi dia sudah harus bangun.

“ widih ternyata sang jenius bisa pusing juga! “ kali ini Andika kembali menyidir takjub, gak nyangka temannya yang terbilang berotak encer bisa juga mengatakan ‘stress’.

“ berisik lo ka! “ sahut Nishiki sambil mencari posisi yang enak untuk kepalanya “ emangnya lo gak belajar? “ Tanya Nishiki heran ngeliat ni anak sumringah banget, padahal kan pelajaran pertama ini mereka bakal ulangan fisika.

“ hihihihih buat apa gue belajar kalo di sebelah gue ada seorang yang jenius? Harus di manfaatin kan!” jawab Andika sambil nyengir ala monyet yang nyaris kena sambit tas oleh Nishiki tapi gak jadi dia terlalu males angkat tasnya yang berat, akhirnya dia hanya bisa mendesah pasrah.

10 menit tiduran akhirnya Nishiki bosan, dia tetap gak bisa melawan rasa kantuknya, dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.

“ eh gw cuci muka dulu deh, bahaya tar kalo gw ketiduran pas ulangan “ dia pun pergi keluar kelas.

Dengan malas-malasan Nishiki mencuci mukanya, karena emang masih ngantuk banget dia gak nyadar kalau saat itu ada sebuah benda yang bergelantung di keran air. Aduh kok masih ngantuk sih. Pikir Nishiki heran padahal dia udah basahin mukanya sebanyak sepuluh kali. Nishiki memutuskan untuk bahasin lehernya juga, karena takut airnya mengenai kalung miliknya, Nishiki melepasnya dan menggantungnya di keran air juga. Nah ini baru segerrrr. Tapi kenikmatan Nishiki terganggu oleh seseorang yang masuk kedalam kamar mandi dengan tergesa-gesa. Ternyata yang masuk adalah Radith. Malas ketemu lagi sama cowok ini, Nishiki buru-buru mengelap wajahnya ( kali ini dia gak lupa bawa sapu tangan ) dan segera mengambil kalung miliknya, tanpa menyadari kalau dia salah ambil kalung.

Begitu Nishiki keluar, Radith segera mengambil kalungnya yang tertinggal tadi, tapi tentu saja yang di lihatnya bukan kalung miliknya melainkan milik Nishiki karena tadi Nishiki salah ambil. Tak ada pilihan lain Radith memutuskan untuk mendatangi kelas cowok itu.

“ masih ngantuk lo ki? “ Tanya Andika ketika melihat Nishiki masih malas-malasan. Dan saat itu terdengar jerit tertahan dari beberapa orang cewek di kelas mereka, ternyata Radith datang kekelas. Tanpa mempedulikan jeritan cewek-cewek itu, radith berjalan menuju bangku Andika dan Nishiki yang letaknya berada di pojok belakang. Andika menyenggol siku Nishiki sambil berkata “ oi ada si radith tuh menuju kemari “ dengan suara setengah berbisik. Nishiki yang gak begitu denger Cuma bisa merespon ‘hah?’ dan memalingkan wajahnya kearah Andika. Namun pandangan Nishiki beralih kearah sosok pemuda yang sedang berdiri di depannya, Radith.

“ buka “ kata radith datar tanpa ekspresi kepada Nishiki sambil menunjuk baju Nishiki ( sebenernya sih dia nunjuk kearah kalung yang di pakai Nishiki di balik kerah bajunya, karena gak keliatan jadinya kayak nunjuk bajunya Nishiki ).

Tanpa di komando anak cewek yang denger ucapan radith barusan langsung teriak gak percaya, bikin Andika shock dan bikin Nishiki secara reflek nutupin kerah bajunya dengan tampang udah ngeblush.

Radith yang sadar adanya kesalah pahaman dengan tanggapan ucapannya tadi langsung nepuk jidatnya sendiri dan kembali meralat kata-katanya.

“ heh, maksudnya bukan baju lo! Tapi kalung lo, buka! “

Tanpa di duga Nishiki malah semakin mempererat memegang kerah bajunya, dan sikapnya ini bikin Radith frustasi.

“ kalung kita ketuker! “ kata Radith yang akhirnya bisa mengclear situasi aneh tersebut. Nishiki yang gak percaya dengan omongan Radith langsung meraba-raba kalung yang dia pakai dan mengeluarkannya dari balik bajunya tersebut. Begitu di lihat ternyata benar itu bukan kalung miliknya karena bandul kalung tersebut berhuruf ‘R’.

“ buruan lepas “ pinta radith sedikit memaksa, dan dengan sedikit menggerutu Nishiki melepas kalung milik radith dan mengembalikannya kepada yang punya. Radith pun memberikan kalung milik Nishiki yang memang sengaja dia bawa.

“ makanya jangan ambil punya orang sembarangan “ kata Radith sok nasehatin

“ maaf “ hanya itu ucapan yang terlontar dari mulut Nishiki, dan dapat di lihat si Radith tersenyum sekilas. “ baka “ kata cowok itu sambil melenggang pergi dengan santai.

“ eh!? Apa lo bilang?! Sini lo! Lagian salah siapa hah!? Siapa suruh elo lupa ngambil arghhh!!! “ teriak Nishiki stress beneran. Dia heran kenapa bisa-bisanya dia yang minta maaf, lagian salah siapa coba naro kalung di geletakin gitu aja!

“ tenang ki! Duduk, gurunya udah dateng tuh! “ kata Andika mencoba untuk menjinakkan teman sebangkunya itu. Karena guru fisika mereka yang terkenal angker udah masuk kelas dan sempat melempar death glare kearah Nishiki dan Andika.

“ anak-anak hari ini kita ulangan, jangan ada yang nyontek dan gak ada susulan dan jangan berisik “ kata guru itu sambil membagi-bagikan soal keseluruh kelas.

“ huwaaaa gila susah banget sih! “ gerutu Andika stress yang emang dalam soal itung-itungan rumus dia lemah banget “ malah di awasin mulu! Uh” keluhnya lagi karena emang tadi dia susah banget nyontek. Dilihatnya Nishiki yang malah melamun sambil memangku tangan.

“ dasar jenius pagi-pagi masih ngelamun aja lo! “ ucap andika ngedumel gak jelas

“ gw gak ngelamun “ bela Nishiki tanpa melihat kearah Andika dan masih menerawang dengan tatapan kosong.

“ bohong lo! Kalo gak ngelamun coba tadi gw ngomong apa? “ tantang Andika yang merasa dirinya benar

“ huwaaaa gila susah banget sih! Malah di awasin mulu! Uh “ Nishiki mengikuti ucapan yang di katakana Andika tadi “ benerkan lo tadi bilang gitu “ dengan santainya Nishiki bangun dari duduknya dan pergi keluar.

“ woi mau kemana lo!? “ Tanya Andika heran

“ abis ini pelajaran kesenian kan, gw mau cabut males “ Nishiki pun pergi keluar kelas sebelum guru kesenian datang dan ngebiarin Andika bengong dengan tampang blo’on. Tumben-tumbenan tuh anak cabut pelajaran pikir Andika penasaran.

Pelajaran kesenian dan bunyi bel istirahat sudah berbunyi. Nishiki yang dari tadi diem di kantin memutuskan untuk kembali ke kelas. Begitu masuk kelas dia sudah di serbu oleh murid-murid cewek di kelasnya.

“ WAA!? Apa-apaan ini?!” protes Nishiki shock

“ Nishiki liat donk! “ kata seorang cewek berambut kepang yang berada di paling depan

“ iya kita mau liat kalung yang mirip kaya punya nya kak Radith!” salah seorang gadis berambut pendek udah narik lengan baju Nishiki

“ Andika, helep!!! “ teriak Nishiki mencari bantuan

“ ih, kita kan Cuma mau liat aja! “

“ woi, woi! Minggir!! “ ucap Andika garang membubarkan cewek-cewek yang berkerumun di depan pintu kelas itu dan menarik Nishiki ke tempat duduk. Tapi tentu saja cewek-cewek itu gak menyerah, mereka kini berkumpul di tempat duduk Nishiki dan Andika.

“ Nishiki kalung itu beli dimana? “ Tanya salah satu cewek dengan muka nepsong

“ iya beli dimana? Kita kan juga mau punya kalung dengan model yang sama seperti Radith!” cewek-cewek itu terus-menerus mendesak Nishiki dengan pertanyaan yang sama.

“ denger ya, gw belinya udah lama dan lagian jujur gw gak mau ada orang lain yang punya kalung yang sama kaya gw “ jawab Nishiki cuek kepada cewek-cewek itu. Tentu saja dia gak mau kalungnya di samain tapi kenapa harus sama dengan Radith!

“ udah dong kalian jangan gangguin temen gue! Tanyain aja gih sama Radith! “ Andika berusaha menyuruh gadis-gadis itu menyingkir dari bangkunya yang udah mulai bikin dia sesak.

“ JAHAT! Nishiki pelit!!!! “ koor cewek-cewek itu bersamaan dan akhirnya menyerah karena Nishiki tetap gak mau memberitahukannya kepada mereka.

“ ki…kayaknya entar pulang lo harus ati-ati deh, gw yakin cewek-cewek itu masih belom nyerah “ kata Andika memberi saran, karena dia punya feeling ga enak. Cewek-cewek di sekolah mereka bisa menjadi sangat antusias dengan hal-hal yang berhubungan dengan Radith.

Akhirnya bel sekolah berbunyi juga tanda berakhirnya hari itu di sekolah, sejujurnya Nishiki pengen banget buruan balik, dia males kalau nanti dia harus menghadapi cewek-cewek itu. Kenapa sih dia yang jadi korban dan kenapa juga secara kebetulan kalung mereka bisa sama gitu modelnya.

“ ki ayo buruan balik! “ Andika mengajak Nishiki pulang dengan terburu-buru

“ tar aja gw mao balikin ini buku ke lab komputer di atas “ sahut Nishiki

“ udah deh besok pagi-pagi aja lo balikin! “ Andika mencoba untuk membujuk temannya itu, tapi tetap saja gak bisa. Nishiki kalau udah niat emang susah.

“ terserah elo deh….kalo gitu gue balik dulu ya! Dan..ati-ati lo tar! “ akhirnya Andika menyerah juga. Dia sempat memperingati Nishiki agar hati-hati sebelum akhirnya dia pulang duluan.

Nishiki dengan langkah cepat segera pergi ke lantai 3 menuju ruangan lab komputer untuk mengembalikan buku yang dia pinjam dari pak Romy, guru komputer yang terkental nyentrik. Tapi di dalam ruangan gak ada siapa-siapa. Dasar ceroboh banget gak ada orang tapi ruangan lab gak di kunci. Nishiki akhirnya meletakkan buku-buku itu di atas meja pak Romy.

Baru saja Nishiki hendak keluar dari ruangan lab, tiba-tiba saja dia mendengar ada suara anak cewek yang sepertinya dari arah tangga ( ruangan lab itu di sebelah tangga naik ) yang kayaknya lagi nyari dirinya. Kontan Nishiki berpikir jangan-jangan cewek itu nyariin dia mau nanyain soal kalung. Arghh males dah gw…..semoga mereka gak tau gw di dalam sini. Nishiki komat-kamit berharap agar cewek-cewek itu gak tau dia lagi di dalam ruangan lab komputer.

Dan untunglah cewek-cewek itu gak memeriksa lab komputer. Nishiki mengintip sedikit dari balik pintu, begitu dirasa mereka berjalan sudah agak jauh, Nishiki menyelinap keluar dan buru-buru turun dari tangga. Fiuh..selamet selamet pikir Nishiki saat itu, tapi ternyata di bawah dia menemukan anak cewek lainnya yang memang sepertinya sengaja menunggu di bawah. Shit! Umpat Nishiki dalam hati, dengan nekad dia berlari menuju lorong yang tentu saja terlihat oleh gerombolan cewek itu. Nishiki semakin mempercepat larinya untuk keluar gedung ketika merasa gadis-gadis itu mengejarnya.

Hampir saja dia terselamatkan namun di gerbang juga ada 3 orang cewek, dia memutuskan untuk berlari ke lorong lainnya. Ahh sial banget sih Cuma gara-gara kalung aja.

Gak ada pilihan lain dia berlari kearah kantin belakang sekolah. Dead end, jalan buntu. Nishiki panik ketika dia mendengar suara langkah cewek-cewek itu semakin mendekat.

Di tengah kebingungannya ada seseorang yang menariknya masuk kedalam rumah pemilik kantin.

“ apaan sih! Nga…getin aja..? “ Nishiki bengong ketika melihat radith ‘ sosok yang menyusahkan baginya’ yang membawanya masuk kedalam rumah.

“ bu rima maaf ya kami bersembunyi disini sebentar “ ucap radtih santai kepada pemilik kantin tersebut.

“ ah iya tidak apa-apa “ sahut bu rima ramah sambil tersenyum dan pergi ke belakang.

……………………………….

Sunyi sesaat dan saat itu terdengar seruan anak-anak cewek yang berputar di sekitar kantin, tampak mereka kecewa tidak berhasil menemukan Nishiki.

“….terimakasih “ kata Nishiki setengah ragu

“ gw gak niat buat nolongin elo kok “ jawab radith yang sukses bikin Nishiki nyesel udah bilang makasih, kalau saja dia gak ingat di luar ada cewek-cewek itu, dia pasti udah teriak di telinga cowok itu.

“ heh, jadi apa maksud lo bawa gw kemari hah!? “ Tanya Radith jengkel

“ gw mao ngomong sama lo “ kata Radith yang entah kenapa saat itu sikapnya rada aneh. Apa dia lagi grogi? Pikir Nishiki yang langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat karena gak mungkin seorang Radith bisa grogi.

“ gw mao bilang apapun yang terjadi jangan sampe lo kasih tau dimana elo beli kalung itu. Gw gak mao ada yang nyamain kalung gw “ sambungnya lagi yang kali ini terdengar seperti suatu perintah.

“ asal lo tau ya, tanpa lo bilang gini gw juga gak akan ngasih tau mereka. Karena gw juga gak mau ada yang nyamain kalung ini! “

“ oh….begitu ya. Emang seberapa berharganya kalung itu buat lo? “ Tanya Radith mengubah topik secara tiba-tiba.

“….kalung ini…sebenarnya kalung ini gw beli di toko accessories dan…..gw beli ini sebagai peruntungan buat hari masuk sekolah, dan kalung ini saat itu Cuma ada satu “ ucap Nishiki mulai bercerita dan Radith pun mendengarkan cerita cowok itu sambil duduk, terlihat wajahnya begitu serius.

“ kalau gitu biasa aja dong, gak ada yang istimewa “ sahut Radith dengan gaya sok tau

“ orang kaya lo gak bakal ngerti! Yang bikin kalung ini special buat gw karena……”

“ karena itu dari cewek lo kan “ sambung Radith lagi-lagi sok tau dan salah

“ ergh! Bukan! “ kata Nishiki yang membekap mulutnya sendiri karena hampir berteriak “ hhh…kalung ini di hari pertama masuk pernah jatuh mungkin kuncinya kendur. Pas ilang sih gw gak terlalu mikirin. Pas pulang sekolah gw nyari lagi kalung kaya gitu tapi katanya stok itu udah habis. Tapi aneh pas besok pagi-paginya gw liat kalung gw udah ada di atas meja gw dan sejak itu gw mikir mungkin ini takdir. Yah…pokoknya kalung ini berharga buat gw “ sesaat setelah Nishiki bercerita dia merasa kalau radith sempat tersenyum lega kepadanya, ah tapi itu mungkin Cuma perasaannya doang.

“ hmm jadi gitu…kalau kalung ini di buatkan oleh seorang teman dan sama dengan orang yang special buat gw. Jadi kau jangan berani-beraninya bilang ke mereka “

“ grrrr gw punya nama! Nishiki! “

“ ya ya Nishiki “

“ ah bisa gila gw sama lo disini! Mending gw keluar “ ucap Nishiki dan berjalan menuju pintu ketika pintu tersebut terbuka ‘BRAK’ dan terlihat segerombol cewek yang mungkin kira-kira ada belasan sudah berada di depan pintu.

Serempak cewek-cewek itu menyerbu Nishiki membuat cowok itu terjatuh karena di’serang’ mendadak.

“ apa-apaan sih kalian!? Minggir! “ ucap Nishiki setengah teriak menyuruh para cewek itu menyingkir, tapi tentu saja ucapannya itu tidak berhasil mengatasi cewek-cewek yang sedang menggila.

“ apa yang sedang kalian cari? “ Radith maju kedepan menghalangi Nishiki dari serbuan cewek-cewek itu.

‘KYAAAA~~~ Kak Radith so cool!!! ‘ jerit cewek-cewek itu secara bersamaan.

“ kudengar kalian mengejar-ngejar Nishiki ya? “

“ bukan begitu kak radith! Kami mengejarnya untuk menanyakan soal kalung kok! Kami masih menyukai kak radith kok! Yah meskipun nishiki emang cute…tapi kami setia sama kak radith! “ ucap salah satu gadis yang tampaknya menjadi juru bicara bagi yang lainnya.

“ dengarkan aku…kalung ini sangat berarti bagiku, kalian tentunya pasti punya sesuatu yang berharga kan? “ semua cewek di depan radith mengangguk secara serempak

“ nah….pastinya kalian gak ingin ada orang lain yang menyamai benda berharga milik kalian” tampaknya cewek-cewek itu dapat mengerti maksud radith, mereka mengangguk kembali.

“ ta-tapi! Bagaimana dengan Nishiki? Dia punya kalung yang sama dengan kak radith kan? “ protes seorang cewek yang kayaknya masih gak terima

“ kalian gak usah pikirin bagaimana aku dan Nishiki punya kalung yang sama, sekarang kalian pulang dan jangan Tanya-tanya lagi soal kalung ini..karena ini sangat privasi…kalian tentu bisa melakukannya kan? “ ucap radith sambil mengeluarkan senyum gentlenya yang bikin cewek-cewek itu lumer. Dan satu-persatu dari mereka mulai berjalan pulang meninggalkan Radith dan Nishiki.

Nishiki bengong melihat cewek-cewek itu begitu menuruti omongan radith, tapi entah kenapa melihat radith tersenyum dan bersikap ramah seperti itu membuatnya merasa sakit. Kenapa hanya dirinya yang mendapat perlakuan kasar dan sok taunya radith. Sesaat Nishiki melamun. “ mau sampai kapan kamu duduk disitu terus? “ suara radith menyadarkannya kealam nyata dan Nishiki sudah melihat radith berdiri dengan gaya yang menyebalkan ‘menurutnya’. “ bukan urusan lo! “ jawab Nishiki sambil berdiri dan menyingkirkan debu-debu dari bajunya. Nishiki meraih tasnya yang tergeletak di bawah dan tanpa mengucapkan apa-apa lagi dia pergi begitu saja.

Malamnya di kediaman rumah Nishiki

“ APA!? KAMU MAU AKU ANTERIN BENDA PINK MENJIJIKAN INI KE RADITH!?” teriakan Nishiki memecah keheningan malam saat itu

“ Kak nishi jangan teriak-teriak ne! “ omel seorang gadis berambut panjang sebahu kepada Nishiki. Gadis ini bernama Sisil saudara sepupu Nishiki, dia tinggal di rumah Nishiki karena sekolahnya dekat dari rumah Nishiki dan untuk menghemat orang tua sisil menitipkan gadis ini kepada orang tua Nishiki.

“ uff..tapi masa harus aku sih yang anter ini barang?” Tanya Nishiki masih gak percaya

“ ayolah kak, kalian kan satu sekolahan! Lagipula aku sudah berjanji akan membantunya kan tak enak kalau harus di kembalikan lagi “ sahut sisil sambil menyodorkan kado berbentuk persegi panjang yang di bungkus dengan kertas kado pink.

“ aduh….aku gak yakin dia mau nerima kado ini, lebih baik di kembalikan saja “ Nishiki masih berharap kalau sisil menyerah

“ tadinya aku sudah bilang pada temanku itu tapi dia memaksa, yah mau gimana lagi? Ayolah kak nishi, bantulah adikmu yang manis ini” Sisil memakai jurus puppy-eyes no jutsu yang akhirnya bikin Nishiki luluh dan mengalah.

“ huh….iya deh, tapi aku gak janji ya dia bakal nerima ini kado atau engga “ yes…jurus puppy eyes memang selalu berhasil!.

Nishiki membawa kado yang katanya adalah ‘benda pink menjijikan’ itu ke kamar sambil berpikir, apa mungkin seorang radith mau menerima kado dari orang yang gak di kenalnya. Lagipula orang seperti radith pasti gak segan-segan untuk membuang kado yang dia gak suka.

Paginya seperti biasa Nishiki pergi kesekolah, dan pagi itu Sisil sudah berangkat duluan.

Hhhh merepotkan saja…masa gw kesekolah bawa-bawa kado…kalau keliatan anak-anak lainnya gimana coba…keluh Nishiki dalam hati sambil berjalan ke gerbang sekolah. Kado yang besarnya pas sebesar tasnya itu akhirnya dia masukkan kedalam tas demi keamanan.

“ yo iki! Pagi “ sapa Andika sambil menepuk pundak cowok itu

“ pagi-pagi jangan bikin jantungan!”

“ yeee, siapa suruh elo bengong!” Andika kemudian memperhatikan tas Nishiki yang terlihat lebih besar dari biasanya. “ tas lo gede aja? Isinya apaan tuh? “

“ isinya gak penting! “ jawab Nishiki bete, teringat kalau dia harus ngasih kado itu ke radith. Cih..bisa-bisanya dia melakukan hal nista seperti ini, kalau bukan karena sisil dia gak bakal mau deh.

Keduanya pun masuk kedalam, dan saat itu gak seperti biasanya, anak basket gak terlihat di lapangan.

“ lho? Ka anak basket pada kemana? Tumben “ Tanya Nishiki sedikit heran

“ gak tau, lagi pada break kali. Kan dikit lagi tandingan “ jawab Andika sekenanya. Nishiki hanya bisa merespon ‘oh..pantes’ dan kemudian masuk kedalam kelas bersama Andika.

Didalam kelas Nishiki kembali melamun, memikirkan strategi tepat untuk ngasih itu kado ke radith. Hmmm enaknya langsung kasih gitu aja atau gimana ya? Apa gw titip aja ke temen sekelasnya atau anak basket? Atau gw ke kelasnya diem-diem dan naro di mejanya? Tapi tempat duduknya aja gw gak tau masa gw geletakin sembarangan? Kayaknya gw ga ada pilihan lain deh selain ngasih ke manusianya langsung. Kira –kira begitulah isi pikirian Nishiki.

Selama pelajaran pertama semua murid dengan serius mendengarkan guru mereka, soalnya kalo gak bisa di lempar kapur tulis, itu guru emang terkenal hobby lempar alat-alat tulis kepada muridnya yang molor ato ngobrol di kelas. Yah selagi dia gak lempar papan tulis aja sih.

Pelajaran kedua suasana kelas adem ayem, pelajaran bahasa sih. Anak-anak saat itu Cuma di suruh menulis sebuah percakapan singkat. Pelajaran kedua berlangsung hikmat dan sejahtera ( apa coba ).

Dan inilah yang di tunggu-tunggu ‘Teng-Teng-teng’ bel istirahat!

Begitu mendengar bel istirahat Nishiki buru-buru bangkit dari duduknya dan membawa tas, Andika yang heran dengan sikap Nishiki langsung bertanya “ oi mau kemana lu? “

“ mau keluar ! “ sahut Nishiki singkat, cepat, gak jelas dan gak padat dan buru-buru keluar kelas tanpa mempedulikan Andika yang kayaknya masih mau bertanya.

Nishiki bergegas kelantai 3 kelas para seniornya, dengan langkah ragu dia berjalan. Aduh kenapa gw jadi deg-degan batin Nishiki heran. Akhirnya dia sampai di kelas Nishiki yang terletak di paling pojok kiri, tapi di lihatnya di dalam kelas itu ada seorang cewek yang sedang berbicara dengan Radith, sepertinya cewek itu murid ajaran tahun pertama juga. Nishiki memutuskan untuk bersembunyi di balik tembok agar gak terlihat oleh kedua mahkluk itu. Apa yang sedang mereka bicarakan ya? Gadis itu lumayan cantik, jangan-jangan cewek itu lagi nembak Radith? Kira-kira apa ya jawaban Radith…….

Nishiki bertanya-tanya sendiri dalam hati tanpa sadar dia mencengkram erat tas yang berada di pelukannya.

“ maaf ya saya gak bisa menerima perasaanmu “ terdengar Radith sepertinya menolak gadis itu

“ be..begitu ya kak radith….apa…apa aku masih punya kesempatan? “ Tanya cewek itu penuh harap

“ kita berteman saja ya… kamu masih muda dan cantik…masih banyak kesempatan untuk kamu buat dapatin cowok yang lebih baik dari saya “ Sepertinya Radith memang gak berminat sama cewek itu, dan gadis itu tampak tersipu malu

“ ba..baiklah kak radith…aku mengerti tapi…aku tetap suka sama kak radith “ ucap gadis itu sambil tersenyum dan kemudian dia berlari keluar kelas, Nishiki yang berada di depan kelas Cuma melongo melihat cewek itu keluar dengan bersemangat. Dasar cewek aneh…di tolak kok malah bersemangat gitu? Hmm..mungkin benar kalau cewek itu akan lebih bersemangat sama cowok yang susah di dapatin? Batin Nishiki gak habis pikir.

“ sedang apa kamu di luar? “ suara radith terdengar begitu jelas yang ternyata cowok itu sudah berdiri di depan pintu kelas dan kini sedang menatapnya heran.

“ ah….cewek itu gak apa-apa? “ Tanya Nishiki sedikit khawatir dengan cewek tadi, bisa aja kan tar dia bunuh diri.

“ hhh gak apa-apa, dia udah sering nembak dan hari ini yang ke 10 kali “ jawab Radith santai yang bikin Nishiki gak percaya. Dasar populer.

“ terus? Kedatangan kamu Cuma mau nanyain cewek itu aja? “ sarcasticnya radith keluar

“ argh! Kenapa sih lo nyebelin banget!? Kenapa……” Nishiki gak melanjutkan kata-katanya yang menggantung ’kenapa lo selalu bersikap dingin sama gw’ sambung Nishiki dalam hati. Dia terdiam dan berpikir, kayaknya emang sejak awal radith memang gak pernah bersikap ramah pada dirinya…hanya saja kenapa radith selalu ramah sama orang-orang di sekitarnya….apa jangan-jangan Radith benci sama dia? Tapi kayaknya dia gak pernah berbuat salah…atau dia kesal gara-gara kalungnya di samain?

“ mau sampai kapan kamu diam berdiri disana? “ ucapan Radith membuyarkan semua pikiran Nishiki tadi, dia agak tersentak kaget

“ eh..oh iya” ucap Nishiki sedikit gelagapan, lalu dia mengeluarkan kado titipan temennya sisil dari dalam tasnya. Dengan tidak berperasaan Nishiki menyodorkan kado itu ke pelukan Radith. Cowok itu sempat terbengong menatap kado yang ada di genggamannya sekarang. Hah? Kenapa dia kok bengong gitu? Ini bukan pertama kalinya dia dapet kado dari orang kan? Pikir Nishiki bingung melihat sikap Radith yang aneh, sepertinya cowok itu sedang bingung harus bersikap bagaimana. Tu..tunggu dulu..si Radith ga mikir itu kado dari gw kan?.

“ err….itu kado titipan dari temennya adek sepupu gw “ ucap Nishiki agak canggung.

“ hmm….ada surat “ radith membaca isi surat yang di ikat pita di depan kado itu. Tiba-tiba radith menyeringai dan berkata “ apa kamu tahu kapan ulang tahunku? “. Nishiki memiringkan kepalanya heran, berpikir apa maksud dari pertanyaan radith. Tapi ya sudah lah lebih baik dia jawab. “ 7 juli “ jawab Nishiki singkat. “ Tepat “ ucap radith sambil tersenyum puas, kemudian dia mengembalikan kado tersebut kepada Nishiki.

“ eh? Ke-kenapa? “

“ sebenernya gw bukan tipe orang yang pemilih dalam berteman tapi…..alasan gw balikin itu kado karena kado itu elo yang bawa “ jawab radith yang membuat Nishiki shock, ternyata benar kalau radith emang membencinya.

“ argh! Terus gw harus gimana? Ade gw bisa marah….hey radith!! “ yah apa boleh buat radith menolak kado itu, memaksapun juga tidak enak. Karena bel masuk sudah berbunyi Nishiki pun terpaksa kembali ke kelasnya.

“ weks! Ki kado dari mana tuh? Gw kira lo balik! “ celetuk Andika ceria tapi pertanyaannya gak di gubris sama sekali oleh Nishiki. Dia langsung duduk di bangkunya dan menggeletakkan kado itu begitu saja di atas meja.

“ ki? Lo sakit ato kenapa? “ kali ini Andika bertanya cemas melihat wajah murung temannya

“ kagak….” Jawab cowok itu pelan, dan dengan malas kado besar itu dia masukkan lagi di dalam tasnya. Andika yang sepertinya tahu kalau temannya itu sedang bad mood memutuskan untuk gak bertanya apa-apa lagi. Saar itu di dalam pikiran Nishiki banyak sekali pertanyaan yang dia gak mengerti, kenapa rasanya sakit ketika kado itu di kembalikan? Kenapa dia seperti merasa kalau kado itu dari dirinya sendiri…dan kenapa dia gak pernah dapat perlakuan yang ramah dari radith? Dan kenapa juga dia sampe memikirkan hal-hal seperti itu!! Setiap memikirkan hal-hal itu kepalanya jadi sakit sekali.

“ ka….gw balik deh….ijinin ya sama gurunya tar “ ucap Nishiki sambil berdiri pelan dari bangkunya dan menyeret tas miliknya

“ lo beneran sakit? Iya deh entar gw ijinin….baliknya ati-ati loh, udah mendung “ Andika udah nasehatin Nishiki kaya seorang ibu mau melepas kepergian anak TK nya

“ iya iya tau, gw bukan anak kecil kale! “ jawab Nishiki setengah bergurau dan kemudian keluar kelas.

Didepan Nishiki melihat radith sedang berjalan bersama dua orang teman cowoknya, ketiganya terlihat berbincang-bincang dan sikap radith terlihat begitu ramah, membuat Nishiki semakin sakit saja.

Nishiki memutuskan untuk tidak melihat cowok itu lagi, dia pun berjalan keluar sekolah ketika akhirnya di depan pintu dia bertemu dengan Anne. Tampak gadis itu terkejut melihat Nishiki.

“ Nishiki? “ inilah untuk pertama kalinya Anne menyebut namanya setelah mereka putus

“ kamu pucat sekali nishiki, kamu sakit? “ kali ini Anne bertanya dengan nada cemas.

“ ah..ahaha..aku Cuma sedikit gak enak badan “ sahut Nishiki tertawa canggung kepada Anne. Biar bagaimanapun mereka kan sudah putus. Nishiki pun berbincang-bincang sebentar dengan Anne tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan, orang itu tak lain adalah radith.

“ kamu benar tidak apa-apa? “

“ iya, gak apa-apa…makasih..aku pulang dulu “ucap Nishiki sambil melempar senyum ramah kepada Anne.

Dari kejauhan tampak Radith yang masih memperhatikan tanpa sadar meremas kertas yang dia pegang.

“ oi, oi radith! Kertasnya kenapa lo bejek gitu? “ Tanya temannya dengan nada heran, radith yang baru meyadari sikapnya itu langsung dengan cepat berusaha mengembalikan bentuk kertas yang dia remas tadi. Tapi ada daya kertas itu sudah terlanjur lecek dan udah gak berbentuk lagi. Terpaksa radith harus mengambil kertas- kertas itu lagi.

“ ah sory…gw ambil yang baru deh “ ucap radith meminta maaf dan kembali ke atas.

Sesampainya di rumah Nishiki segera menggeletakkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu dengan nyamannya. Gak berapa lama dia tertidur.

1 jam kemudian

“ kak Nishi? Hey…kak jangan tiduran di sofa..kakak bangun ada tamu “ gadis yang baru masuk itu adalah sisil , dia berusaha membangunkan Nishiki dan mencoba untuk menariknya bangun dari sofa.

“ ergh….apa sih..jangan ganggu aku “ gumam cowok itu sambil tetap memejamkan matanya.

“ kakak! Ayo bangun~~~ “ suara rengek sisil terdengar membuat Nishiki gak bisa kembali tidur, dengan ogah-ogahan dia bangun dari sofa. Dan saat dia berdiri Nishiki merasakan kepalanya sangat berat dan dadanya terasa begitu sesak.

“ kak? Kenapa? “ Tanya sisil heran melihat ‘kakak’nya berdiri mematung

“ gak…ya udahlah aku pindah ke kamar, dan….jangan ngacak-ngacak ya “ kata Nishiki setengah bercanda yang di balas dengan wajah cemberut adiknya, setelah itu dia beranjak pergi ke kamarnya.

Jumat, 26 Juni 2009

SONG FOR MY FRIEND PART II

“ halo apa benar ini dokter hans? “ Tanya Yuka pagi itu di telepon

“ ah, ya saya dokter hans. Ini siapa? “ balas dokter hans

“ syukurlah…dokter hans masih ingat saya? Saya yuka yang ketemu di taman saat itu… “

“ oh tentu saja saya masih ingat. Ada apa yuka? “

“ begini…..saya mau bicara dengan anda mengenai sesuatu, apa anda ada waktu ? “ Tanya yuka agak sedikit ragu.

“ tentu saja yuka, datanglah ke alamat ini “ jawab dokter hans sambil memberikan alamat tempat ia bekerja. Yuka pun mencatat alamat tersebut.

“ terima kasih dokter hans! Saya akan kesana sekarang juga “ ucap yuka senang bercampur lega, setidaknya dia bisa berbicara dengan orang yang ahli

“ baiklah, saya tunggu kedatangannya “ Pembicaraan pun di akhiri. Yuka tanpa membuang waktu lagi segera merapihkan dirinya, dan segera berangkat menuju alamat yang tertulis.

Akhirnya Yuka sampai di sebuah klinik sederhana milik dokter hans, tanpa ragu dia masuk kedalam dan mengatakan kepada seorang perawat disana kalau dia ingin bertemu dengan dokter hans dan sudah melakukan perjanjian sebelumnya. Suster itu mempersilahkan Yuka masuk setelah sebelumnya sempat meminta tanda tangan kepada yuka ( dia fans yuka dan bilang kalau dia sangat kagum dengan anak muda seperti yuka ).

Didalam ruangan dia melihat dokter hans yang kelihatannya agak sedikit sibuk. Dokter hans menyambutnya dengan ramah dan meminta Yuka untuk duduk, lalu meminta perawat tadi untuk memberikan yuka teh hijau.

“ bagaimana kabar anda nona yuka? “ Tanya sang doctor seperti menanyakan keadaan pasien nya saja

“ humm..kurang begitu baik…” jawab Yuka setengah menghela napas berat.

“ katanya ada yang ingin anda bicarakan? Kalau boleh saya tau apa itu? “

“ begini….” Yuka menceritakan semua kondisi dirinya dan apa yang terjadi padanya belakangan ini yang sering melupakan hal-hal yang seharusnya tidak ia lupakan serta rutinitas dirinya yang ia lupakan. Mulai dari lupa jalan pulang, tersasar di taman yang membuat dirinya harus sering di antar Tirta kalau pulang dari taman, bahkan dia pernah beberapa kali melupakan nama adiknya sendiri, dan yang terpenting dia jadi tidak bisa konsentrasi untuk menulis lirik. Semuanya itu terjadi begitu saja, begitu bangun dia sudah lupa dan tidak ingat.

Begitu mendengar cerita yuka dokter hans hanya diam dan sesekali mencatat ucapan yuka di kertas. Gak lama perawat yang tadi masuk dan meletakkan teh hijau itu di meja. Kemudian doctor hans meminta Yuka untuk mengulang apa yang yuka ceritakan tadi. Meski agak bingung yuka menurutinya. Dengan agak terpatah-patah yuka mengulang ceritanya, setelah selesai dokter hans mengangguk mengerti dan meminta yuka untuk minum dulu.

“ sebenarnya saya sudah menduganya dari awal saya bertemu nona yuka ditaman “

“ he? Maksudnya? “ Tanya yuka tidak mengerti mendengar penjelasan dokter hans yang tiba-tiba

“ cerita yuka yang tadi tidak sama dengan cerita mu yang sebelumnya, ada beberapa bagian yang kamu lupakan…..dan ada kemungkinan yuka memiliki gejala penyakit Alzheimer “ ucap dokter itu menjelaskan

“ al…alzheimer? Penyakit apa itu? “ Tanya yuka tidak mengerti

Siang itu Yuka berjalan di pinggiran dengan wajah yang lelah dan sedih, sepanjang jalan yuka berjalan dengan tatapan kosong dan menundukkan kepalanya. Perasaannya saat ini sangat sulit untuk di jelaskan, ada ketakutan dan kesedihan……

Flasback

“ al…alheimer? Penyakit apa itu? Tanya yuka tidak mengerti

“ Alzheimer itu adalah penyakit seperti hilang ingatan tapi lebih kompleks dari itu. Karena Alzheimer selain membuat penderitanya seperti kehilangan ingatan juga dapat mempengaruhi daya otak sang penderita, kemampuannya akan berkurang cukup drastic dari hari ke hari, membuatnya akan sulit untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, dan selain itu juga membuat penderita kesulitan menggunakan kata-kata seperti biasa. Penderita ini bisa saja melupakan siapa dirinya dan tak mengenal orang-orang terdekatnya lagi. Pada tahap akhir Alzheimer juga akan merusak jaringan otak untuk memberi perintah pada tubuh, misalnya tidak tahu cara menulis, tidak tahu cara menelan makanan, dan hal ini tentu saja dapat menyebabkan kematian “ jelas sang dokter membuat yuka hampir pingsan tapi dia tetap berusaha tegar dan kembali bertanya

“…..apakah ada cara penyembuhannya..dokter hans ? “

“ entahlah…sampai sekarang belum ada cara peneyembuhan yang tepat….”

“……..kenapa penyakit ini..bisa timbul padaku….” Ucap yuka setengah berbisik

“ ….sebenarnya penyakit ini menyerang orang-orang yang berusia di atas 60 tahunan…dan kebanyakan menyerang wanita…dan untuk kasus padamu saya juga tidak ada jawabannya….”

“ jadi artinya…cepat atau lambat aku akan segera melupakan semuanya….dan aku juga akan mati…? “

“ yuka saya akan berusaha membantumu dengan terapi…tapi saya tidak menjamin 100 % cara ini bisa membuatmu sembuh…..”

Itulah Percakapan antara dirinya dengan dokter hans yang dapat dia ingat baik, benar-benar kenyataan yang mengerikan baginya. Yuka yang berjalan tidak menyadari adanya ebuah truk yang hendak lewat……

“ YUKA!! “ teriak seorang pemuda yang kemudian menarik tangan yuka dari tengah jalan ke pinggiran

“ HEI KALAU MAU BUNUH DIRI JANGAN DISINI! “ umpat supir truk itu kesal yang kemudian melajukan truknya kembali

“ yuka..yuka!! yuka kau tak apa-apa??!! “ Tanya pemuda tadi yang ternyata adalah tirta. Tirta benar-benar cemas melihat yuka yang terlihat aneh, dia berusaha menyadarkan yuka yang sama sekali tidak merespon. Tapi untunglah setelah sempat 5 menit yuka terpaku, gadis ini menatap tirta

“ tir..tirta? “ ucap yuka keheranan “ aku….aku kenapa? Dan kenapa kau disini? “

“ astaga yuka, kamu hampir tertabrak truk tadi!! Apa yang kamu pikirkan sih? Berjalan sambil melamun? Untung aku melihatmu, kalau tidak bagaimana!? “ jawab tirta memarahi yuka, karena dia mencemaskan yuka.

“ maaf….” Hanya itu jawaban dari yuka

“….yuka, kalau ada apa-apa cerita aja, kita ini kan teman “ kata tirta kembali lembut

“ hm! Aku tak apa-apa hehehe! “ balas yuka berusaha untuk ceria

“…..lalu sedang apa kamu disini? “ Tanya tirta kebingungan

“ aku mau pulang “ sahut yuka polos yang membuat tirta bertambah bingung

“…pulang? Kan ini berbeda dari rute rumahmu…”

“ iya, aku sempat tersesat tadi tapi tak apa! Aku bisa pulang sendiri, dah tirta! “ yuka pun bergegas berlari dari tempat itu, yuka benar-benar aneh pikir tirta merasa kalau gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu.

Sejak hari itu Yuka seperti menghindari Tirta, bukan hanya tirta tapi juga semua orang dan lingkungannya. Hal ini membuat ibu dan adiknya cemas, mereka bingung apa yang terjadi pada Yuka, sedangkan ayah yuka sedang berada di korea melakukan bisnis. Akhirnya chris adik yuka memutuskan untuk menelepon Tirta dan meminta cowok itu datang. Tirta yang memang sudah mencemaskan yuka sejak awal segera pergi ke rumah yuka pagi itu.

“ kak tirta! Untung ka tirta datang “ sambut chris begitu melihat tirta di depan pagar rumah mereka dan membukakannya untuk tirta.

“ makasih chris..sekarang yuka gimana? “ Tanya tirta begitu masuk ke dalam rumah

“ dia masih berdiam di kamarnya sudah 4 hari…saya jadi cemas “ kali ini sang ibu angkat bicara

“ apa 4 hari!?? “ Tanya tirta kaget “ dia tidak makan ataupun minum?! “

“ makan sih kak….tapi yah makannya Cuma sesuap..dua suap…” jawab chris lirih

“ ya udah..saya akan coba berbicara dengan yuka, kamarnya dimana ? “

Chris pun menunjukkan letak kamar yuka kepada tirta yang berada di lantai dua

“ yuka…? “ tirta mengetuk pintu kamar yuka sambil memanggil gadis itu “ kamu di dalam kan? Ini aku tirta…keluarlah sebentar yuka “

“ tirta? Apa itu benar kau tirta? “

“ iya ini aku yuka, ayo keluar “ ucap tirta meminta gadis itu keluar..

Gak lama pintu kamarnya pun terbuka, yuka terlihat berdiri dengan tatapan bingung dan tak lama dia tersenyum lega. Kemudian tanpa di duga yuka jatuh pingsan, membuat ibunya dan yang lain cemas. Tirta meminta chris untuk segera memanggil ambulance, dia sudah merasa ada yang tidak beres. Dia dan ibunya segera menggendong yuka ke tempat tidurnya kembali.

“ a..aku sudah menelepon ambulance kak! “ kata chris ketakutan

“ kalau begitu ambil kan minyak kayu putih “ suruh tirta kepada chris

“ baiklah! “ dengan sigap chris berlari ke kamar ibunya dan mengambil minyak kayu putih. Setelah itu dia memberikannya kepada tirta.

Tirta membaui minyak kayu putih itu ke hidung yuka, tapi gadis itu tak kunjung sadar.

“….apa dia akan baik-baik saja…? “ Tanya chris kepada tirta dengan wajah sedih

“ dia pasti akan baik-baik saja “ ucap tirta tenang, dan saat itu mobil ambulance yang mereka panggil sudah datang. Tim dari rumah sakit segera membawa yuka ke rumah sakit, dan di dampingi oleh ibu serta adiknya dan tirta.

Dirumah sakit yuka segera di beri pertolongan tapi untungnya dia tak apa-apa, dokter mengatakan kalau dia hanya kelelahan dan mendapat tekanan mental yang sangat berat. Dokter menyarankan agar Yuka mendapat ketenangan dulu di rumah sakit. Pihak keluarga yuka menyetujuinya,

Karena tadi ibu yuka pergi tergesa-gesa, dia lupa mengunci pintu, maka memutuskan untuk pulang dan akan kembali besok pagi, ibu yuka juga mengajak chris pulang dan meminta tirta untuk menjaga yuka, dan memberi kabar kalau yuka sudah siuman. Tirta menyanggupi permintaan ibu yuka.

30 menit kemudian yuka akhirnya tersadar, begitu membuka matanya dia melihat tirta di pojokan sambil membaca buku dan mendengarkan musik seperti biasa.

“ tirta….? “ ucap yuka lemah, tirta yang menyadari yuka sudah terbangun menghampiri gadis itu

“ tidak apa yuka kamu hanya pingsan tadi…” kata tirta menjelaskan, yuka pun hanya mambalas dengan respon ‘oh..’

“…….yuka sebenarnya kamu ada masalah apa? “ Tanya tirta agak ragu

“ masalah? “ yuka bertanya balik dengan wajah heran tak mengerti

“ sigh “ tirta menghela napas dalam-dalam dan kembali berkata “ kata dokter kamu mengalami tekanan mental…..sebenarnya apa yang menjadi bebanmu yuka ? “ yuka hanya diam mendengar pertanyaan itu, dan seperti menghindar yuka memalingkan wajahnya kearah jendela.

“ tirta….bisa kamu tinggalkan aku sendiri? Aku butuh waktu….”

“ baiklah yuka aku mengerti, kalau ada apa-apa panggil aku saja “ tirta segera meninggalkan ruangan yuka dan menutup pintu itu pelan-pelan.

Tirta duduk sendirian sambil tetap mendengarkan musik dan membaca buku tapi dia tidak bisa konsentrasi setelah melihat wajah sedih yuka tadi. Sebenarnya apa yang di sembunyikan yuka. Di tengah lamunannya tiba-tiba dia di kejutkan oleh seorang pria yang berdiri di hadapannya sambil tersenyum, orang itu adalah orang yang pernah menolong yuka saat yuka tersasar.

“ temannya yuka kan? Sedang menunggu siapa? “ sapa dokter itu ramah, Tirta dengan cepat menutup buku dan melepaskan earphone miliknya.

“ ah, saya tirta ….sedang menunggu yuka “ balas tirta cepat

“ saya dokter hans dan kebetulan bekerja disini, saya juga bekerja di klinik milik keluarga kami. Ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan yuka bisa sampai masuk rumah sakit ini ?” Tanya dokter itu seperti menyelidiki

“ sebenarnya begini…..” tirta menjelaskan apa yang terjadi pada yuka tadi sebelum di bawa ke rumah sakit ini.

“ oh, begitu. Tirta bisa ikut saya sebentar? Ada yang ingin saya beri tahu kepadamu…ini tentang yuka “ Tirta yang merasa dokter hans tau sesuatu tentang yuka mengikuti dokter hans ke ruangannya.

Tirta mengikuti dokter hans ke ruangannya dan disanalah Tirta mengetahui semuanya, hal yang membuat Yuka menjadi seperti ini.

“ dokter….i..ini tidak mungkin….yuka…dia pasti sangat menderita.. “ ucap Tirta masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari dokter hans, benar-benar suatu kenyataan yang mengerikan….

“ ….saya akan mencoba membantu Yuka dengan terapi, dan saya minta bersikaplah seperti tidak tahu apa-apa didepan yuka untuk menjaga perasaannya “ kata sang dokter menyarankan

“ baiklah saya mengerti….tapi…apakah ada hal yang bisa saya lakukan? “

“ cukup terus mendampinginya dan meningatkannya…itu sudah cukup membantu secara rohaniah untuknya “ ucap sang dokter kepada tirta

“ baiklah akan saya lakukan, terima kasih dokter hans “ kata tirta yang kemudian keluar dan kembali ke ruangan yuka.

Tirta membuka pintu dan melihat yuka masih termenung menatap jendela dengan tatapan yang begitu pahit, tentu saja tirta mengerti perasaan yuka saat ini, kalau dia yang mengalaminya dia juga pasti akan sangat sedih.

“ yuka…” sapa cowok itu lembut kepada yuka, tapi gadis itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari jendela. Tirta kali ini berjalan mendekati yuka dan duduk di depan tempat tidurnya. Kemudian dia menyalakan lagu yang di ciptakan yuka untuk pertama kalinya, dan akhirnya gadis itu menatapnya.

“…….tirta lagu itu? “

“ iya ini lagu yang kamu buat dan waktu kita pertama ketemu di taman, kau ingat? “ Tanya tirta, siap-siap secara mental kalau saja yuka mengatakan kalau dia tidak ingat. Tapi untunglah yuka mengatakan kalau dia ingat, suatu hal yang bagus.

“ adik dan ibumu mungkin akan datang menjengukmu besok “ kata tirta secara random

“ iya…..apa kamu disini tirta? “ Tanya yuka dengan kalimat yang agak aneh

“ iya aku akan disini “

Hari itu pun berlalu tanpa sepatah katapun, keduanya saling terdiam, yuka diam hanya menikmati hari itu dari balik jendela kamarnya sedangkan tirta, dia memperhatikan yuka dan sedikit perasaan sakit terasa di hatinya.

Esok paginya Yuka terbangun dan di lihatnya sudah ada chris di dalam kamarnya sedang duduk sambil bermain game boy.

“ chris? Kamu tidak sekolah? “ Tanya yuka kepada adiknya

“ sudah pulang kak, hari ini ada rapat “ jawab chris tanpa memalingkan wajahnya dari game boy kesayangannya

“ kamu kemari sendiri? “

“ tidak ada ibu, dia sedang keluar mencari makanan “

“…..tirta dimana? “ Tanya yuka lagi sambil mencari-cari cowok itu di sudut ruangan

“ oh….dia keluar juga nanti juga balik “ jawab chris sedikit jutek, dia jadi teringat akan kejadian tadi pagi sebelum yuka terbangun. Dia sempat bertengkar dengan tirta, karena tirta bicara yang tidak-tidak tentang penyakit kakaknya. Alzheimer apanya? Buktinya kakak ku masih ingat semuanya! Tapi ibu payah mempercayai omongan tirta begitu saja, aku tidak percaya apa yang mereka katakan, tidak percaya! Kakak ku baik-baik saja, pasti mereka hanya menakuti saja. Gerutu chris kesal berusaha untuk tidak mempercayai semuanya.

Gak lama ibu yuka masuk kedalam ruangan

“ yuka ibu sudah membawakan makanan untukmu “ kata ibunya yang langsung berjalan kearah yuka.

“ chris kamu juga belum makan kan? Ini makan dulu “ ibu chris memberikan chris makanan dan kemudian dia menyuapi yuka, awalnya yuka menolak untuk di suapi tapi karena sang ibu ngotot, yuka pun tak bisa berbuat apa-apa.

Karena bosan Yuka menyalakan TV yang memang ada di dalam ruangan itu, termasuk salah satu fasilitas di rumah sakit tersebut. Saat itu dia melihat sebuah pengumuman di TV, pengumuman yang dapat membuat yuka bersemangat dan darahnya bergejolak. Pengumuman itu mengatakan bahwa akan ada lomba membuat lagu untuk tahun baru. Tentu saja berita ini membuat yuka gembira luar biasa, dan dia memutuskan untuk ikut.

“ aku ingin ikut!!! “ seru yuka bersemangat “ aku ingin ikut lomba itu! “ kali ini chris dan ibunya melihat yuka dan kemudian melihat berita pengumuman yang ada di TV.

“ yuka kamu kan harus banyak istirahat, jangan ikut dulu “ kata ibunya separuh cemas

“ benar kak…..konsentrasi untuk sembuh dulu “ sambung adiknya

“ kalian kenapa sih? Aku tidak sakit! Lagipula…..aku merasa ini adalah yang terakhir kali aku menciptakan lagu….” Ucap yuka dengan nada sedih, yuka sendiri bingung kenapa dia bisa sedih seperti ini.

“ tapi yuka…” omongan ibu yuka terpotong oleh tirta yang tiba-tiba muncul dan berkata “ ikut saja yuka…kami akan mendukungmu…lakukan yang kamu inginkan “

Chris dan ibu yuka saling berpandangan dan akhirnya mengalah, membiarkan yuka melakukan apa yang dia inginkan.

“ terima kasih!! Aku pasti akan melakukan yang terbaik dan laguku akan di nyanyikan pada malam tahun baru! Terima kasih…” kata yuka tak dapat menyembunyikan lagi kegembiraannya.

Kali ini setiap hari Tirta selalu mengunjungi yuka dan mendukung gadis itu untuk membuat lagu, karena hanya itu yang bisa tirta lakukan saat ini. Bukan hanya tirta, adik dan ibu chris juga turut mendukung. Setiap kali Yuka mulai melupakan lirik apa yang akan dia tulis, tirta selalu membantunya untuk mengingatnya, dan di saat dia merasa terpuruk tirta selalu disana untuk membantunya bangkit kembali. Akhirnya yuka memutuskan untuk membuat lagu yang dia tujukan untuk tirta, sahabatnya itu.

Sore itu tirta datang agak terlambat, dia berharap kali ini yuka belum tertidur. Dengan tergesa cowok itu memasuki kamar yuka, dan disana dia melihat yuka tengah menulis. Perasaan tirta begitu lega ketika melihat gadis itu sedang serius menulis, dia yakin yuka bisa melakukannya.

“ bagaimana liriknya ? “ Tanya Tirta begitu masuk kedalam. Yuka menatap tirta dengan tatapan aneh. Entah mengapa kali ini tirta merasa takut, dia berpikir jangan-jangan yuka lupa padanya, tatapan mata yuka seperti menatap orang asing.

“ yuka? “ tirta kembali bertanya dengan cemas

“ ……kamu siapa? Kok bisa tahu namaku ? “ kata-kata yuka meluncur seperti itu membuat tirta shock, dia harus maklum atas sikap yuka kali ini, dia sadar kalau ada waktunya yuka mulai melupakan orang-orang di sekelilingnya.

Tirta berjalan mendekati yuka dengan persaan berat dan begitu sakit mengetahui kalau sahabatnya ini melupakan dirinya

“ kita ini berteman yuka…kalau kamu tidak ingat aku tidak apa-apa “ ucap tirta mencoba untuk menjelaskan.

“ ahahaha maaf ya, yuka memang sering lupa! “ sahut gadis itu sambil tertawa kecil. Tirta pun membalasnya dengan senyuman.

“ aku sedang menunggu seseorang……” ucap yuka sambil tersenyum lembut

“ menunggu siapa? “ Tanya tirta sambil duduk di bangku di sebelah tempat tidur yuka.

“ aku…tidak tahu…tapi dia selalu datang…selalu menyemangatiku…..ahahaha payah yah aku bisa lupa “ jawab gadis itu sambil tertawa ringan. Yang di balas dengan senyuman kecil dari tirta, yah dia memang harus maklum meskipun rasanya sakit di lupakan oleh sahabatmu sendiri.

Hari itu Tirta menemani yuka tanpa banyak komentar, dia hanya duduk sambil memandangi gadis itu yang sedang serius memikirkan setiap kata untuk lirik lagu yang sedang ia buat. Entah memgapa dia merasa ini adalah saat-saat terakhir bersama yuka. Jauh di lubuk hatinya dia berdoa agar yuka sehat-sehat saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada gadis itu, karena dia masih ingin bersamanya dan melihat hasil akhir dari lirik itu, mungkin saja itu adalah lirik terakhir yang yuka buat……tanpa terasa ia ketiduran di sebelah tempat tidur yuka.

“ selamat pagi! “ sapa yuka riang kepada tirta, tirta shock mengetahui kalau hari sudah pagi

“ pa..pagi, aku ketiduran? “ Tanya cowok itu gugup

“ iyah! Kamu kelihatan lelah sekali makanya kemarin aku tidak membangunkanmu “

“ ah..sudahlah tidak apa-apa “

“ tapi…terimakasih ya! Kamu sudah menemaniku……”

“ iya sama-sama “ balas tirta tersenyum ramah

“…dia tidak datang…..tapi aku bisa merasakan kalau dia ada disini…” ucap yuka lirih sambil menggigit bibirnya sendiri. Meski kamu tidak ingat aku….tapi ternyata kamu tidak melupakan kehadiran ku…masih bisa merasakan kebersamaan..wanginya persahabatan yuka…. Batin Tirta

“ iya…dia akan selalu ada untukmu yuka….aku pulang dulu ya, sukses untukmu “ akhirnya tirta melangkah pergi dari ruangan yuka.

Di jalan terlihat kendaraan sudah penuh memadati setiap sudut jalan, tirta yang sedang mengendarai motornya pun ikut terjebak macet. Saat lampu merah menyala semua kendaraan berhenti meski ada satu dua yang menyalip melanggar peraturan lalu lintas, itu sudah hal yang biasa. Tapi Tirta merasa hari ini begitu sepi tanpa sebab. Saat lampu hijau menyala semua kendaraan segera melaju cepat seperti sedang berlomba, Tirta dengan pelan menjalankan motornya tanpa menyadari adanya sebuah truk yang berjalan oleng menghampirinya tanpa mengurangi kecepatan. Beberapa pejalan kaki ada yang berteriak memperingatkan Tirta, tapi berhubungan tirta sendiri sedang melamun dia jadi tidak konsentrasi. Begitu tersadar sudah terlambat bagi tirta untuk mengelak dari truk besar itu. Truk itu dengan keras menabrak motor tirta dan tirta sendiri, dia sendiri terlontar jauh kira-kira 5 meter dan helmnya terlepas. Pejalan kaki yang melihat peristiwa itu segera berlarian kearah tirta dan ada beberapa yang mengehntikan mobil truk laknat itu yang ternyata si pengemudinya sedang mabuk! Tirta segera di larikan di rumah sakit.

Di rumah sakit Tirta segera di beri pertolongan segera, tapi sayang cowok itu mengalami pendaharan yang sangat hebat di otaknya sehingga dia tidak bisa di selamatkan lagi. Tirta meninggal hari itu juga, dokter hans yang kebetulan ikut menangani hanya bisa menggeleng pasrah merasa tak berdaya untuk membantu anak itu. Chris yang tadi kebetulan melihat tirta di bawa oleh orang-orang hanya memejamkan matanya sedih setelah mendengar kabar itu dari dokter hans.

“ chris…jangan katakana ini kepada yuka kalau dia menanyakan tirta mengerti? “ kata dokter menyarankan chris untuk berhati-hati

“ …saya mengerti dokter hans…sebisa mungkin masalah ini akan saya tutupi “ ucap chris penuh pengertian.

2 bulan setelah kejadian itu yuka mulai kembali mengingat tirta dan mulai menanyakan cowok itu kepada chris dan ibunya, tapi tak ada satupun dari mereka yang mau bicara, bahkan keduanya dengan terpaksa pura-pura tidak mengenal tirta, mungkin lebih baik yuka tidak mengingat cowok itu agar hatinya tidak terluka kalau mengetahui hal yang sebenarnya.

“ kalian masa lupa sama tirta?! Dia itu temanku! Teman terbaik yuka!! “ ucap yuka ngomel-ngomel, dia heran kenapa chris dan ibunya bilang tidak mengenal tirta, apa keduanya kena amnesia atau apa.

“ kakak tidak punya teman bernama tirta “ sahut chris

“ tidak!! Dia temanku….dia berjanji akan melihat hasil lirik yang kubuat!!...lirikku sudah hampir selesai….dan…dan …aku butuh dia..” kali ini yuka berkata sambil terisak sedih, kenapa tirta tidak datang pikirnya gelisah, sedih dan marah.

“ dia tidak mungkin berbohong…tahun baru akan tiba satu bulan lagi…..kenapa..” ucapnya lirih sambil menahan tangisnya agar tak kembali meledak

“ yuka…istirahatlah….ibu akan menemani, dan soal tirta kalau benar dia temanmu dia pasti akan datang “ kata ibunya sambil memeluk putrid satu-satunya itu dengan penuh kehangatan. Akhirnya yuka pun menuruti kata-kata ibumu untuk tidur.

Akhirnya tahun baru pun tiba, semua nya berkumpul di sebuah concert hall, karena hari itu adalah pemilihan lirik terbaik dan salah satunya adalah lirik milik yuka yang dia buat susah payah di rumah sakit dan hari ini dia di ijinkan pergi untuk acara ini. Yuka memang senang tapi sekaligus sedih karena dia menunggu seseorang yang tak kunjung datang, entah siapa yang dia tunggu, tapi hati kecilnya mengatakan ada yang dia tunggu.

Giliran yuka pun tiba, dia di beri kesempatan untuk menyanyikan lirik lagu ciptaannya, untung selama satu minggu sebelum ini dia sudah berlatih tentunya dia juga berlatih dengan pengiring musik. Yuka menaiki panggung dan menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hatinya. Bahkan membuat keharuan tersendiri .Kira-kira begini deh liriknya.

I made a song for you my friend
I made a song that I will sing for you
Filling my life with many beautiful lights
And a thousand melodies
You are my paradise

I made a song for you my dream
I made a song that I will sing for you my friend
Falling in love with every part of your life
Until the end of time
I love you more than my life
I wanna know you more
When you call me an angel
When you cross me look
Into my eyes

Even though my love for you
May fade away
I wanna give you more than words ever say
Cause I believe in you
And my song will fill the air when we’re apart
Even though my love for you may fade away
I wanna let my words be true till the end of time
‘Cause I believe you’ll never forget and I won’t forget
The song in my heart

Every time when I was down
You always came around
And your love of life to my life
I am gonna sing forever
I am gonna sing forever

Close you eyes
I wanna give you more than words can ever say
‘Cause I believe in you
And my song will fill the air when we’re apart
Even though my love for you may fade away
I wanna let my words be true till the end of time
‘Cause I believe you’ll never forget
And I won’t forget the song in my heart

I wanna sing for you my friend
I wanna sing for you with all my heart
I wanna sing for you my dream
I wanna sing for you and…

Di kalimat terakhir yuka tiba-tiba merasakan kalau napasnya seperti terhenti, seakan-akan dia lupa bagaimana cara bernapas dan ‘BRUK’ yuka jatuh di atas panggung. Semua orang yang berada di belakang panggung dan yang menonton panik. Dengan cepat mereka memanggil ambulance dan membawa yuka kembali k rumah sakit. Disana yuka di beri napas buatan dan elektrik shock, tapi semuanya tidak bekerja, seperti sudah di takdirkan mereka tidak bisa merenggut jiwa yuka. Gadis itu pun pergi untuk selama-lama nya.

Back to Olive and Arine

“ jadi gitu sejarah pembuatan lagu itu, tragis ya…” kata Arine yang mengelap sudut matanya yang basah karena air mata ( dia yang cerita tapi dia yang nangis! ) tapi Olivenya masih tenang-tenang aja. “ tapi kayaknya udah banyak orang yang lupa mengenai kisah ini dan lagu ini “. “ hmm gimana kalau kita buat drama kisah ini aja nanti? “ usul Olive yang udah mendapat ide. “ bagus itu!! Gue dukung ! “ teriak Arine senang. Karena hari sudah sore maka keduanya pun bergegas pulang.

Sesampainya di rumah Olive segera mandi, dia tidak ikut makan di meja makan, dia membawa makanannya ke kamar. Dan dia mulai membuat naskah untuk cerita dramanya nanti di festival drama taraf nasional yang akan di adakan 2 minggu lagi. Emang waktunya sangat mepet sekali, tapi Olive yakin dia pasti bisa, dia memutuskan untuk mengerjakan Naskahnya mulai dari sore sampai pagi nanti. Yah untunglah dia itu udah terbiasa bergadang alias insomniac jadi dia bisa kuat.

“ heeee naskahnya udah jadi??? “ Tanya Arine gak percaya saat Olive mengatakan kalau dia sudah mengerjakan naskahnya dan akan memberikannya kepada Arine siang ini. Benar-benar salut deh untuk temannya yang satu ini. Keduanya memutuskan untuk kembali bertemu di café yang kemarin, karena letak cafenya itu terdapat di pusat taman. “ hebat Olive! Aku sampai tidak percaya!! “ ucap Arine kali ini benar-benar tidak bisa menyembunyikan lagi rasa kekagumannya. “ sekarang tinggal cari pemainnya! “ kata Arine membara sambil mengepalkan tangannya di udara “ kalau itu saya serahkan kepadamu ya Arine, saya yakin kamu bisa “ kata Olive mempercayai tugas mencari peran untuk drama mereka nanti, dan tentu saja peran yang di cari masih teman satu sekolah dengan mereka.

Setelah mendapatkan para pemain, tanpa membuang waktu lagi mereka semua berlatih. Para pemain pun menjadi bersemangat ketika latihan, mengingat drama apa yang sedang mereka perankan. Dua minggu mereka latihan, dan akhirnya siap untuk mementaskannya. Dengan perasaan berebar-debar kelompok Olive maju, karena hari ini adalah giliran mereka pentas. Satu-demi satu bagian mereka tampilkan dari awal hingga di bagian akhir, berusaha semaksimal mungkin agar drama mereka tampil baik dan dapat menyentuh hati penonton. Karena memang itulah tujuan dari drama ini, agar yang menontonnya dapat mengerti perasaan sang tokoh utama ( yang menjadi yuka ). Dan untunglah drama nya selesai dengan baik. Saat panggung akan di tutup semua pemain naik kepanggung termasuk tim belakang layar untuk memberi hormat kepada para penonton yang memberi tepruk tangan dengan puas. Kemudian layar panggung kembali tertutup. Olive dan semuanya merapihkan semua peralatan mereka di belakang panggung, semua penonton pun satu persatu mulai meninggalkan tempat duduk mereka dan beranjak pergi, hingga akhirnya mendadak layar panggung terbuka dan terdengarlah sebuah lagu……………………….. “ itu…itu suara kakak…” kata seorang pemuda berambut pirang kecoklatan yang berdiri di depan panggung yang tak lain adalah chris, adik yuka. Pelan-pelan suara itu mulai terdengar jelas dan membentuk sebuah nyanyian, Olive dan Arine yang berada di belakang panggung segera mengecek apa yang terjadi di depan panggung, yang di ikuti oleh lainnya.

Betapa terkejutnya mereka semua melihat sosok seorang gadis tengah berdiri sambil menyanyi, alat-alat musik yang ada disana bergerak sendiri seolah mengikuti irama musik yang di nyanyikan oleh gadis itu. Gadis itu memakai baju baby doll berwarna putih selutut dan rambut hitamnya tergerai panjang sampai pinggang, dan tampak di sekeliling gadis itu di selimuti seperti sinar cahaya. Para penonton kembali duduk dan menyaksikan kejadian langka ini, Olive dan yang lainnya terbengong-bengong gak percaya dengan apa yang mereka lihat. Gadis yang sedang bernyanyi itu adalah yuka. Tentu saja sosoknya masih di kenal oleh beberapa orang dan fans nya dulu. Lagu yang sedang ia nyanyikan saat ini adalah lagu terakhir yang ia ciptakan yang di tujukan untuk tirta, lagu yang susah payah dia buat saat masih berada di rumah sakit. Lagu yang dinyanyikan begitu menyentuh hati. Begitu selesai Yuka tersenyum, dan muncul lagi suatu kejadian langka, Tirta muncul tepat di sebelah chris yang masih terpaku diam di depan panggung menatap kakaknya. Sosok Tirta muncul menghampiri Yuka “ terima kasih yuka “ ucap tirta tersenyum dan menggenggam kedua tangan sosok yuka, keduanya lalu beralih menatap chris, kemudian menatap Olive dan setelah itu sosok keduanya menghilang, sinar yang tadi menyinari kembali menghilang.

Kejadian tersebut dengan cepat tersebar kemana-mana. Selain itu drama Olive di nobatkan sebagai pemenangnya dan dia di minta bantuan untuk membuat drama itu menjadi sebuah serial movie. Tentu saja hal ini tidak di lewatkan Olive. Dia pun jadi sibuk sekarang, mulai dari mencari lokasi syuting, mencari pemain dan segala hal. Tapi pagi itu ada hal yang tidak terduga oleh Olive. Seorang cowok menghampirinya yang sedang mengatur lokasi. “ Olive kan? “ Tanya cowok itu “ iya, ada apa ya? “ balas Olive ramah “ saya chris adik yuka, saya kemari mau bilang terima kasih “ ucap cowok itu sambil memberikan seikat bunga lili kepada Olive. Olive hanya memandang bingung, rasanya dia tidak melakukan apa-apa untuk cowok ini, tapi kenapa dia datang dan bilang terima kasih. “ maaf…tapi terima kasih untuk apa ya? “ “ kamu mempertemukan kak yuka dan kak tirta kembali, kau tau saat kak tirta meninggal kak yuka sama sekali tidak tahu karena kami terus merahasiakannya…..sampai pada akhirnya kakak ku meninggal juga……kak yuka meninggal dalam ketidakpastian……karena dia terus menunggu kak tirta……tapi berkat kamu keduanya bisa bertemu….” Jawab chris menjelaskan “ mungkin ini yang dinamakan takdir…….semoga keduanya sudah tenang “ kata Olive tersenyum kepada chris. “ iya…terimakasih “ ucap chris sekali lagi, kemudian chris pun pamit dari Olive. Sesaat Olive kembali tersenyum ketika cowok itu menjauh. Dalam hatinya dia berterimakasih karena sudah menemukan lagu itu. “ terima kasih yuka……” bisiknya pelan sambil tersenyum simpul.

The End


umm kayaknya ceritanya kurang bagus ...misa kurang tahu sih tentang studio rekaman dan bagian-bagiannya makanya misa nulisnya berdasarkan feeling misa aja. oh, ya itu lirik lagunya younha, pas misa liat liriknya misa jadi dapet ide buat nulis cerita ini tapi yah,,memang kurang bagus ^^ gomenasai. lain kali semoga lebih bagus!!

Minggu, 14 Juni 2009

ketika cinta memasuki persahabatan part II

Besoknya pagi-pagi jam 6 Joe udah balik ke kontrakannya, dan disana dia melihat shige tertidur di sofa, Joe yang awalnya mau membangunkan shige jadi gak tega. Tapi ternyata shige kebangun sendiri.

“ …..Joe? “

“ mandi gih. Kita ada acara outdoor kan hari ini jam 9 sampe jam 12 “

“ oh iya!! Lupa!!! “ pekik shige histeris, dan dia pun segera meninggalkan sofa tercinta dan lari ke kamar mandi.

Gak ada 10 menit shige udah keluar kamar mandi membuat Joe bengong terheran-heran dengan kecepatan kilat mandinya shige

“ ….ge? lo mandi cepet amat ? “ tanyanya curiga

“ mandi koboy dong masa luluran! “ bales shige setengah ngejek Joe yang kalo mandi emang lama

“ sialan lo! Nyindir gue nih!? Buruan ganti baju sana !! “ kata Joe keki di sindir gitu.

Jreng jreng dengan cepat shige udah ganti baju

“ hh dasar lo….baju lo tuh acak-acakan! “

“ cuek lah, tar juga disana jadi acak-acakan “ bela shige

“ ya udah makan tuh! Udah gue buatin roti lapis “ seru si Joe udah kaya merintah anak kecil makan aja.

Kedua cowok itu segera menghabisi sarapan pagi mereka yang tak berdosa dengan brutalnya.

“ jam berapa joe? “ Tanya shige dengan mulut penuh roti

“ hmm baru jam 7 lewat kok “ jawab shige sambil melihat jam tangannya

“ emang kita di jemput jam berapa sih? “

“ bentar lagi kayaknya, soalnya itu tempat lumayan jauh “

Benar yang di katakana Joe gak lama datanglah sebuah mobil kijang keluaran terbaru berhenti di depan rumah mereka

“ eh itu deh kayaknya, buruan ge! “ ujar Joe menepuk punggung shige, shige pun jadi terbatuk-batuk.

“ sabar dong jangan tarik-tarik!! “ protes shige yang kerah bajunya di tarik-tarik sama joe, tapi apa daya si Joe kagak denger. Shigepun dengan pasrah membiarkan dirinya di seret-seret.

“ ayo cabut!! “ kata Joe begitu naik kedalam mobil, sedangkan shige duduk di samping joe dengan lemas keabisan napas.

Perjalanan hari itu sangat macet!panas dan sesak! Dan sepanjang perjalanan joe sibuk sms an sama marissa sedangkan shige diem gak gerak, dia ternyata mabuk kendaraan. Tapi untunglah penderitaannya segera berakhir karena mereka sudah sampai di tempat tujuan. Begitu turun shige langsung duduk di jalanan udah persis kayak pengemis, Joe pun Cuma geleng-geleng, dia udah sangat tau dari smp shige emang mabuk kendaraan.

“ hei kalian!! Hu gue kirain lo berdua bakal telat! Soalnya macet banget kan tadi? “ kata marissa yang menghampiri mereka, dia memang udah datang dari tadi. Begitu di lihat keadaan shige, marissa langsung sweatdrop.

“…shige? Lo kenapa? Joe, shige kenapa? Pucet banget “ tanyanya panik

“ gak apa-apa, dia emang mabuk kendaraan, sebentar juga ilang “ jawab Joe menjelaskan

“ ayo, ayo kesana. 10 menit lagi mulai! “ suruh seorang kru kepada mereka bertiga

“ ya udah yuk! “ ajak Joe kepada marissa. Marissa segera membantu shige berdiri, mereka bertiga pun segera mengikuti kru. Begitu sampai Joe dan shige segera naik panggung. Di luar dugaan yang datang hari itu rame banget, dan ini pertama kalinya mereka bawain acara musik outdoor. Awalnya Joe dan shige agak demam panggung, apalagi ada beberapa cewek yang meneriakkan yell yell yang di tujukan untuk mereka. Tapi setelah acara berlangsung 1 jam mereka pun bisa relax dan menguasai panggung. Akhirnya acara puncak mereka adalah sesi truth and dare antara penonton dengan mereka.

“ oke kita udah sampai pada acara puncak yaitu TRUTH AND DARE “ kata joe masih semangat, sedangkan shige udah males. “ ayo siapa yang mau ajuin truth and dare pertama? Yang menang bakal kita kasih hadiah 500.000! “ tantang Joe pada penonton

“ inget Cuma boleh 10 orang ya!” kata shige memperingati, kali-kali aja tar kelebihan.

Hampir semua yang ada nunjuk tangan, bikin shige dan joe kewalahan, bingung mau milih yang mana. Akhirnya Joe milih seorang cewek imut yang nunjuk pake handphonenya. Ditariklah gadis itu naik ke panggung.

“ oke nama lo siapa? “ Tanya Joe agak grogi

“ devi “ jawabnya singkat

“ devi…mau tantang siapa nih? “ Tanya Joe penasaran

“ lo aja joe, gue kagak! “ kata shige tiba-tiba udah menjauh 2 meter

“ heh! Gak bisa gitu dong! Sini lo! “ Joe menarik ( lagi ) kerah baju shige

“ ok buat Joe deh..truth or dare? “ jawab gadis itu sambil tersenyum setan

“ truth!! “ sahut Joe cepat. Hh perasaan gue ga enak nih

Terlihat gadis itu sedikit kecewa karena Joe memilih truth

“….joe certain pengalaman konyol lo waktu pertama kali siaran di acara CURHAT”

“…hmm apa ya? “ tampak Joe mikir sejenak, kejadiannya udah lumayan lama jadi dia rada lupa

“ saya tau…dia di lempar skrip sama om kameramen tepat di wajah! “ sahut shige menjawab pertanyaan gadis itu

“ owh kok gak di lempar vas bunga sih? “ Tanya tuh cewek malah ngarep

“ yeee itu mah lo nyumpahin gue koid dong!? “ protes Joe kesel di sumpahin “ ya udah giliran lo udah, ganti yang lain! “

Kali ini shige memilih seorang cewek ( cewek mulu neh! ) yang memakai kaos ketat plus jeans ketat juga ! manteph!

“ waduh pagi-pagi sexy banget nih “ celetuk joe spontan yang langsung di ketok sama shige

“ namanya siapa? “ Tanya shige yang kayaknya gak terpengaruh sama penampilan itu cewek

“ adinda dan gue pilih dare! tantang elo shige! “ jawab gadis itu mantab!

“ ya saya terima nikahnya adinda binti dinda..” shige sukses mendapat jitakan indah dari Joe “ ah maksud iya saya terima dare nya “ jawab shige membetulkan omongannya tadi dengan tenang.

“…….elo harus nyanyi lagunya mulan jameela dengan gaya yang sexy abis kaya gue! “ semua orang di situ sukses menyoraki shige untuk nyanyi dengan semangat, Joe pun udah ngakak begitu pun kru di layar panggung. Shige mau gak mau melakukan dare laknat itu dengan gaya mulan jameela dengan gaya sexy, tapi namanya juga shige dia malah nari sambil lompat-lompat kayak vampire! Dia pun gagal melakukan dare.

“ bagus adinda hahahaha lo menang! Hahaha ini 500 ribu buat lo wakakakak “ ucap Joe memberi selamat karena adinda menang dan berhasil mempermalukan shige sambil tertawa ala kunti.

“ hhh selanjutnya!! “ sela shige langsung narik orang sembarangan, dan gak nyadar dia narik seorang WARIA!. Mati deh gue. Batin keduanya begitu melihat peserta ketiga.

“..na..namanya siapa? “ Tanya joe takut-takut

“ Anna!! “ jawab tuh banci dengan suara cempreng

“....mau tantang siapa..? “ kali ini shige yang nanya dengan datar

“ tantang shige aja deh~~~~ truth or dare? “ kata si anna aka banci dengan suara di buat-buat manja, bikin yang nonton mau muntah berjamaah sedangkan Joe langsung ngelus dada dan bilang ‘selamet untung bukan gue ‘.

“ …..truth aja deh “ sahut shige kalem. Ogah deh kalau pilih dare dari mahkluk yang beginian, pasti ancur batin shige udah merinding bayangin apa yang akan terjadi kalau dia milih dare.

“ oke anaa mau Tanya nih~~ aku cantik gak??? “ pertanyaan yang membuat semua orang jawdrop

“ kamu cantik kok “ jawab shige singkat “ kalo di liat dari planet terjauh di bima sakti kita “ sambungnya, tapi itu banci keliatan tetep seneng dan berkyaa~ kyaa~ ria.

“ gak apa-apa deh…yang penting tetep di bilang cantik! “ katanya sambil tebar pesona ke Joe dan shige dengan narsisnya. Tapi untungnya si anna udah turun dari panggung jadi aman.

“ biar cepet kita ambil dua orang langsung aja deh! “ usul Joe karena dia udah kepanasan siang itu “ awas ge, liat-liat!! “ kata Joe lagi, dia udah kapok dengan aksi sembarangannya si shige yang mendatangkan seekor waria.

“ nama kalian siapa? “ Tanya shige

“ rudy “ jawab seorang cowok gemuk dengan pala botak “ kiki “ jawab seorang cewek yang memakai baju berwarna mencolok, bikin silau mata.

“ mau tantang siapa nih! “ ucap Joe sok berani

“ gue mau tantang shige! Dare or truth! “ tantang si rudy dengan semangat 21 yakin dia bakal menang. Hmm kalo macem gini sih yang nantang kecil paling pikir shige meremehkan. “ saya pilih dare! “ seketika muncullah ketawa iblisnya rudy membuat shige menyesal dengan keputusannya.

“ I dare you…to kiss JOE! “ cetus cowok itu yang mendapat dukungan seketika dari semua yang nonton, sedangkan Joe dan shige langsung memasang tampang –what-the-fuck- kearah rudy. Masa kalah lagi sih! Pikir shige, dan dengan sangat ragu shige berkata “ I accept it! “ sambil senyum licik.

Joe yang gak percaya langsung mundur-mundur mau kabur, tapi udah keburu di tarik sama shige.

“ gyaa shige jangan macem-macem lo!! “ Joe udah teriak-teriak gaje, tapi shige udah nahan dia dan wajah mereka kini sudah sangat dekat…..

5cm…

2cm….( ada yang udah teriak histeris sambil nutupin muka malu-malu )

Dan….cup….semuanya bengong…hening….

“ udah tuh rudy kamu kalah! “ kata shige yang kembali mendekati rudy dan berkata dengan santai, rudy pun sweatdrop pasalnya semua di luar harapan dia

“ kok bengong? “ Tanya shige

“ gak terima!!! Kok..kok gitu sih!!!?? “Tanya rudy gak percaya

kan Cuma disuruh cium kan? Ya udah saya udah cium jidatnya si Joe, bener dong “ bela shige, rudy pun pasrah dan menyadari betapa oon nya dia.

“ sekarang kiki mau tantang siapa? “ Tanya shige kepada kiki yang masih bengong juga, tapi setelah di kepret air oleh shige dia pun sadar

“ eh iya…gue tadinya mau tantang Joe! Tapi kayaknya dia masih shock deh…jadi elo aja deh” jawab gadis itu setengah ragu “ gue pilih truth aja! Jawabnya…ini missal loh…misalnya kalian itu…uhmm….berada di suatu hubungan….ehem…siapa yang jadi…errr uke atau seme? “ Tanya gadis itu terbata-bata dengan muka merah. Joe yang denger pertanyaan tuh cewek langsung semaput di tempat, gak nyangka itu cewek bayangin dia dan shige punya hubungan!!!

“ saya yakin..kalau saya itu seme..dan Joe uke “ jawab shige agak canggung tapi tetep berusaha stay cool

“ WHAT!?? Gak bisa, enak aja!! Gue seme! “ protes Joe langsung bangkit dari kubur

“ tuh..benerkan kata saya dia cocok jadi uke “ ucap shige sambil menunjuk muka Joe yang melas

“ hihihihi iya! “ balas gadis itu sambil cekikikan gak jelas. Bikin Joe makin gak terima, masa dia di lecehkan sebagai uke, poisi terlemah! Oh tidak harga diri dimanakah engkau!!!!

“ sekarang kita pilih yang lain lagi “ kata shige tetap tenang tidak memperdulikan keterpurukan partenrnya sekarang. Shige menarik dua orang cowok. Dia berpikir mungkin kalau cowok gak akan Tanya yang aneh-aneh.

“ nama? “

“ keele “ jawab cowok berambut panjang yang di iket kebelakang ( et deh! ) “ rony “ jawab cowok yang satunya lagi sambil buka topi.

“ woy Joe jangan diem di situ aja dong! Soalnya gue mau tantang elo nih “ kata pemuda yang bernama rony kepada Joe yang masih diem di pinggir. Dengan setengah di dorong sama shige, Joe pun bergabung kembali setelah ‘tenggelam’ beberapa saat.

“ truth or dare? “ Tanya Joe dengan feeling ga enak

“ dare! Gue tantang elo buat…..jelek-jelekin diri lo sendiri!! “

“ hhh…gue terima! GUE JOE COWOK PALING JELEK SENDIRI, PALING BEGO, PALING BELOON, PALING DODOL, ERROR,KOSLET, PUAS LO?! Kata joe dengan toa nya hampir membuat orang yang berada di jarak 1 meter kena serangan jantung.

“ puas gue! “ kata tuh cowok lalu turun panggung

“ SEKARANG LO MAO TANTANG SIAPA KEELE ?! “ Tanya joe masih mengguanakan suara ultranya

“ toa nya matiin dolo! “ sembur shige

“ …..gu..gue tantang shige aja deh…dare…” jawab cowok itu takut-takut udah ngeri duluan sama Joe. “ gue dare lo buat…………………..”

…………………………….long pause

“ kelamaan lo! Gugur! “ kata Joe yang udah normal .

“ oke kita pilih tiga sekaligus ya? “ Joe pun mulai meilih tiga orang dan pas dapet dia segera meminta ketiga orang yang udah dia tunjuk buat naik ke panggung.

“ nama kalian siapa? “ Tanya Joe udah bener-bener kepanasan

“ oca “ kata gadis yang agak tomboy dengan datar

“ leo “ balas cowok berkumis lebat

“ saki “ sambung gadis terakhir sambil senyum mencurigakan. Di belakang panggung tampak marissa shock begitu melihat saki.

“ itu kan saki!!? “ kata gadis itu histeris dengan wajah agak ketakutan

“ iya emang kenapa? “ sahut seorang kru dengan cuek

“ lo gak tau ya? Dia itu kan informer yang di takutin di kalangan infotainment dodol! Kalo dia udah tertarik sama sesuatu bakal di cari terus dan bakal di buka blak-blakan sama dia!!!! “ terang marissa kepada semuanya, kontan semua kru ikut shock

“ duh semoga tuh anak gak Tanya yang macem-macem deh!! “ harap marissa, tapi sayang harapannya kali ini gak akan terkabul.

“oca lo pilih siapa? “ Tanya Joe kepada gads tomboy tersebut

“ gue pilih Joe aja deh…abis dari tadi shige terus, truth apa dare? “

“….truth! “

“ hmm uda berapa kali lo pacaran sama seorang cewek? “

“ yah standar tuh “ kata Joe meremehkan

“ gue nanya ini Cuma mau tau aja lo playboy bukan “ jawab oca menjelaskan alasannya

“ 1 kali…” jawab Joe jujur yang langsung di tatap dengan penuh ketidak percayaan oleh semua umat yang sedang menyaksikan mereka saat itu.

“ yup..that’s true…just once..” ucap shige membenarkan, oca pun turun panggung dengan bengong

“ uh..ok leo sekarang giliran lo “ kata Joe dengan wajah merah karena ketauan deh dia baru pacaran sekali.

“ gue juga sama mau tantang elo…truth or dare? “

“ dare! “ dengan mantap Joe memilih dare, dari pada dia harus pilih truth, itu sama aja membuka aibnya sendiri.

“ ok Joe….gue tantang lo buat bikin shige ketawa! Abis kayaknya temen lo yang satu datar-datar aja! “

“ gue terima! “ Joe kayaknya mikir sebentar, dan gak lama dia dapet ide. Dia berjalan mendekati shige, shigenya kayaknya santai-santai aja melihat gelagat Joe yang udah mencurigakan. Mendadak tanpa terduga Joe menyerang shige, shige yang gak siap otomatis kaget dan membuat dirinya terjatuh dengan sukses.

“ minggir ah Joe! “ kata shige nyaris teriak, tapi Joe malah senyum licik

“ ini kan dare! Terima lah takdirmu wakakakaka “ jawab Joe malah kesenengan ngeliat muka panik dari shige. Yang di lakukan Joe adalah..megang lehernya shige! Ternyata cara itu ampuh bikin shige gulung-gulung dan ketawa!!!

“ udah, udah!! Nyerah!! Ampun! “ kata shige di sela tawanya. Bikin semua orang jawdrop ngeliat tindakan mereka berdua yang kayak anak-anak. Tapi Joe pun menghentikan tindakannya.

“ gimana? Gue menang kan? “ Tanya joe dengan gaya sok kepada leo, leo pun Cuma tersenyum hambar mengakui kekalahan tapi dapet moment bagus hehehe.

“ hu..huff oke peserta terakhir..saki mau tantang siapa? “ Tanya shige kecapean gara-gara kebanyakan ketawa

“ gue tantang lo berdua….truth! “ jawab gadis itu dengan tampang mencurigakan

“ ya udah mau Tanya apa sama kita? “ tantang Joe balik

“ gue mau tau..apa bener diantara kalian terjadi cinta segitiga dengan cewek yang namanya marissa? “

Baik shige dan joe pun langsung gak bisa jawab, begitu juga dengan marissa yang kelihatan cemas di belakang panggung

“ ….sory kalau itu kita skip aja gimana? “ tawar Joe baik-baik

“ hmph kalau gak di jawab berarti bener ya? Soalnya gue sempet liat kalian …jalan bareng gitu “ kata gadis itu sambil memasang muka sok “ tapi kalo gak mau jawab ya udah~~ “ saki pun melenggang turun dari panggung. Dan acara out door mereka selesai.

Semenjak hari itu saki terus membuntuti mereka, dan menanyakan hubungan mereka dengan marissa. Hal ini membuat Joe dan shige sangat terganggu karena mereka merasa privacy mereka sudah terusik berkat gadis ini. Bukan hanya Joe dan shige tapi sakit juga membuntuti marissa dan menanyakan siapa yang di pilih marissa, Marissa juga tak menjawabnya karena dia sendiri masih bingung.

“ jadi marissa siapa yang kamu suka? Joe atau shige ? “ Tanya seorang cewek bernama nia, salah satu teman marissa.

“…….gak tau…” jawab marissa bingung

“ elo gimana sih? Udah saatnya lo milih di antara mereka! Elo itu kaya ngasih harapan buat mereka berdua “ kata gadis itu menasehati marissa, tapi marissa hanya diam.

“ marissa..ini udah saatnya buat lo….untuk setia “

“ gue emang suka sama Joe tapi gue juga sayang sama shige, dan gue masih gak mau terikat! “ ucap marissa menjelaskan dengan yakin

“ kalo gini kasian mereka! Lo gak adil, sama aja lo mempermainkan mereka…..marissa ini saatnya buat lo tuk lepas dari cap playgirl! “ cewek itu tetep ngotot nyuruh marissa milih, karena menurutnya gak adil kalau marissa memberi harapan buat kedua cowok itu tapi gak milih satupun.

“ itu udah jadi keputusan gue! Gue masih gak mau terikat! “ tegas marissa lalu berjalan meninggalkan Nia yang masih duduk

“ lo gak bisa gitu marissa! Mereka berdua cowok baik-baik!! Kalo lo gini bisa rusak persahabatan mereka!! Marissa lo dengerin gue ngak!?? “ tapi sayang marissa sudah keburu menghilang, Nia pun hanya bisa menghela napas pasrah.

Marissa yang berjalan kebingungan tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang sudah lama tak di lihatnya “…edo? “ sapa gadis itu ragu ketika melihat pemuda yang sedang bersandar di tembok sambil melihat kearahnya.

“ hai marissa..apa kabar? “ Tanya cowok itu yang bernama edo sambil tersenyum hangat. Marissa dengan cepat berlari kearah cowok itu dan memeluknya dengan erat.

“ aku sangat merindukanmu edo!! “ kata marissa senang.

Tanpa di duga saat itu shige melintas dan melihat adegan itu, tentu saja shige shock melihatnya gak percaya ternyata marissa masih memiliki cowok lain. Memang benar Marisa gak pernah mengumumkan hubungannya dengan Joe ataupun dirinya, tapi setidaknya gadis ini sudah memberi harapan pada keduanya yang sudah sanat dekat. Tentu saja marissa bukan gadis bodoh, dia pasti ngerti perasaan Joe terhadap dirinya selama ini. Shige yang kesal memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu dan mau memberitahukan hal ini kepada Joe. Sedangkan marissa tampaknya gak menyadari kehadiran shige karena larut kedalam pelukan cowok yang bernama Edo itu.

“ gak! Gue gak percaya!! “ kata joe saat mendengar apa yang di katakan shige kepadanya “ gak mungkin marissa begitu..gak mungkin!!! “

“ tapi itu emang bener!! Saya liat dengan mata kepala saya sendiri joe! Percaya sama saya!! “ shige berusaha meyakinkan Joe kalau yang di lihatnya itu benar.

“…lo pasti bilang gini karena mau jauhin gue sama marissa kan..? iya kan!?? Jawab ge! “ tuduh shige kasar kepada shige, tuduhan itu membuat shige shock. Dia gak nyangka kalau Joe lebih percaya marissa gadis yang baru sebentar di kenalnya ketimbang dirinya yang sudah bersama dengan Joe sejak mereka smp. Hati shige benar-benar sakit saat itu.

“…..Joe…..oke…akan aku buktikan kalau semua itu benar!! “ jawab shige yang lalu keluar dari rumah. Sedangkan Joe tengah bimbang apa mungkin semua itu benar?? Tapi bagaimana kalau itu trik shige untuk mendapatkan marissa? Dia tahu kalau shige juga mengincar marissa……di tengah kegalauannya tiba-tiba handphone nya berdering, begitu di lihat nomor yang memanggil itu adalah marissa.

“ halo joe? Bisa ketemuan ga? Ada yang mau gue omongin” kata marissa kepada Joe

“ ya udah lo dimana? Gue jemput “ setelah marissa mengatakan dia ada di studio radio, Joe pun bergegas kesana karena banyak hal yang mau dia katakana dan tanyakan pada gadis itu. Dalam hati dia berharap apa yang di katakan shige semuanya salah.

“ sorry ya Joe…gue minta ketemuan mendadak “ kata gadis itu sambil meminum jusnya, sekarang mereka berdua sedang berada di cafe favorite mereka

“ gak apa-apa…emang ada apa? Kok kayaknya penting banget? “ Tanya Joe penasaran.

“ hmmm gak apa-apa..gue bingung gimana ngomongnya “ kata marissa seperti kebingungan gak biasanya.

“ sebelum itu gue mau Tanya sesuatu ke elo dulu ? “ Tanya Joe dengan muka serius “ apa bener tadi lo pelukan sama cowok? Di lorong studio? “ mendegar pertanyaan itu, seketika marissa terkejut dan berpikir darimana Joe tau? Rasanya saat itu dia gak ngeliat Joe. Tapi dia gak mau Joe tau

“ gak bener itu, kamu dapet ino dari mana? Saki? Hh jangan percaya Joe…mana mungkin aku pelukan ….” Jawab marissa menutupi yang ebenernya dan celakanya Joe percaya sama ucapan Marissa.

Tiba-tiba handphone milik Joe kembali berdering. Ternyata kali ini yang memanggil shige, dengan malas Joe mengangkatnya.

“ kalo lo Cuma mau bahas masalah tadi bakal gue tutup! “ ancem Joe begitu mengangkat telepon

“ Joe denger gue udah ada bukti! “

“ asal lo tau gue lagi sama marissa sekarang dan dia bilang kalau dia gak pernah pelukan sama cowok yang lo bilang itu! “

“ Joe! Dateng kemari kalau mau buktinya…ini dari saki karena dia juga sempet buntutin marissa dan Joe saya harap lo mau dateng ke bekas smp kita, ketemuan disana ! “

Tapi Joe seolah gak mau mendengarkan omongan shige, dia langsung menutup telepon itu.

“ shige ya? Kayaknya serius banget? “ Tanya Marisa was-was

“ gue rasa gue udah salah ngeraguin lo…..pasti saki biang keladinya “ gak lama turun hujan besar. Marissa pun meminta untuk tinggal di café lebih lama dulu sambil menikmati hujan dan udara dinginnya.

Disisi lain shige sudah berada di smp bekas mereka hujan-hujanan di depan gerbang, dia gak mengira akan turun hujan sebesar ini….entah mengapa saat itu dia punya firasat buruk. Hujan terus tak berhenti tanpa sadar shige sudah menunggu hampir satu jam di tengah hujan lebat itu. Dia menunggu disana karena yakin Joe pasti akan datang dan matanya akan terbuka kalau gadis yang di cintainya sudah menghkianatinya. Udara dingin berhembus menusuk tulang-tulangnya, perlahan shige mulai tak bisa merasakan tubuhnya, dia benar-benar kedinginan dan seiring dengan dinginnya angin dia mulai kehilangan kesadaran.

Joe masih menikmati hujan di café bersama marissa. Dan disaat dia sudah merasa inilah saat yang tepat untuk nembak marissa, lagi-lagi handphonenya berdering. Dari shige, awalnya Joe malas mengangkat tapi entah kenapa irasatnya mendadak gak enak, dan tanpa sadar Joe menekan tombol accept dan menerima telepon itu.

“ halo ini joe!!? “ Tanya suara di sebrang dengan panik. Kok suara cewek? Pikir Joe bingung

“ iya ini joe, kamu siapa? Kok HP shige bisa die lo? “ Tanya Joe penuh tanda Tanya dan feelingnya makin gak enak.

“ syukurlah “ terdengar suara tersebut agak lega “ gue saki, soal Hp shige di gue itu tar aja! Pokoknya sekarang lo ke RS di ( yap kembali gunakan imajinasi rumah sakit mana ) shige masuk RS keadaannya kritis! Buruan ya! “ kata saki dengan terburu-buru dan kemudian menutup telepon.

“ ada apa Joe? “ Tanya marissa cemas begitu melihat wajah Joe berubah pucat

“…shige…” Cuma itu respon yang di dapat dari Joe. Tanpa banyak bicara Joe segera pergi meninggalkan marissa, tidak memperdulikan marissa yang memanggil namanya berulang kali.

Begitu sampai di rumah sakit Joe langsung menerobos masuk dan mencari saki, untungnya saki sudah menunggu kedatagannya di lobi rumah sakit jadi dia bisa langsung menemukannya.

“ saki!! “ teriak Joe seraya berlari kecil menghampiri gadis itu

“ Joe!! “

“ gimana shige? kok bisa begini? “ Tanya Joe dengan napas gak beraturan saking paniknya

“ gue kebetulan aja nemuin dia jatuh di sebuah smp….pas gue temuin dia udah dingin banget, dan gue buru-buru bawa dia kemari..dan ini “ ucap saki menjelaskan apa yang terjadi dan dia juga menyerahkan beberapa lembar foto “ itu foto marissa jalan sama cowok dan pelukan…dia sempet minta ke gue sebelum dia pergi…dan itu bener gue masih ada klisenya kalo lo masih gak percaya ….” Tentu saja foto itu membuat Joe shock berarti selama ini apa yang di bilang shige itu beneran. Kali ini Joe bener-bener merasa bersalah, dimana dia saat shige menunggunya? Dan betapa bodohnya dirinya lebih mempercayai omongan marissa ketimbang sahabatnya sendiri.

“ ayo Joe “ ajak saki ke ruangannya shige “ kita gak bisa masuk kayaknya “

Joe pun terduduk lemas di bangku tunggu di temani oleh saki yang terus mengatakan kalau Joe gak perlu menyalahkan dirinya sendiri. Gak berapa lama salah seorang dokter keluar. Joe dan saki dengan sigap mendekati dokter itu dan menanyakan keadaan shige.

“ dia kondisinya belum begitu baik dan masih dalam keadaan tak sadar, tapi kalau dia istirahat penuh dia pasti sembuh “ kata dokter menjelaskan dan kemudian pergi berlalu, setidaknya penjelasan dokter tersebut membuat hati Joe sedikit lega. Handphone Joe kembali berdering dan kali ini yang memanggil tuan bowo.

“ Joe kamu dimana!? Kamu lupa sore ini CURHAT on air buat rayain hari jadi yang pertama? Buruan kemari dan jangan lupa bilang sama shige? “ perintah tuan bowo kepada Joe, dan telepon langsung di tutup.

“ kenapa joe? “ Tanya saki

“ hari ini acara ultahnya CURHAT dan gue disuruh dateng bawa acara bareng yang lain….”

“ lo pergi aja…shige gue yang jaga “ sahut saki berusaha menenangkan Joe

“ tapi…..” tampak terlihat keraguan di wajah Joe

“ udah lo pergi aja “

“….saki…jaga shige ya..kalau ada apa-apa bilang ke gue”

“ beres! “

Dengan setengah ragu Joe pun pergi meninggalkan saki dan shige serta berharap kalau semua akan baik-baik saja. Saat di studio joe udah telat 30 menit, itu karena dia ngelamun saat menuju kemari. Di lihatnya semua sudah berkumpul termasuk marissa. Joe langsung di tarik dan gabung sama Andre dan ridwan Host yang lain.

“ acara da mulai Joe, sesinya Cuma Tanya jawab aja! Eh shige mana? “ Tanya Andre bingung karena biasanya shige sama Joe selalu sama-sama. Tapi belum sempat Joe menjelaskan Marissa langsung memotong. “ soal shige tar aja deh! Acaranya nih “.

Acara berlangsung dan selama itu juga Joe kelihatan gak minat, tiba-tiba handphonenya berbunyi dan itu dari nomor teleponnya shige yang di pegang saki. Jangan-jangan…….pikiran Joe udah macem-macem.

“ ha..halo saki ada apa? “ Tanya Joe cemas

“ joe..shige…shige gak ada! “ kata saki, seketika itu bagaikan petir di siang bolong. Joe melepaskan genggamannay pada handphone dan membuat benda itu terjatuh keras. Semua orang studio kaget dengan tingkah Joe yang emang udah aneh dari tadi.

“ joe..? elo kenapa? “ Tanya ridwan sambil menepuk pundak Joe.

“…teman-teman…shige udah gak ada….” Kata Joe lirih “ siang tadi…dia di bawa kerumah sakit….dan tadi gue dapet kabar dari saki kalau dia udah gak ada “ kali ini terlihat Joe benar-benar menangis “ gue mau confess..maaf Joe kalo gue sempet gak percaya sama lo…ternyata elo bener…seandainya waktu itu gue nemuin lo…..pasti gak akan gini jadinya…….maafin gue shige…..” kata Joe sambil tertunduk membiarkan air matanya mengalir jatuh, bukan hanya Joe yang lain pun turut sedih…marissa sendiri ikut merasa bersalah dan diam-diam berkata ‘maafin gue shige…’.

“ untuk menghormati shige mari kita berdoa “ kata salah seorang kameramen dan mereka semua berdoa dengan serius.

“ berdoa selesai “ kali ini terpampang wajah-wajah sedih dan lesu, dan anak nongkrong yang nonton ikutan shock gak percaya bahkan ada yang pingsan dan nangis sejadi-jadinya.

“ marilah teman-teman kita mengheningkan cipta untuk mengenang moment bersama shige “ kata marissa tiba-tiba. Semuanya kembali menundukkan kepala dan hening, mereka mengingat kembali masa saat shige masih ada bersama mereka Entah siapa mendadak lagu tak ada yang abadi berkumandang di studio, membuat suasana semakin sedih.

“ ini kan….lagu yang di suka sama tuh anak..” kata Joe pelan

“ jangan ngomong aneh-aneh lo……merinding nih gue “ kata andre takut-takut

Andre kembali menundukkan kepalanya, dalam hati dia berdoa semoga gak ada apa-apa. Tanpa sadar di belakang mereka sudah berdiri sosok pemuda dengan memakai piyama putih sambil melihat mereka dengan tampang bloon.

“ kalian sedang apa? “ tanya pemuda itu. Semua orang menoleh dan melihat sosok shige!! beberapa orang kru ada yang teriak teriak gaje bilang ‘shige bangkit dari kubur ‘, Andre dan ridwan pun udah ngacir, tinggal Joe sendiri.

“……shige…? “ tanyanya masih gak percaya. Apa bener nih hantu? Tapi kakinya napak kok

“ ….ada apa sih? Saya masih hidup kok – “ kata shige dan tiba-tiba saja omongannya terputus karena pelukan dari joe. Joe memeluk sahabatnya ini dengan erat.

“ maafin gue ya….gara-gara kebodohan gue yang gak percaya sama lo….gue…..” Joe udah gak kuat lagi buat nerusin omongannya..dia udah nangis

“ joe…baju gue basah nih “ ucap shige dengan suara pelan

“ so..sory….tapi lo kok bisa disini? “

“ iya lari dari rumah sakit! Bagaimana mungkin kalian melewatkan acara ultah curhat tanpaku! “ kata shige bersemangat

“ dasar! “ Joe tersenyum kepada shige, kali ini dia benar-benar lega melihat sahabatnya tidak apa-apa.

Esoknya Joe sedang beres-beres bersama saki di rumahnya, Joe dan shige berencana untuk pindah ke bandung dan menerma tawaran kerja on air di sana, Saat sedang beres-beres tiba-tiba muncul marissa, andre dan ridwan serta beberapa temannya dari studio radio. Joe dan shige benar-benar terkejut dengan kedatangan mereka. Tapi joe tau siapa yang menyebar berita kepindahan mereka.

“ hmph! Saki!? “ ucap Joe yang udah yakin kalo sakilah biangnya

“ eheheheh abis gimana ya…masa lo pergi aja tanpa ngabarin “ sahut saki sambil nyengir kuda

“ kita semua mau anter kepergian lo berdua kok…dan sebelumnya…aku mau minta maaf “ kata marissa dengan perasaan masih merasa ga enak

“ gak apa-apa kok marissa..gue sama shige gak marah! Lagian….sahabat terbaik gue juga gak kenapa-kenapa…” jawab joe sambil tersenyum manis

“…terimakasih! “ balas marissa sambil menangis, dia gak menyangka kalau joe dan shige mau memaafkannya setelah apa yang dia perbuat dan hampir membuat shige celaka.

“ barang-barang udah di masukin mobil….ayo ge kita berangkat! “ seru joe semangat

“ roger that! “

“ …..guys kita pergi dulu yah!! Semoga acara kalian sukses” kata joe sedikit banyak terharu

“ ya lo berdua juga sukses ya disana “ ucap ridwan sambil berjabat tangan dengan Joe dan shige.

Akhirnya kedua cowok itu pergi dari tempat yang sudah membesarkan nama mereka, mungkin pergi ke bandung adalah keputusan yang tepat dan semoga saja disana jauh lebih baik, atau kalau bisa dia dan shige bertemu jodoh disana hehehe.Lagipula……. joe sangat senang karena dia melakukan perjalanannya bersama sahabatnya sendiri, shige. Dan akan selalu begitu………………..



The end