Minggu, 31 Mei 2009

Ghost story part II

“ hualo rico gimana kondisimu?! “ Tanya nino bersemangat dan langsung mendekati tempat tidur rico
“ idiot, ini rumah sakit jangan keras-keras “ kata nuno sambil menggeplak kepala nino
“ …..hai co..” sapa dimas pelan
“ ..hai….” sapa rico balik “ ….hhh gw tau alas an lo kemari…pasti tentang cewek itu lagi kan? “ tebak rico
“ gak juga , kalo lo gak mau cerita gak apa-apa…gw ga akan maksa, lagian kalo gw tau bakal kayak gini…..mending waktu itu gw gak nanya….” Kata dimas jujur
“ mending lo pada duduk deh…gw certain yang gw tau “ pada akhirnya rico bersedia mau cerita.
Dimas dan yang lainnya duduk mengelilingi rico dan mereka mendengarkan cerita dimas dengan sangat serius, sampe nino gak sempet kedip.
“….jadi dulu di kelas kita yang sekarang ada murid yang meninggal namanya Karin, dia itu jago dalam hal seni…kaya musik dan lukis. Cewek ini adenya ryo…salah satu cowok popular di sekolah kita….dan dia katanya sih di bunuh sama cowok yang dia suka…tapi itu baru rumor….ada yang bilang dia di bunuh ryo tapi gak ada bukti… “
“ terus kenapa lo sampe takut gitu? “ Tanya nuno yang akhirnya penasaran juga
“ …gw Cuma takut….dulu ada seorang guru yang pernah cerita gini terus besoknya dia di temukan tewas dalam keadaan gak wajar! Dan ada lagi seorang senior yang juga pernah nakutin juniornya pake cerita ini….dan dia menghilang sampe sekarang gak di temuin! “ kata rico menjelaskan sambil masang tampang serius “ makanya gw ngeri…takut ada kesalahan..”
“ terus lo bisa kaya gini pasti gara-gara roh itu kan?” Tanya dimas merasa yakin
“ …..iya….pas gw naik motor mao ke apotik…gw liat dia berdiri sambil bilang pembohong ke gw…”
“ …ya udah..thanks ya co….dan sory udah bikin lo kaya gini “ kata dimas kepada rico
Setelah itu mereka bertiga pamitan pulang kepada rico, dan saat mereka keluar dari rumah sakit mereka bertemu dengan sosok yang tak dikenal ( bukan penampakan kok ).
“ kamu yang namanya dimas? “ Tanya sosok pemuda di hadapan mereka dengan suara datar begitu melihat dimas
“ iya…..tau dari mana? “ Tanya dimas dengan perasaan ga enak
“ saya tau dari mana itu gak penting….saya hanya mau memperingatkan hati-hati dengan yoga….dia bisa saja membunuhmu “ kata cowok itu memperingatkan dengan nada datar dan wajah tanpa ekspresi
“ tu tunggu! Kamu kenal yoga? Sebenarnya kamu siapa?! “
“ hmm….saya ryo “ terang pemuda itu kepada dimas dkk
“ jadi kamu yang namanya ryo? Apa hubungannya kamu dengan yoga? Soalnya dia memperingatkan saya agar hati-hati terhadap orang yang bernama ryo….apa ryo yang dimaksud itu adalah kamu?? “ kali ini dimas udah gak tahan dengan semua misteri yang sedang dia alamin.
“ hmph..dia bergerak selangkah lebih cepat rupanya….” Gumam cowok itu yang jalan meninggalkan dimas yang masih kebingungan
“ …udah lah…gw yakin pasti tar terungkap juga kok apa yang lo alamin “ kata nino menenangkan perasaan dimas yang galau.
“ gak..gak bisa! Skarang juga gw mao balik ke sekolahan! “
“ APA?!! Balik kesekolahan itu lagi?!! “ belalak nino dan nuno gak percaya secara bersamaan
“ kalau kalian gak mau ikut gak apa2..gw bisa kesana sendiri”
“ te..tentu aja gw ikut!! i.iya kan nuno?!! “ sela nino sok berani sambil melirik nuno
“ iya kita pasti ikut “ sambung nuno tenang padahal dalam hati udah ancur-ancuran ‘ gila balik lagi kesitu?!! OMG mimpi apa gw! ‘ kira-kira begitulah isi hati nuno saat ini.
Setelah di putuskan mereka kembali ke sekolahan itu meskipun ada perasaan takut menyergap.

“ di..dimas…udah jam 7 nih! Masa balik lagi? Kalo ketauan gimana? Besok pagi aja kita balik lagi “ kata nino udah jiper ngeliat sekolahan mereka yang ternyata seram juga kalau di liat pada malam hari.
“ kita kan udah sampe sini, masa balik lagi sih “ kata dimas yang tetep ngotot mau masuk
“ udah buruan masuk “ kata nuno sambil ngedorong nino masuk kedalem yang di ikuti oleh dimas dan dirinya.
“ o..oy kita mau kemana nih? “ Tanya nino yang emang paling jiper sama hal-hal begituan.
“ ke perpustakaan “ jawab dimas singkat yang di ikuti dengan tatapan-sumpe-lo!!-dari nino. Sedangkan nuno tetep berusaha stay cool jaga image.
Begitu sampai di depan perpustakaan ketiga cowok itu masuk pelan-pelan ( udah kayak maling ayam ) di sertai dengan wajah waspada, kali-kali aja roh itu nongol lagi di depan muka mereka.
“ lo mau cari apa sih disini? “ Tanya nuno yang berada di paling belakang
“ data nya si Karin “ kata dimas sambil ngacak-ngacak rak biodata “ lo berdua bantuin cari dong “ suruh dimas kepada dua temannya itu yang terus-terusan membuntutinya kaya anak ayam ngikutin induk ayam, keduanya mengangguk dan berpencar.
“ nih semua biodata angkatan tahun lalu yang gw temuin “ kata nuno sambil meletakkan arsip-arsip itu di atas meja, begitu juga dengan nino.
Dimas mulai membaca arsip itu satu-persatu yang di Bantu oleh nino dan nuno. Satu-persatu dimas membuka lembar-lembar file itu dengan sangat hati-hati dan teliti, sampai akhirnya dia menemukan lembar arsip milik Karin.
“ ini nih punya si Karin! “ kata dimas dengan perasaan lega yang dapat menemukan data tentang Karin, duo bersaudara itu segera ikut melihat data milik Karin.
“ ini nih punya si Karin! “ kata dimas dengan perasaan lega yang dapat menemukan data tentang Karin, duo bersaudara itu segera ikut melihat data milik Karin. Dimas membaca data milik file dan mendadak ‘BRAKK! ‘ pintu perpustakaan terbuka seperti di dobrak oleh sesuatu membuat ketiga insane itu ketakutan setengah idup, apalagi nino yang langsung ngumpet di balik punggung nuno.
“..si..siapa yang buka pintu? “ Tanya nino gemetaran
“mana gue tau! “ sahut nuno gak kalah takut
Mereka bertiga berjalan mendekati pintu itu dan betapa kagetnya mereka melihat sosok yang muncul, Sosok gadis itu menampakkan diri di hadapan mereka. Nuno yang berada paling depan langsung jatuh pingsan!
“..nu nuno! Jangan pingsan dong!! Gyaaaaa! “ melihat hantu itu makin dekat nino pun ikutan pingsan.
Dimas yang melihat kedua temannya pingsan memutuskan untuk lari keluar mencari bantuan, dan dengan keberanian yang terkumpul dimas berlari menerobos sosok itu.

Dimas berlari di lorong dan dia tiba-tiba terjatuh! Kepalanya membentur lantai………..
Disisi lain ada seseorang yang mendekati nuno dan nino yang terbarin dengan nikmatnya di lantai.
“ kalian, ayo bangun! Hey! “
Tampak nino mengerjapkan matanya dan mendapati sosok yang tengah berdiri di depannya
“ HUWAAA SETAN!!! “ teriaknya lebay
“ hey! Saya bukan hantu! “ protes sosok itu yang ternyata adalah ryo
“ lho? Ryo? Kok bisa kemari??? “ tanyanya penuh kebingungan
“ saya kemari karena saya merasa kalau roh Karin akan datang disini…..saya akan cari dimas dan…kamu bangunkan temanmu itu, susul saya nanti “ katanya yang bergegas pergi dari tempat itu.
“ no..NUNO! “ teriaknya pake toa tepat di telinga si nuno yang membuat nuno langsung bangun
“ hwa! Setannya udah pergi ya!!? “ katanya setelah bangun dari pingsan
“ udah gak ada! Kita harus cari dimas ! “ kata nino, dan keduanya segera beranjak mencari dimas.

Dimas yang pingsan akhirnya terbangun, saat dia terbangun suasana sekolah menjadi ramai dan sudah pagi. ‘ apa aku masih bermimpi?’ pikir dimas sambil menepuk pipinya sendiri. Saat itu dimas melihat sosok gadis yang sudah lama dia kenal, dialah Karin tapi kali ini wujud Karin bersih dan ceria. ‘apakah ini….aku masuk kedalam ingatan Karin?’ Tanya dimas menduga-duga apa yang sedang dia alami ini. Akhirnya dimas mengambil kesimpulan kalau roh Karin mau memberitahukannya sesuatu dengan cara ini, maka dia pun mengikuti sosok Karin ini.
“ hai Karin selamat ya! “ sapa seorang gadis memberi selamat yang di balas senyuman manis dari Karin.
Karin berjalan menelusuri lorong dan naik ke atas, dan dia bertemu dengan ryo yang sepertinya memang sengaja menunggu Karin lewat disitu
“ hhh sudah kubilang Karin dia itu bukan cowok yang baik untuk mu” kata ryo menatap Karin tajam
“ …ta.tapi…Karin…tidak…Karin tidak akan membohongi perasaan Karin sendiri! “ kata Karin mantap dan kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ryo.
Karin naik ke tempat paling atas dan di balkon dia melihat yoga sedang berciuman di sana dengan seorang gadis, seketika perasaan Karin langsung hancur. Dia segera pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan tak karuan, dan tanpa melihat jalan dia terpeleset dari tangga dan terjatuh, kepalanya terbentur keras yang membuatnya tewas seketika. Ryo orang yang pertama kali menemukannya karena dia sempat mendegar jeritan Karin, saat itu ryo melihat yoga turun dari tangga dan muncullah praduga di antara keduanya. Ryo menduga Karin di dorong oleh yoga sedangkan yoga menduga ryo memukul kepala Karin….
Sekarang dimas mengerti, jadi roh Karin tidak tenang karena kejadian ini, dia pasti ingin yoga dan ryo berteman kembali. Setelah itu roh dimas seakan terbang melayang dan seketika dia terbangun dari tempatnya pingsan. “ pasti ini maksud Karin” gumam dimas kepada dirinya sendiri. Cepat-cepat dimas meninggalkan tempat itu, namun di jalan dia bertemu dengan ryo.
“ dimas dimana Karin? “ Tanya ryo cepat
“ ryo..aku sudah tau semuanya….karin ingin kau dan yoga berteman kembali…dan…”
‘Bruk! ‘ dimas pingsan kembali.

Esoknya kebetulan hari minggu, dimas meminta nuno dan nino mencari ryo, dan layaknya seorang intel, kedua agen itu ( baca : nino dan nuno ) berhasil menemukan ( lebih tepatnya memaksa ) ryo ke rumah dimas. Dan dimas menjelaskan semua penglihatannya yang dia dapat dari roh Karin kepada ryo, meski ryo terlihat gak percaya tapi dia menyetujui ide dimas untuk datang lagi kesekolahan malam nanti dan menenangkan roh Karin, sekalian mencari yoga.

Malamnya sesuai rencana mereka pergi ke sekolahan itu dan dengan bantuan rico mereka berhasil mendapatkan seorang paranormal yang memang bisa mengembalikan roh.
“ si yoga kemana sih nih? “ Tanya dimas cemas
“ gak tau! Udah gw pesenin sama nyokapnya……” sahut nuno
“……saya rasa dia tidak akan datang “ kata ryo yakin
“ arghh kalau begini roh Karin gak akan tenang! “ teriak dimas agak frustasi
“ ssst diem!! Acara pemanggilan roh mo di mulai! “ protes rico kepada dimas yang berisik.
Proses pemanggilan di laksanakan dan gak ada 5 menit roh Karin sudah muncul di hadapan mereka semua.
“ roh Karin kembalilah kealam mu , disini bukan duniamu dan kamu sudah tidak pantas lagi berada di dunia ini “ kata sang paranormal kepada roh Karin yang masih berdiri dengan tatapan hampa.
“ Karin…pergilah dengan tenang “ kali ini ryo meminta kepada roh Karin agar pergi
“ si yoga sialan! Kemana sih tuh anak?! “ umpat dimas kesal udah gak tahan lagi
“ gw belom telat kan? “ kata seorang pemuda yang tiba-tiba datang yang tak lain adalah yoga
Dapat terlihat roh Karin melihat yoga sesaat lalu melihat ryo, seperti sudah mengetahui ryo langsung berjalan kearah yoga.
“ yoga..maaf selama ini saya sudah salah paham terhadap kamu…mulai sekarang mau kan kita berteman lagi? “
“ ….sama-sama ryo, gw juga minta maaf “
Kedua pemuda itu berjabatan tangan di depan roh karin
“ nah ayo Karin sekarang pergilah “ kata paranormal itu kembali, tapi aneh roh Karin masih tidak bergeming
“ apa masih ada yang mau kau lakukan? “ Tanya paranormal itu kembali. Dan paranormal itu melakukan kontak batin dengan roh kari, gak berapa lama paranormal itu berkata “ …roh ini ingin sekali mengatakan sesuatu kepadamu nak yoga…tapi dia butuh bantuan dimas “.
“ sa..saya akan membantu apa yang saya bisa “ sahut dimas cepat
“ baiklah kalau begitu..siap-siap lah dimas “
Gak berapa lama roh Karin dapat terlihat memasuki tubuh dimas.Sekarang dimas yang tubuhnya di rasuki oleh roh Karin berjalan mendekati Yoga.
“ yoga..aku…mencintaimu…” kata Karin yang berada di dalam tubuh yoga
“ Karin…maaf….sebenarnya dulu aku mencintaimu…hanya saja aku merasa tak pantas untukmu makanya…makanya aku…” kata yoga terus terang mengenai perasaannya.
“ taka apa yoga..karin senang bisa mengetahui perasaan yoga selama ini…” balas roh Karin sambil tersenyum, kemudian Karin berjalan mendekati yoga dan mencium bibir pemuda itu dengan lembut. Seketika roh Karin keluar dari tubuh dimas, sedangkan dimas langsung terjatuh yang langsung di tangkap oleh nuno. Roh Karin kini bisa pergi dengan damai, dapat terlihat seuntai senyum menghiasi wajahnya yang manis.

1 minggu setelah kejadian itu

Akibat kejadian itu yoga dan ryo berteman kembali bahkan dimas pun jadi akrab dengan keduanya.
“ oy dimas! Di cariin yoga sama ryo lo, di tunggu di kantin katanya! “ kata nino mengirim pesan secepat geledek.
“ iya tar gw kesana! “ sahut dimas gak kalah cepat kali ini secepat siput (?)
Bel sekolah berbunyi dan pelajaran telah usai, semua murid berhamburan berdesakan keluar kelas.
“ gw gak bareng kalian ya, ada urusan! “ kata dimas kepada duo dempet itu, dan segera dia pergi menuju kantin sekolahnya, begitu sampai tangga dia bertemu dengan ryo.
“ siang dimas” sapanya ramah
“ ah…siang “
“ kita harus cepat, saya rasa yoga sudah lumutan menunggu “ kata ryo sambil tersenyum kecil.
Keduanya pun berjalan menuju kantin, dan disana mereka mendapati sosok berkepala coklat tua aka Yoga yang sedang duduk ambil melihat beberapa lembar foto.
“ YO! “ kata ryo keras dengan melambaikan tangannya ke atas yang di sambung dengan
“ GA “ dari dimas gak kalah kerasnya
“ apaan sih lo pada manggil nama gw pake di potong-potong segala “ protes yoga yang di balas dengan cengiran gak bermutunya dimas.
Kedua mahkluk itu duduk di dekat yoga dan ikut melihat foto-foto itu
“ tuh foto yang gw dapet dari acara pecinta alam di kampus, lo sempet minta kan foto pemandangan alam buat lo jadiin obyek lukisan lo” kata yoga sambil mamerin foto miliknya.
“ iya thanks ya! “ ucap dimas sambil mengambil foto itu
“ ya udah yuk cabut ke rumah gw! “ kata ryo yang mulai ketularan omongan kedua temannya itu.



THE END

Kamis, 28 Mei 2009

Ghost story

Pagi itu sebut saja namanya dimas bangun pagi lebih awal dari biasanya. Dia dengan cekatan membuat sarapan untuk dirinya sendiri, maklumlah dia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya sibuk bekerja mengurus bisnis mereka di luar negri dan baru akan pulang pada awal tahun baru nanti, sebenarnya dia memiliki seorang adik perempuan bernama vina, tapi adiknya ikut bersama orang tuanya. Dimas sendiri yang memilih untuk tetap tinggal di Jakarta, dan hari ini adalah hari pertama dia masuk ke sekolah barunya ( salah satu sekolah terkenal di Jakarta, tebak aja deh sekolah apa ) karena dia murid pindahan dari bandung, makanya Dimas gak ingin datang terlambat.

Setelah menyelesaikan sarapannya Dimas segera bergegas pergi kes ekolahannya, beruntung letak rumahnya tidak terlalu jauh, dia cukup hanya naik bus sekali yang menuju ke sekolahannya.

“ untung gak telat “ gumam dimas ketika sampai di depan pintu gerbang sekolah

Dengan segenap keberanian dia melangkahkan kaki masuk kedalam dan menuju kelasnya

‘Kriekkkk’

Bunyi suara pintu yang dia buka, dimas melongok kedalam kelas tapi belum ada siapa-siapa ( jelaslah masuknya aja jam 7, dia udah dateng jam 6 ! dasar rajin ).

Begitu masuk Dimas merasakan hawa dingin yang membuat bulu kudukknya berdiri tapi dimas menampik perasaan itu, dia segera meletakkan tasnya di bangku paling depan barisan tengah. Lalu dimas memutuskan untuk pergi kekantin sekolah daripada sendirian di dalam kelas yang semakin lama membuatnya takut.

Akhirnya bel masuk yang di tunggu berbunyi juga ‘akulah mahkluk tuhan yang tercipta yang paling seksi! ‘ …….hening semuanya jawdrop mendengar bunyi bel yang mampu membuat orang yang mendengarnya terkena virus narsis, ‘KRINGGGGG’ nah! Ini baru bunyi bel yang asli! Semua murid yang masih di jalan dengan segenap kekuatan jiwa dan raga berlari masuk berebutan ke gedung sekolah, Dimas yang ada di kantin pun dengan cepat pergi ke kelasnya.

“ pagi anak-anak! “ sapa seorang guru begitu masuk kedalam kelas, semua murid membalasnya dengan lemparan senyum, tomat, jeruk, sepatu, Koran ( ya enggak mungkin lah! ) mereka membalasnya dengan ucapan ‘PAGI’ secara serempak dan lantang membuat guru itu terpaksa harus menutup telinganya.

“ seperti biasa kelas ini selalu bersemangat ya! “ kata guru itu lagi sambil mesem-mesem gaje, lalu pandangannya berhenti pada Dimas.

“ kelihatannya ada murid baru disini! “ semua murid spontan menatap Dimas, yang di tatap pun baru sadar.

“ yak kamu! Coba sini sebentar perkenalkan dirimu pada teman-teman yang lain! “

Dengan setengah terpaksa dimas maju kedepan kelas di iringi dengan tatapan dari seluruh isi kelas termasuk tatapan nakal sang cicak yang berada di langit-langit ruangan.

“ perkenalkan..na..nama saya Dimas pindahan dari sekolah ( menyebutkan salah satu sekolah di bandung ) di bandung! “

“ lalu kenapa kamu pindah kemari dimas? “ Tanya guru itu dengan tampang serius

“ oh, orang tua saya yang mengusulkan….karena kedua orang tua saya harus mengurus bisnis di luar negri, jadi saya pindah ke Jakarta karena dekat dengan rumah tante dan paman saya, pak “

“ oh begitu toh! Nah anak-anak dimas sudah memperkenalkan diri, sekarang giliran kalian yang mengenalkan diri kalian pada dimas! Di mulai dari pojok kiri, yak mulai!”

Semua murid memperkenalkan diri satu–persatu sambil berdiri, dan akhirnya ritual saling mengenal itu selesai juga, dimas pun di perbolehkan duduk kembali tetapi saat dimas berniat untuk kembali ke tempat duduknya guru itu menyambar ( emangnya petir! ) lengan dimas dengan cepat, lalu berkata “ oh ya, ada satu murid lagi yang belum dikenalkan “, dimas Cuma bengong, ‘rasanya kok ada yang aneh’ pikir dimas dalam hati.

“ tapi ya sudahlah nanti kamu juga kenal kok “ kata guru itu lagi dan melepaskan lengan dimas.


“ oy dim! Ke kantin yok! “ ajak salah seorang murid dikelas yang bernama nuno

“ ah gak deh….gw di kelas aja” kata dimas menolak ajakan nuno

“ oh..ya udah, gw sama anak2 mao ke kantin ! lo susul aja tar “ nuno pun cabut dari kelas bersama anak cowok lainnya.

……………………………….

Suasana hening, dan ketika dimas melihat ke belakang dia melihat ada seorang gadis sedang duduk asik sambil mendengarkan musik., gadis itu memiliki rambut pendek lurus seleher berwarna coklat muda memakai sweater berwarna kuning lusuh menutupi kemeja sekolahnya.

‘mungkin dia gak ikut keluar sama temen-temennya yang cewek ‘pikir dimas.

Seperti menyadari sedang di perhatikan gadis itu tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatap dimas.

Hanya dalam hitungan detik saja hawa dingin mulai terasa, tatapan gadis itu begitu hampa dan sedih….tanpa disadari rasa takut mulai menyergap dimas, aneh tiba-tiba saja suasana menjadi gelap padahal ini kan siang. Gadis itu mulai berdiri dan berjalan…bukan, tapi melayang! Membuat dimas shock!! Saking shocknya dimas sampai tidak bisa beranjak dari tempatnya berdiri, otaknya mmerintahkan dirinya sendiri untuk lari tapi aneh tubuhnya seolah membeku tak mau bergerak.

Tubuh gadis itu kini berada di hadapan dimas, dia masih menatap dimas dengan tatapan kosong, wajahnya yang pucat menggambarkan raut kesedihan, dan di baju gadis itu ada bercak darah bahkan di wajahnya juga terdapat sedikit noda merah.

“….ma…mau apa kamu.? Ja..jangan..ganggu..sa..saya! “ kata dimas terbata-bata

“………..tolong..” hanya kata itu yang keluar dari sosok gadis misterius itu, dan seketika dimas jatuh pingsan.


“ Kembalikan..!! “ teriak dimas dan dalam sekejap dia membuka matanya dan mendapati dirinya berada di ruang uks sekolah. Dimas berpikir sejenak dan menyadari terjadi keanehan pada dirinya, baju yang sekarang dia kenakan adalah baju seragam olahraga, dia tidak lagi memakai baju seragam lamanya. Ini aneh, pikir dimas heran, seingatnya dia belum beli baju seragam sekolah yang baru tapi kenapa dia sudah memakai baju olahraga? ‘ ada yang gak beres nih ‘ dimas beranjak dari kasur uks dan tanpa sengaja melihat tanggalan di dekat meja, betapa shocknya dimas melihat kalau tanggal yang tertera adalah tanggal 8, itu berarti sudah 7 hari berlalu sejak kejadian dia bertemu sosok misterius di dalam kelas.

Masih belum percaya dengan apa yang dia alami dimas berusaha menepuk jidatnya sendiri –ati2 gegar otak mas- dan mencubit tangannya sendiri “ aduh…beneran sakit ! “ keluh dimas kesakitan sendiri. Ditengah dilemma yang dihadapinya dimas menangkap sosok gadis itu kembali dari jendela uks berjalan melewati lorong sekolah, dimas segera menyusul, tapi begitu sampai di lorong itu dimas tak mendapati sosok gadis tadi, dia malah bertemu dengan Nino saudara kembar Nuno.

“ hey! Lo udah gak apa2? “ sapa sekaligus Tanya nino sama dimas. Tapi yang di Tanya malah diem dan masang muka panik.

“ hello, woy! “ kali ini tangan nino melambai-lambai lebay di depan muka dimas “ lo kenapa sih? “ tanyanya bingung.

“…..nino? kok gw bisa di uks? Emangnya gw kenapa? “ kali ini gantian dimas yang bertanya. ( kenapa dimas bisa mengenai nino? Karena nino lagi jadi ketua panitia band dan pake kartu nama yang di gantung di leher )

“ lo emangnya ga inget? “ Tanya nino sambil menempelkan telapak tanganya ke jidat dimas

“ apa-apaan sih lo!” protes dimas sambil menjauhkan tangan nino darinya

“ gak gw Cuma mo mastiin kepala lo ada yang kebentur apa kagak “ kata nino sambil nyengir kutu

“ seriusan nih! Gw kaga mao bercanda “

“ ……lo pingsan waktu disuruh lari 10 kali di lapangan pas pelajaran olahraga tadi”

“ gw? Pingsan waktu olahraga?” Tanya dimas kembali tapi sepertinya pertanyaan ini di tujukan untuk dirinya sendiri

“ dah ah, gw cabut dolo udah di tunggu rapat! “ nino pun buru2 ngacir

‘ masa gw pingsan? Gak mungkin gw pingsan apalagi pas olahraga? Secara gw kan lumayan jago olahraga…’ pikir dimas rada narsis dan bingung, tapi dia memutuskan untuk kembali ke kelas.

Begitu masuk kelas semua mata memandang dimas yang baru saja masuk, di lihat seperti itu dimas pun jadi kikuk tapi dia berusaha cuek dan duduk ke bangkunya.

“ udah baikan ? “ Tanya seorang cewek yang mendekati tempat duduk dimas

“ …iya makasih “ jawab dimas sopan dan cewek itu tersenyum.

“ eh nuno mana? “ dimas bertanya pada gadis itu

“ nuno ya…tadi sih ke kantin! “ sambar seorang anak cowok yang duduk di pojokan paling depan.

“ gw kesana dulu deh ! “

“ …..gak apa2 kamu kesana dimas? Kalau ketauan yoga gimana? “ Tanya gadis tadi dengan wajah yang seolah berkata –are-you-dare-to-go?-

“ iya! “ jawab dimas mantap dan meninggalkan kelasnya menuju kantin serta melupakan hal yang penting! Dia lupa nanya ke cewek tadi siapa namanya, lumayan manis sih! Eh bukan itu maksudnya lupa nanya siapa yoga yang dimaksud, seingetnya dia gak kenal yang namanya yoga. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sudah terlanjur keluar kelas masa balik lagi! Dengan tekad kotak-kotak dimas melanjutkan misinya untuk menemui nuno di kantin.

“ Nuno!!! “ panggil dimas ¾ teriak dan yang di panggil bukannya nengok tapi malah jalan terus menghindari dimas, dimas pun terpaksa berlari tapi karena dia baru sadar dari tidur panjangnya ( baca : pingsan ) dimas jadi gak kuat untuk lari, dia berhenti dengan napas nyaris putus, ingin rasanya saat itu dimas menimpuk kepala nuno dengan benda terdekat seperti menimpuknya dengan tong sampah tapi sayang dimas gak kuat! Yang ada kena omel. Tapi untunglah si nuno cukup berbaik hati, ketika melihat dimas yang kecapean diapun berhenti dan menghampiri teman barunya itu.

“ kok lo lari sih gw panggil?! “ sembur dimas jengkel

“ hehehe jaga-jaga aja kalo lo nyerang gw “ kata nuno sambil garuk-garuk idung

“ nyerang? Nyerang apaan maksud lo? “

“ ya..yah kali aja gw type elo! “ jawab nuno tidak berkepriwarasan dan ‘DHUAG’ satu bogem mentah mendarat di muka nuno

“ sialan lo! Gw masih normal kale! Straight!!! “ sahut dimas dengan perasaan benar-benar ingin menelan nuno idup-idup.

“ a..aduh..tapi gak usah pake mukul gitu dong!! “ protes nuno sambil memegangi hidung kebanggaannya.

“ dah deh…ada yang mau gw tanyain ke elo! Kok dari tadi anak2 ngeliatin gw gitu banget ya? Elo juga! Bisa-bisanya bilang gw……..sebenernya apa sih yang terjadi? Terus elo kenal yoga? “ Tanya dimas mengeluarkan semua uneg2 nya dengan perasaan kacau “ terus terang…gw ga inget apa yang udah gw alamin selama 1 minggu ini!! “ terang dimas kembali.

“ tar deh gw jelasin pas balik sekolah……udah masuk tuh! “ kata nuno kalem sambil berjalan duluan menuju ke kelas mereka.


“ APA?!!!!!” jerit dimas shock hampir membuat telinga nuno tuli permanent ketika mendengar penjelasan dari nuno apa yang dia lakukan selama satu minggu ini.

“ he eh…makanya anak-anak jadi gitu liatnya ke elo…”

Sebenernya apa yang terjadi selama 1 minggu itu sampai membuat dimas teriak lebay gitu? Begini nih ceritanya

Jadi pas pingsan itu si dimas ditemuin sama nino, begitu sadar terjadi perubahan sikap dimas jadi murung dan pendiam, dia juga tak banyak bicara. Dimas selalu bersemangat pada kegiatan eskul musik dan melukis terutama permainan biolanya. Dan pada hari ke empat dimas yang baru pertama kali melihat yoga langsung berlari dan memeluk cowok itu!!! ( ini nih bagian ga enaknya ), sejak saat itu dimas sering terlihat bersama yoga, bahkan sebelum dimas pingsan hari ini yoga sempat menemui dimas dan berbicara sebentar, hal inilah yang membuat teman-teman sekelasnya menyimpulkan kalau dimas memiliki hubungan special dengan yoga salah satu alumni yang cukup popular di kelas mereka.

“ elo yakin dan beneran gak inget apa-apa selama satu minggu itu? Atau jangan-jangan pas pingsan tadi pala lo kebentur keras? “ Tanya nuno meyakinkan

“ iya gw yakin…hal terakhir yang gw inget cuman….” Tapi dimas tidak melanjutkan kata-katanya, dia takut di anggap pembohong dan yang lebih parahnya dia di anggap orang gila!

“ ..ah gak! Thanks ya no udah percaya gw! Gw belok sini, duluan ya “ kata dimas sambil berbelok tapi ternyata langkahnya di hadang oleh seseorang.

“ sore dimas…” sapa cowo keren berambut coklat tua yang kini berdiri di depannya, sedangkan yang disapa masih cengo layaknya sapi, disisi lain terdengar jeritan para cewek yang melihat cowo itu. Maklumlah dia itu cukup popular di kalangan anak cewe, bukan karena muka indonya itu aja tapi dia juga pintar dalam berbagai macam pelajaran, jago olahraga juga terutama tennis!

“ ……siapa? “ Cuma itu kata yang keluar dari mulut dimas

Kini cowok itu melangkah sedikit lebih dekat kearah dimas dan membungkukkan tubuhnya sambil berkata “ …sudah sadar ya? Sayang sekali ya, kau jadi tidak ingat semua yang sudah kita lalui bersama….” Tampak pemuda itu agak kecewa, lalu dia memutar tubuhnya ke belakang dan mengatakan kalau dimas harus hati-hati dengan orang yang bernama ryo.

Setelah pemuda itu berlalu nuno baru mendekati dimas

“ itu tadi si yoga yang gw certain “

“ ……..jadi….” dimas nyaris pingsan di tempat kalo gak di gaplok sama nino yang baru nongol.

“ woo! Dateng2 ajakin ribut lo! “ kata dimas sewot

“ hehehe ngetes otak lo udah bener apa belom “

“ auk ah gw cabut balik dolo “ jawab dimas kesel

Pulang kerumah dimas segera mandi dan ganti baju. Karena capek dia tertidur di sofa ruang tamu. Didalam tidurnya dimas bermimpi bertemu gadis itu lagi, kali ini dimas dapat melihat wajah gadis itu dengan jelas. Gadis itu memiliki wajah asia, sepertinya dia campuran jepang, rambutnya pendek lurus seleher dengan warna coklat muda yang lembut, wajahnya begitu sayu dan memiliki mata yang teduh, memiliki tubuh kecil dan tidak terlalu tinggi. Mereka berdua ada di dalam ruangan kelas yang kosong dan gelap, kejadiannya hampir sama seperti pertama kali dimas melihat gadis ini, hanya saja di dalam mimpi terlihat lebih sunyi dan gelap.

“…..sakit….terasa sakit…..bantu aku…..hanya dia….hanya dia yang kuinginkan “ kalimat itu terus di ucapkan oleh roh gadis itu secara berulang-ulang .

“ a..aku tak mengerti….kenapa aku? Dan..apa yang kamu inginkan ? “ Tanya dimas setelah gadis itu terdiam, kali ini sosok itu menatap tajam dimas dan tak berapa lama dimas terbangun, tubuhnya terasa panas. Ketika di lihatnya sudah jam 7 malam, berarti dia sudah tertidur kurang lebih 3 jam……Dimas berusaha untuk memberanikan diri dan melupakan mimpinya itu, tapi bayangan gadis itu tak mau juga pergi dari ingatannya terutama sorot matanya yang begitu sedih, seperti ada sesuatu yang belum sempat di lakukan oleh gadis itu sebelum meninggal…….


Ke esokan harinya

“ PAGE! PAGE! “ teriak nino pake toa ketika sampai di dalam kelas

“ berisik aja lo! “ semprot salah seorang cewek yang udah mangkal di atas meja duduknya sendiri

“ OY! Guru pelajaran pertama sama kedua gak masuk coy!!! “ claim ketua kelas mereka yang bernama rico yang di sambut oleh tepukan tangan riuh bagaikan menyambut kedatangan seorang bintang besar “ makasih, makasih! Kalian memang fans setia gue! “ kata rico narsis sambil tepe aka tebar pesona yang berhasil mendapat sambutan penghapus papan tulis dan kapur yang tepat mengenai jidat sang ketua kelas yang lebar.

“ halah bosen nih! “ keluh nuno kepada nino yang asik baca komik sambil senyum-senyum gak jelas

“ lo baca apaan sih? “ Tanya nuno yang heran ngeliat adik kembarnya itu senyum-senyum sendiri, -jangan-jangan udah gak waras nih orang- pikirnya

Dan terlihat anak-anak yang lain sedang melakukan kegiatan sendiri, ada yang baca komik ( kek si nino ), ada yang sms an padahal duduk sebelahan, ada yang makan di dalem kelas, main gitar atau ngobrol ( inilah kebiasaan cewe di kelas, apa lagi kalo bukan GOSIP! ) bahkan ada yang komat-kamit sendiri.

Dan dimas sendiri tampak sedang terkena virus bosan stadium akhir, dia celingak-celinguk melihat semua teman-temannya sibuk sendiri. Mendadak dia jadi memikirkan gadis yang di mimpinya itu dan dimas mendapatkan sebuah ide. Dimas mengambil kertas kosong yang memang selalu dia bawa khusus ( maklum dia kan hobby gambar jadi harus siap sedia kertas kalau mendadak dia dapat ide untuk lukisannya ) dan pensil 2b, lalu dimaspun mulai membuat sketsa gambar gadis itu.

“ aku…ingin…mengatakannya…..” terdengar suara gadis itu kembali, kali ini suaranya terdengar jelas…begitu bening tapi juga meyayat hati….suara itu begitu getir

“….apa?...apa yang mau kamu katakan ? “ Tanya dimas secara spontan sambil berdiri dari kursinya dan menyadari kalau dia sudah sendirian di kelas, dimas mencari gadis itu tapi sosoknya sama sekali tak terlihat.

“…….aku…..ingin…mengatakannya…..” kembali terdengar suara itu, dimas semakin merinding, dia berjalan hendak keluar dari dalam kelas tapi ternyata pintunya sudah terkunci dari luar!

“…aku tak tahu apa mau mu! Aku tak mengenalmu..jangan ganggu aku!! “ kata dimas seolah mempertahankan diri “ pergi…PERGI!!!! “ dan seketika itu dimas terbangun……o…oo..rupanya dimas ketiduran di kelas sewaktu menggambar sketsa gadis itu.

“ masih pagi nih jangan ngigo! “ teriak cowok yang duduk di belakang dimas

“ mimpi apaan lo? Teriak kenceng banget? “ Tanya nino sambil nyengir jail

“ wey gile cakep nih! “ celetuk nuno yang langsung mengambil sketsa milik dimas dan di pamerkannya kepada rico

“ ba..balikin kertas gw !! “ pinta dimas seraya sambil berusaha mengambil kertas itu dari nuno, tapi sayang kertas itu sudah berada di tangan rico yang mendadak memasang tampang gak percaya pas liat sketsa sosok gadis di gambar itu.

“….elo kenapa..co? “ Tanya nuno bingung

“ gak…ini gak mungkin…” gumam rico gak jelas lalu mengembalikan kertas itu kepada dimas.

“…lo tau cewek ini co? “ Tanya dimas penuh tanda Tanya

“ gak..gw gak tau…..tapi….. “

“ tapi apa co? plis kalo lo tau tentang nih cewek kasih tau gw! Soalnya cewek ini terus datengin gw! “ desak dimas kepada rico

“………gw gak mao terlibat! “ kata rico yang kemudian pergi ngacir keluar kelas dengan tampang kacau

“…..sebenernya si rico kenapa sih? “ Tanya nino heran dengan kelakuan rico yang nggak biasanya


Sepulang sekolah dimas mati-matian mengejar rico yang sengaja keluar kelas lebih dulu

“ co, ayolah plis kasih tau! Lo kenal cewek itu kan? “ Tanya dimas dengan nada memohon kepada rico

“…gw bilang kalo gw gak tau! “ jawab rico garang

“ ta..tapi gak mungkin lo gak tau! Dari reaksi lo pas liat gambar ini” kali ini dimas menyodorkan gambar itu ke depan wajah rico dan dengan cekatan rico mundur beberapa langkah seperti takut tertular virus flu burung

“ jauhin gambar itu dari gw! “ gertak rico

“ ya kenapa?? Lo pasti tau sesuatu kan?! Plis Bantu gw ……”

“ …………gw emang gak kenal itu cewek siapa…tapi….gw pernah liat arsip itu cewek di kantor kepala sekolah…dan dia dah meninggal disaat kelulusannya…ada yang bilang dia di bunuh sama pacarnya tapi masih gak jelas….”

“ ……………” diam, dimas Cuma bisa diam mendengar penjelasan rico

“ dah ah gw mo pulang! Dan jangan pernah bawa-bawa gw kedalam masalah ini “

Dan Esoknya guru mereka memberi informasi kalau rico mendapat kecelakaan kemarin malam dan saat ini sedang di rawat di rumah sakit karena kaki kanan dan tangan kirinya patah. Mendengar penjelasan itu dimas merasa kalau kecelakaan rico ada sangkut pautnya dengan gadis misterius itu.

“ dimas lo tar mau jenguk si rico gak abis pulang sekolah? “ Tanya nino

“ iya…lagian dia kecelakaan gini gara2 gw juga …..” sahut dimas dengan perasaan bersalah

“ oh ya udah, tar baliknya kumpul depan sekolah ya. Gue , kakak gue sama sisil mau kesana jadi kita bareng “ kata nino yang di balas dengan anggukan pelan dari dimas

Sepulang sekolah Nino cs sudah menunggu di depan sekolah, sekarang mereka sedang menunggu kedatangan dimas.

“ kemana sih tuh anak? “ Tanya sisil yang udah gak sabar pengen buru-buru cabut

“ tadi sih katanya mao balikin buku dulu di perpustakaan, tapi kok belum balik juga..? padahal udah lewat 15 menit dari perjanjian nih ! “ kata Nuno agak khawatir, kali aja si dimas nyasar kan dia belum begitu hapal jalan di skul ini, batin nino.

“ ah kalo ini sih kelamaan, bisa-bisa tar gue kemaleman baliknya! “ kata sisil yang akhirnya cabut dari sana yah rumah dia kan lumayan jauh.

“ waduh……gimana nih? “ Tanya nino sambil ngelirik nuno

“ yah..mau gimana lagi? Kita susul aja “ sahut nuno pasrah.

Keduanya segera menyusul dimas, dan sungguh di luar dugaan mereka melihat dimas masih berjalan di lorong sambil celingak-celinguk dengan wajah kebingungan.

“ Woy, dimas! Ngapain lo masih disini!? “ Tanya nuno dengan perasaan gado-gado antara kesal dan lega.

“ ….nuno..perpustakaan kita di lantai ni kan? “ Tanya dimas masih dengan wajah paniknya “ kok…dari tadi gw jalan gak nemu-nemu sih…?”

“ …..emangnya perpus kita bisa jalan ato ngilang gitu? “ Tanya nino gak percaya setengah bercanda.

“ ……ya udah kita anter lo ke perpus abis itu kita cabut “ tawar nuno bijak dan mengantar dimas ke ruangan perpustakaan. Dan ternyata perpustakaan memang di lantai 3 ini gak kemana-mana…….


“ buruan deh lo taro tuh buku tar kesorean…udah jam 3 nih! “ suruh nino gak sabaran

Cepat-cepat dimas meletakkan buku itu di rak tengah dan dengan langkah panjang dia keluar dari perpustakaan itu, entah kenapa mendadak dia merasa ga enak seperti ada yang memperhatikannya.

“ buruan oy! “ teriak nino yang udah gak sabar, jujur sebenarnya nino udah merasa ada hawa gak enak di situ.

“ lama amat sih! “ gerutu nino begitu dimas keluar dari perpustakaan ( ini anak kerjanya dari tadi menggerutu melulu –“ ).

Tanpa banyak bicara dimas menutup pintu perpustakaan itu, dan begitu mereka berjalan tiba-tiba dari jendela dimas melihat sosok gadis itu muncul menatapnya dengan wajah yang mengerikan, spontan tanpa di aba-aba dimas lari dari tempat itu yang di ikuti oleh nuno yang entah mengapa teriak dan nino. Mereka lari sampai ke depan gerbang dengan napas nyaris putus.

“ hosh..hosh…gi..gila…tadi apaan tuh? Lo pada liat gak yang di jendela?? “ Tanya nuno sambil gemetaran ( oh pantes aja dia teriak, ternyata dia liat juga )

“ ….jadi lo liat juga?? “ Tanya dimas kaget, dia kira Cuma dia doang yang bisa liat

“ pantesan dari tadi perasaan gw ga enak! “ sambung nino yang emang feeling nya kuat banget tapi dia gak ngeliat

“ tapi ….rasanya itu cewek kayak yang ada di gambar elo deh “ kata nuno mengingat-ingat

“ iya…emang bener kok, dan gw rasa rico kecelakaan gara-gara roh penasarannya ni cewek! Makanya gw harus ketemu rico sekarang….”

“ ya udah yuk buruan! Lama-lama merinding nih gw! “ kata nino yang masih ketakutan

Ketiga anak sekolahan itu segera bergegas pergi menuju ke rumah sakit dimana rico berada.


Continue........


Rabu, 27 Mei 2009

Miss. tomboy vs Mr. novelis part II

Malamnya susan dan yang lain pergi ke tempat dugem yang biasa mereka kunjungin, mumpung besok libur kenapa gak di manfaatin? Yang penting having fun!
“ eh san! Itu cowo itu kan!! “ kata mia sambil nunjuk seorang cowok yang tampak gak asing lagi sedang duduk di dekat meja bartender
“ bener tuh san! Gak salah lagi “ sahut meli yakin
Setelah berembuk mereka berlima menghampiri cowo yang mereka kenal itu
“ wah..wah…kayaknya ada mahkluk asing nyasar kebumi nih! “ ejek susan sambil memperhatikan cowo itu dari ujung rambut sampai ujung kaki
“ kalian rupanya? Kesini juga? “ Tanya nya tanpa ada rasa kaget ataupun kesal
“ iyalah secara ini kan tempat tongkrongan anak gaul!! “ jawab ruri sok
“ ngapain lo disini? “ Tanya susan meremehkan
“ cari inspirasi “ jawabnya singkat
Mendengar jawaban cowo itu susan dan temannya tertawa sekeras-kerasnya
“ disini mah gak ada yang bisa lo dapet wahaha….untuk inspirasi hahaha..tulisan lo itu wahahah “ kata susan di sela tawanya
“ kan kamu sendiri yang bilang…”
“ hhh elo tuh, gue boong kale! Mau aja lo di kibulin!! “
“…tapi gak juga, saya beruntung juga kesini bisa ketemu sama inspirasi saya “ jawab cowo itu dengan tenang
“ emang apa inspirasi lo? “ Tanya cewek2 itu serempak
“ inspirasi saya kan kamu susan! “ jawab pemuda itu gak terduga, membuat cewek2 itu melonjak kaget dan membuat susan salah tingkah

Sejak kejadian malam itu susan dan pemuda yang baru diketauhi bernama yoshi ( mereka baru berkenalan secara resmi di tempat dugem itu ) menjadi dekat. Sepulang sekolah
yoshi selalu saja menghampiri gadis itu untuk pulang bersama dan selalu menanyakan banyak hal kepadanya, sebenarnya ini dia lakukan juga karena untuk menyelesaikan proyek tulisannya itu, Susan sendiri tampak dengan senang hati menjelaskan apa yang dia tahu, maklumlah dia salah satu cewek gaul yang banyak pengalaman.
Dan dari kedekatan itulah mulai muncul getaran yang berbeda yang dirasakan oleh susan, dia sering merasa cemas kalau saja cowo itu tidak menampakkan batang hidungnya di sekolah dan merasakan suatu kebahagian bila bisa berada didekatnya saja. Susan paham betul saat ini dia sedang jatuh cinta tapi dia masih terlalu gengsi untuk mengakuinya.

“ sory telat san! “ sapa Yoshi kepada susan yang wajahnya sudah menunjukkan raut ‘ kemana-aje-loe-gak-tau-gue-udah-lama-nunggu-apa’
“ lama LO!” jawab susan ketus
“ tadi abis ke toko bunga dulu sekalian beli buah-buahan disana “ Yoshi menunjukkan seikat bunga mawar putih dan sekeranjang buah strawberry
“….untuk siapa? “ Tanya susan penasaran
“ ayo ikut aku ada yang mau kukenalkan “
Yoshi mengajak susan ke sebuah rumah sakit yang khusus untuk merawat pasien penderita berbagai macam kanker, membuat susan semakin penasaran siapa yang ingin di kenalkan Yoshi padanya.
“ pagi tuan Yoshi ! “ sapa seorang perawat dengan dandanan yang agak berantakan membuat mata susan hampir copot melihatnya
“ ini siang suster dian! “ koreksi Yoshi kepada suster yang di panggil dian itu, sedangkan yang di koreksi Cuma bisa nyengir tanpa merasa bersalah
“ hari ini menjenguk lagi ya? “ kali ini suster itu bertanya ramah
“ iya! “ jawab yoshi mantap
“ oh ya sudah cepat temui dia! Kasihan kalau menunggu ! “
Dilihat dari percakapan Yoshi dengan suster itu tampaknya Yoshi memang sering mengunjungi rumah sakit ini.
“ ayo masuk! “ kata yoshi begitu sampai di pintu bernomor 205
Begitu masuk dapat terlihat seorang gadis tengah duduk di atas tempat tidur dengan memakai baju putih sambil membaca sebuah buku sambil tersenyum tipis.
“ saya tidak mengganggu acara baca bukumu kan? “ kata Yoshi menyapa gadis itu
“ yoshi! Tidak, sama sekali tidak mengganggu “ jawab gadis itu sambil menutup buku yang di bacanya itu. Dapat terlihat gadis itu sangat senang melihat kedatangan yoshi. Siapa gadis ini? Tanya susan di dalam hati, apakah dia adik Yoshi? Kalau di lihat secara seksama keduanya begitu mirip….
“ saya bawakan buah kesukaanmu dan ini “ Yoshi menyerahkan bunga itu pada sang gadis
“ terima kasih sudah merepotkan “ kata gadis itu sambil tetap tersenyum, lalu dia menyadari kehadiran susan “ yoshi kamu membawa teman ya ? “
“ iya, kenalkan itu susan ! susan jangan berdiri mematung disana ayo kemari “
“ ah…err hai saya susan teman yoshi…” kata susan agak canggung
“ hai saya runa “ sapa gadis itu manis
“ as..astaga! ka..kamu runa?!! “ Tanya susan kaget tidak percaya
“ iya saya runa ada apa memangnya? “
“…..kamu berarti runa alias ruru yang mengarang buku LIFE itu ya? “ Tanya susan kembali
“….oh itu…..”
“ runa, susan, saya tinggal dulu ya! Saya mau bayar terapi runa dulu sekalian mengecek perkembangan runa….jaga runa ya susan! “ Yoshi pun berlalu dari ruangan
“………”
Suasana menjadi hening sesaat ketika yoshi pergi keluar
“..maaf apa benar ka- “ baru saja susan mau membuka mulutnya untuk bertanya tapi omongannya terputus oleh perkataan runa
“ sudah berapa lama kamu mengenal yoshi? “
“ eh? Baru satu bulan “
“ ….begitu ya…..dia itu selalu saja melakukan apapun untuk menolongku…”
“ runa…? “
“ rupanya dia menulis nama ruru di buku itu ya…..”
“ aku tak mengerti maksudmu runa…..”
“…..sebenarnya yang menulis tentang LIFE itu adalah yoshi…..hanya saja dia menggunakan namaku di dalam buku….karena dia masih mengingat impianku sebelum aku masuk rumah sakit ini….” Kata runa menjelaskan, kini terkuaklah siapa penulis asli LIFE, sedangkan susan masih shock mendengar pernyataan dari runa, dia tak menyangka sama sekali.
“…dulu aku adalah seorang pelayan di cafe dan bercita-cita ingin menjadi seorang penulis namun…penyakit ini datang lebih dulu….dan yoshi lah yang selalu menyemangatiku bahkan dia bertekad untuk menyembuhkanku bagaimanapun caranya, kadang aku ingin sekali menangis tapi setelah melihat keceriaan yoshi……membuatku tak berani untuk menangis “ kata runa dengan mata berkaca-kaca “ kadang aku berpikir seandainya yoshi dapat menemukan gadis yang lebih baik dan sehat….”
“ runa….aku yakin yoshi sangat mencintaimu karena itu dia akan berjuang untukmu…karena semua orang pasti akan melakukan apapun untuk orang yang di cintainya bukan “ kata-kata itu spontan keluar dari mulut susan begitu saja
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul yoshi masuk kedalam, wajahnya terlihat bahagia.
“ runa saya punya kabar bagus untukmu!! “ katanya seraya menghampiri gadis itu
“ kau tahu?? Kata dokter terapimu berjalan lancer!! Aku berencana untuk membawamu ke singapura agar proses penyembuhanmu lebih cepat! “ sambungnya lagi sambil memeluk runa dengan erat.
Melihat itu susan merasa sangat sedih……dia tahu dia tidak pantas untuk bersedih tapi entah mengapa dia ingin sekali pergi dan menangis sekeras mungkin, tanpa disadari setetes air matanya pun jatuh.
“..a..aku turut bahagia! “ kata susan menyadarkan yoshi akan kehadiran gadis ini
“..ah susan maaf tadi aku terlalu senang sampai lupa padamu ! “
“ hahahaha gak apa-apa! Oh ya selamat ya runa aku turut senang mendengarnya “ ucap susan di buat setegar mungkin agar tangisnya tidak pecah di tempat.
“ terima kasih susan “ jawab susan berseri-seri
Akhirnya waktu jenguk sudah habis, yoshi pun mengantar pulang susan, sepanjang perjalanan susan tak banyak bicara dia hanya diam…..
“Susan…terima kasih ya untuk semuanya “ kata yoshi secara tiba-tiba
“ ah…tidak seharusnya aku yang berterima kasih “ jawab susan sambil berusaha tersenyum
“ mungkin..ini hari terakhir kita….”
“………” mendengar perkataan yoshi yang seperti itu membuat susan tak mampu berkata-kata lagi, seketika kakinya lemas
“ besok aku akan membawa runa pergi berobat…dan mungkin kami akan tinggal disana…susan kamu besok datang ya ke bandara sama yang lain “
“….aku pasti datang! “ jawab susan sambil setengah menundukkan kepalanya, dia tak berani menatap wajah pemuda ini…takut kalau yoshi nanti membaca isi hatinya saat ini yang seperti dicambuk.

Keesokan harinya di bandara semuanya sudah berkumpul
“ oh jadi selama ini penulis itu elo yos? “ Tanya ruri setelah mendengar cerita dari runa
“ udah gue duga dari awal tuh! “ kata ririn ngesok
Runa dan yoshi pun Cuma bisa tersenyum melihat tingkah ke empat gadis yang tengah bercanda ini
“ mel si susan kemana nih? “ Tanya Yoshi cemas, dia berpikir mungkin gadis ini kecelakaan di jalan
“ ….katanya susan gak bisa kemari..ada acara keluarga, dia Cuma ngasih ini “ kata mia sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Yoshi
“….begitu ya….hhh ya udah deh mel, tolong sampaikan salam dari kami berdua dan sukses buat kalian ya “
Akhirnya yoshi dan runa pergi juga ke singapura, meli cs menatap kepergian cowo itu dengan mata yang sedih, bahkan mia sudah menangis duluan.
Tak lama setelah kepergian Yoshi dan runa, muncul susan dari balik tembok, dia berjalan lunglai kearah teman-temannya.
“ …..maafkan aku membuat kalian jadi harus berbohong…” kata susan lemah
“…lo gak salah san, emang berat ngeliat orang yang kita cintai pergi “ kata ruri yang tumben bisa menasehati
“ gue emang bodoh…bahkan disaat terakhirpun…gue gak bisa ungkapin perasaan gue yang sebenernya….” Kali ini susan benar-benar menangis

“ sudahlah san…pasti akan ada kesempatan lain kali! “ jawab mia menenangkan

Didalam pesawat yoshi membuka surat dari susan dan dia begitu kaget setelah membaca isinya
“ Yoshi bodoh sory gue gak bisa dateng! Ini terlalu berat buat gue, lo tentu gak mao kan ngeliat seorang susan menangis?? Hhhh …..gueentahsejakkapanjatuhcintasamaloe tapi yah runa emang yang terbaik dan semoga kalian berdua bahagia hahahah “
Setelah membaca isi surat itu yoshi hanya bisa bergumam kecil “ ….dasar bodoh…”


OWARI


5 tahun kemudian

“ runa kita sudah sampai “ kata seorang pemuda kepada gadis cilik yang kemudian di gendong kedalam pelukannya
Pemuda itu memanggil taksi di depan bandara dan berhenti di sebuah apartement, setelah membayar ongkos pemuda itu memasuki gedung apartement dan masuk ketempatnya
“ wah sudah jam 4 sore….kita hampir telat runa! “ kata pemuda itu yang di balas “ pa pa pa da “ oleh balita yang kira-kira baru berusia 1 tahun itu
Pemuda itu membawa balita manis itu pergi keluar….

“…..aku tak menyangka kamu ada disini…” kata seseorang tiba-tiba menghampiri pemuda tadi di pemakaman
“ …..su..susan?!!!”
“ hai..lama tak bertemu ya yoshi” sapa gadis itu yang tak lain adalah susan kepada yoshi
“…ya sudah 5 tahun…”
“ kamu kemari mengunjungi makam siapa? “
“….runa…..dia meninggal satu tahun lalu….sebelum meninggal dia sempat minta untuk di makamkan disini…”
“ jadi….maaf aku tidak tahu, aku turut berduka cita…” kata susan ikut sedih dan merasa bersalah
“ tidak apa-apa “
Akhirnya mereka berdua berjalan keluar dari pemakaman tersebut ( kenapa berdua? Kok bukan bertiga sama runa balita kecil itu? Ya iyalah kan runa kecil di gendong! Gak jalan! Ya kan)
“….ngomong-ngomong itu anakmu? “ Tanya susan sambil melirik balita perempuan yang di gendong oleh yoshi
“…ah iya dia anak kami “ kata yoshi sambil mengusap kepala gadis kecil itu
“ aih manisnya!! “ seru susan “ biarkan aku menggendongnya “ kata susan sambil mengambil runa dari pelukan yoshi, ajaibnya balita kecil itu tidak menangis biasanya di gendong orang asing runa kecil pasti menangis.
“ aku rasa runa kecil menyukaimu “
“ mungkin juga “ jawab susan yang masih menggendong runa kecil sambil mengajaknya bermain
“…kau tahu yoshi…..aku masih menunggumu….”
“ a..aku? “ Tanya yoshi tidak percaya
“ ….kurasa tidak buruk menjadi istri dari seorang penulis yang sudah memiliki seorang anak! “ kata susan sambil tersenyum nakal kearah yoshi “ ayo papa kita jalan kerumahmu “ sambungnya lagi dengan seenaknya memanggil yoshi dan menggandeng mesra tangan cowok itu,tapi yoshi hanya bisa tersenyum mungkin kali ini dia bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk memulai kehidupan barunya bersama susan. Mereka pun jalan bersama seperti sebuah keluarga yang utuh.


THE END

Jumat, 22 Mei 2009

Miss. tomboy vs Mr. novelis

Kringgg!! Bunyi suara bel kelas tanda pelajaran telah selesai dan artinya murid-murid sudah bisa bebas bubar kemanapun yang mereka suka. Tampak semua murid berhamburan dari kelas masing-masing.

“ Susan!!!! “ sapa ( atau lebih tepatnya teriak ya? ) seorang gadis di depan pintu gerbang sekolah, dan yang di panggil bergegas berlari menuju kawannya itu.

Di gerbang sudah berkumpul 4 orang gadis manis berseragam lengkap

“ sory lama tadi gue piket dulu “ kata gadis yang di panggil susan tadi begitu menghampiri teman-temannya

“ santai aja lagi, kita juga baru sampe kok “ sahut seorang gadis berambut ikal sebahu yang bernama Ririn sambil memainkan handphone nya itu

“ hari ini kita jadi pergi kan san?” Tanya gadis berambut pendek yang memakai kacamata

“ iya donk mia! Masa udah bawa persiapan tempur gini gak jadi berangkat!! “ sembur gadis berambut pendek yang di potong model laki-laki

“ btw lo semua udah pada bawa baju ganti kan? “ Tanya susan untuk memastikan semuanya sudah siap dan gak ada yang kelupaan

“ jelas bawalah susan! Emangnya kamu tadi gak denger apa si ruri sampe bawa perlengkapan tempur gitu ?” kali ini giliran gadis cute berambut panjang bernama meli yang angkat bicara

“ sip deh kalo gitu! Yuk ke rumah gue dulu ganti baju, abis itu kita cabut!! “ usul susan kepada teman-temannya

Tapi karena terburu-buru Susan tidak melihat jalan di depannya, akhirnya dia menabrak seseorang yang kebetulan lewat di depannya

BRUK!!

“ a..aduh! sial lo! Kalo jalan pake mata donk!! “ umpat susan kepada pemuda yang ada di depannya

“ susan kamu gak apa-apa!? “ pekik meli khawatir

“ woy jalan liat-liat donk!! “ ruri mulai sewot, padahal kalau mau yang disalahkan seharusnya susan karena dia yang jalannya tidak hati-hati

“ maaf….kamu tidak apa apa-apa? “ pemuda itu bertanya dengan sopan

“ dasar! Jalan pake mata! “ maki susan kembali sambil berdiri dari posisi jatuhnya

Melihat buku dan beberapa kertas yang berjatuhan pemuda itu dan susan reflek memunguti barang-barang mereka agar tidak ada yang tertukar

“ sekali lagi maaf..permisi” kata pemuda itu agak membungkuk yang kemudian berlalu masuk ke gedung sekolah mereka

“ sial tuh cowo! “ kata susan yang masih jengkel dengan kejadian tadi

“ dah lah yang penting lo gak apa-apa! “ mia berusaha menenangkan kawannya tersebut

“ hmm…. tapi cowo tadi lumayan manis deh! “ komentar meli sambil tersenyum simpul

“ manis sih iya tapi gw rasa dia type kutu buku “ kata susan yang di beri anggukan setuju oleh ruri dan yang lainnya

Ketika mereka baru saja mau pergi ternyata Susan menemukan buku yang agak tebal, spontan dia mengambilnya

“ buku siapa tuh? “ Tanya mia penasaran

“ mana gw tau! “

“ eh!! Jangan2 punya cowok tadi! “ tebak meli

Susan memperhatikan buku yang di sampul itu, dan tanpa sadar dia membuka isinya

“ hah? LIFE? “ itulah kata-kata yang keluar dari mulut susan ketika membuka buku itu

“ oh gw tau tuh “ kali ini Ririn berbicara setelah puas mengutak-atik HPnya, otomatis semua temannya memandang Ririn dengan heran. Mungkin yang ada di pikiran ke 4 temannya adalah ‘ gak biasanya perhatian Ririn si maniak sms bisa teralihkan ‘

“ itu tuh buku novel, ceritanya lumayan bagus! “ sambung ririn masih tetap bermain dengan HPnya

“ emangnya cerita tentang apa? “ kali ini ruri yang penasaran

“ hmm..kalo gw gak salah sih itu cerita tentang.. perjuangan seorang cowok untuk ngeraih impian dia gitu! “ jelas Ririn singkat yang kini sudah mematikan HPnya

“ ah Cuma gitu doang apa bagusnya “ kata susan meremehkan

“ eit jangan salah lo! Justru dalam ngeraih impiannya itu, ini cowok sampe jatuh bangun gitu banyak rintangan, pokoknya keren deh! Cerita dari dia berjuang dari awal sampe akhirnya ngedapetin impiannya plus ada kisah romancenya juga tuh! Di bukunya itu ada cewek yang kena kanker gitu dan cewek itu yang jadi alasan tuh cowok bertahan dan sampai berhasil “ celoteh ririn panjang lebar membanggakan buku yang lagi dia sukai itu udah kayak sales promosiin buku, temen2nya Cuma bisa sweatdrop

“ ah gw jadi penasaran…tar di mall gw mau cari buku itu juga ah “ kata mia yang mulai tertarik

“ sampe kapan kita disini, ayo jalan!! “ kata ruri keki

Baru saja mereka mau segera pergi tapi lagi-lagi terhenti karena ternyata pemuda tadi menghampiri mereka

“ eh! Tunggu!!! Itu buku saya!! “ teriaknya sambil berlari kearah susan

“ oh jadi ini buku lo? “

“ iya itu punya saya mungkin gak kebawa pas jatoh tadi “

“ kalo gitu uangnya mana? “

“..maksudnya? “ Tanya pemuda tadi tidak mengerti

“ loh gitu aja gak ngerti? Biasanya kalo nemuin barang punya orang lain kalau ngembaliin pasti di kasih uang kan ? “

Pemuda tadi menghela napas sesaat kemudian berkata “ oke…berapa? “ tanyanya sambil berpikir –nih cewek tukang palak kali yak-

lima puluh ribu ! “ jawab susan santai

“….gak salah tuh? “ Tanya pemuda itu agak kaget

“ yee, lo mau ni buku balik kagak?!” kata susan galak, yah itung2 dia bales dendam gara2 tadi dia jatoh.

Akhirnya dengan terpaksa pemuda tadi memberikan uang lima puluh ribuannya kepada susan sambil berkata “ terima kasih susan “ otomatis susan dan yang lainnya kaget, dari mana pemuda ini tau nama susan

“ kok lo bisa tau nama gue? “ Tanya susan heran

“ hmm ini kartu pelajar siapa ya? “ kata pemuda tadi sambil memamerkan selembar kartu pelajar yang ternyata milik susan.

‘mungkin tadi terjatuh’ pikir susan “ sini balikin!! “ perintah susan galak

“ tunggu dulu!” kata pemuda tadi sambil menjauhkan kartu tersebut menjauh dari jangkauan susan “ bukannya kalau kita menemukan barang biasanya kita di kasih komisi ya? “ sambung pemuda tadi sambil menyeringai kecil

‘sialan’ batin susan emosi “ nih duit lo gue balikkin!! “ kata susan sambil memberikan uang tadi ke tangan pemuda itu dengan kasar, lalu segera berbalik pergi dari sana yang di ikuti oleh ke empat temannya susan.

“ gile baru kali ini elo di kerjain cowok! “ kata ruri gak percaya dan setengahnya lagi takjub, gak nyangka cowok yang kelihatan polos tadi bisa ngerjain susan dan dari kejauhan dapat terdengar samar-samar pemuda itu berkata ‘Terima kasih susan!’ sedangkan susan hanya bisa diam memendam kekesalan.


Keesokan harinya susan and the gang ngumpul di kantin saat istirahat, mereka ngobrol sambil makan

“ eh san kemarin gila banyak cowok cakepnya ya!! “ seru mia keganjenan

“ di mall itu kan emang banyak cowok kerennya! Maka itu gw ajak kalian kesana “ kata susan bangga

“ ho oh! Eh kalian beli buku novel yang gw ceritain itu gak? “ Tanya ririn bersemangat

“ jadi donk! “ seru meli sambil memamerkan buku itu kehadapan teman-temannya

“ gw juga beli ! “ sahut ruri dan mia kompak

“ yay kalian keren!!! “ sahut ririn senang sambil lonjak-lonjak kaya anak TK

“…san? Lo gak beli? “ Tanya meli yang menyadari kalau dari tadi susan gak memberi tanggapan

“…..beli juga sih tapi belum gw baca “ sahut susan cuek

“ yee gimana sih lo? Masa gak lo baca??!! Itu kan ceritanya bagus ! bla..bla..bla “ omel ririn kesal..dia kalau sudah menyangkut buku novel tercintanya memang jadi cerewet

“ eh san?! Mau kemana lo? “ Tanya ririn yang kesel karena omongannya gak di dengerin

“ udah bel tau! Gw mao masuk kelas ! “ jawab susan setengah jengkel, dia pun jalan mendahului teman-temannya

Saat susan hendak masuk kelasnya yang berada di lantai dua dari kejauhan dia melihat pemuda yang kemarin ngerjain dia sedang duduk dan sepertinya dia sedang menulis. Rasa penasaran langsung menyergap otaknya, tanpa disadari susan yang awalnya mau memasuki kelas malah jadi berjalan kearah pemuda itu.

“ ngapain lo disini? “ Tanya susan judes dan tampaknya pemuda tersebut terkejut dengan kehadiran susan yang muncul secara tiba-tiba ( emangnya hantu muncul mendadak ‘jrengg-jrengg’ ).

ha? Lho? Kamu kan cewek tukang palak ..ops maksudnya cewek yang kemarin! Emangnya kenapa kalau saya disini? Gak ada larangannya kan? “

-ih ni cowok beneran ngajakin rebut- batin susan mulai emosi “ emang gak ada larangannya tapi khusus buat lo DILARANG ! “

“….eh bisa minta tolong gak? “ Tanya pemuda itu secara tiba-tiba, yang membuat otak susan langsung koslet –nih orang kagak ngerti gw marah apa ya! Seenak jidat minta tolong, sejak kapan gw damai sama dia!! “ kata susan dalem hati dengan emosi tingkat tinggi dan gak habis pikir tapi akhirnya kata-kata yang keluar dari mulut susan adalah “minta tolong apa? “

Akhirnya pemuda itu menjelaskan kalau dia sedang melakukan observasi mengenai perilaku cewek-cewek smu jaman sekarang dan salah satu smu yang dijadikan target adalah smu nya susan, dan dia juga sudah minta ijin kepada kepala sekolah setempat

“ oke…gw bantuin elo “ kata susan setuju “ tapi…jangan sekarang soalnya gw masih ada kelas “

“ terus kapan? “

“ hmm gini aja, tar malem jam 7 lo pergi ke kafe yang ada di kota ini namanya kafe kita ketemuan disana “ usul susan dan pemuda itu menyetujui ide susan.


“ WhAT?!!! Elo janjian sama cowok yang kemarin itu??? “ Tanya meli histeris gak percaya begitu mendengar cerita susan ketika pulang sekolah

“ yap! Dan gw rencana mao ngerjain dia “ jawab susan ketauan niat aslinya

“ emang mao lo kerjain gimana? “ kali ini meli penasaran

“ gw mo bikin dia nunggu lama disana ato sekalian aja gw gak datang HAHAHAHA “ tawa setan susan keluar, yang lain Cuma sweatdrop

“ yah terserah lo aja “ kata ruri cool ( dia emang satu2nya temen susan yang cool )

“ asal jangan keterlaluan !! “ sambung meli memperingatkan

“ santai aja kali! “


Malam itu susan melaksanakan niatnya, dia sengaja datang lebih awal setengah jam dari perjanjian bersama meli dan ruri ( mia sibuk ngerjain tugas di rumah, ririn apalagi kalo bukan sibuk sms –“ ) Tapi susan cs sengaja bersembunyi biar gak terlihat cowok itu.

Setelah nunggu itu cowok datang juga dan susan cs bersembunyi di sekitar pohon-pohon kecil di dekat sana.

“ gyaa kawaii!!! “ kata meli dengan suara jerit yang tertahan

“ sssttt! Jangan kenceng-kenceng!! Tar dia denger “ omel ruri setengah berbisik

“ tauk! Jangan norak “ timpal susan sewot, si meli Cuma bisa nyengir

Sudah hampir 1 jam ketiga cewek itu bersembunyi di balik rerumputan. Dan akhirnya mereka jadi bosan sendiri.

“ bosen ni san! Masa Cuma ngerjain gini doing? Kagak seru ah! “ protes ruri udah mulai ngomel-ngomel

“ hmm iya juga sih! “ kata susan sambil menggangguk-angguk seperti orang yang lagi dugem

“ ah gw punya ide! “ kata susan lagi hampir teriak kalo gak di bekep mulutnya sama ruri

Susan memanggil salah satu pelayan cafe yang kebetulan melintas di dekat mereka, tanpa ba bi bu lagi susan menarik pelayan tersebut.

“ lho? Mba susan?? Kenapa saya di tarik kemari? “ Tanya pelayan cafĂ© cewe itu yang sudah mengenal susan

“ eh bantuin gue kerjain tuh orang! “ kata susan sambil nunjuk pemuda yang sedang duduk di tengah

“ hee? Ah jangan ah mba. Saya gak berani ! “ tolak pelayan tersebut ketakutan

“ berani lo nolak permintaan gue?!” dengus susan kesal “ ya udah kalo gitu tar gue suruh nyokap gue mecat elo! “ kali ini susan mengancam pelayan itu

“ waduh mba, Jangan donk! Iya deh saya Bantu tapi kalo ada apa-apa mba yang tanggung jawab ya! “ akhirnya pelayan itu mau membantu susan

“ nah gitu donk! “ susan mulai nyengir setan “ sini nih gue bisikin “ susan membisikkan sesuatu ke pelayan itu membuat ruri dan meli keki karena gak bisa mendengar rencana susan, sedangkan sang pelayan manggut-manggut sambil pasang tampang tegang

“ nah ngerti kan lo? “ Tanya susan lagi dan tampak pelayan itu menggangguk

“ ya udah sono jalan, laksanakan titah gue! “ perintah susan layaknya seorang ratu penyihir yang menyuruh seorang pemburu bayarannya untuk menjahati putri salju..eh pangeran salju.

“ lo suruh ngapain tuh dia? “ Tanya ruri yang gak tahan buat nanya ketika pelayan itu jalan kearah pemuda tersebut

“ hehehe lo liat aja bakal ada yang ngamuk! “ kata susan pede


Sruuuttttt bruk brak ! ( lha ini suara apa toh? )

“ ahhh! Maaf saya tidak sengaja !! “ pekik pelayan yang tadi disuruh susan ketika menumpahkan jus apel ke baju pemuda itu. ( oh suara air tumpah toh –a tapi bunyinya kok agak aneh ya….halah anggep aja suaranya gitu ! )

“ ah..gak apa-apa “ sahut pemuda itu sambil membersihkan bajunya dengan tisu

“ ….aduh saya benar-benar tidak sengaja! Maafkan saya “ pelayan itu kembali meminta maaf dan ikut membersihkan baju pemuda itu dengan kain lap yang kotor o_0 ;

“ errr…maaf kok baju saya jadi makin kotor ya? “ Tanya pemuda itu curiga sambil menatap kain lap pelayan itu

“ eh!? Hwaaaaa!! Maaaf saya gak tau ini kotor ! “ teriak pelayan itu ( kali ini dia emang gak sengaja ) dalam hati pelayan cewe itu mengutuk sang majikan yang memberi titah kepadanya

“ u..udah udah gak apa-apa saya bisa bersihin baju saya sendiri “ sergah pemuda itu ketika pelayan itu hendak membantunya, kemudian dia pergi ke toilet. Sedangkan susan dan yang lain cekikikan puas ( persis mak lampir )

“ gila lo san! Ide lo brilliant “ puji ruri

“ siapa dulu dong ! susan di lawan ya nggak” sahut susan bangga

“ iya sih tapi kasihan juga kan “ kata meli setengah kasihan melihat pemuda tadi

“ halah cuek aja! Dah yuk balik ! “ kata susan mengajak teman-temannya pulang


Besoknya lagi-lagi susan melihat pemuda itu di sekolahnya lagi sedang duduk di tempat yang sama. ‘ gak kapok juga dia gue kerjain ‘ batin susan mulai jengkel, entah kenapa tiap bertemu dengannya susan langsung naik darah. Susan segera menghampirinya lagi.

“ woy! Ngapain lo disini lagi!? “ kata susan galak membuat pemuda itu menjatuhkan semua bukunya ke bawah, belum sempat pemuda itu beranjak dari duduknya susan sudah lebih cepat mengambil buku yang berhamburan itu.

“…..bunga liar di kota Jakarta? “ Tanya susan begitu membuka isi buku tersebut dengan penuh tanda Tanya

“ eh…balikin~ “ pinta pemuda itu

“ enak aja! Gue balikin kalo udah gue baca! “ kata susan sambil berlari kabur membawa buku itu.


Pulang sekolah seperti biasanya susan selalu bersama dengan teman-temannya

“ eh ? sumpe lo itu buku punya cowo yang waktu itu? “ Tanya mia gak percaya ketika mendengar cerita susan

“ he eh “

“ wiw keren ternyata tuh cowo punya bakat juga, ceritanya lumayan tuh! “ sambung ririn takjub

Ketika itu susan di hadang oleh orang yang mempunyai buku tersebut

“ maaf…itu buku saya tolong di kembalikan “ pinta pemuda itu sopan meskipun dalam hatinya agak keki juga

“ hmmm……gimana ya kalau buku itu gue bakar? “ ejek susan setengah menggoda

“ ja..jangan!! apapun boleh kamu lakukan asal jangan bakar buku itu ! “ pemuda itu memohon kepada susan

“ kalau gitu gimana kalau gue robek?! “ Tanya susan setengah mengancam mengambil ancang-ancang mau merobek buku itu

“ jangan juga!! “ teriak pemuda itu frustasi

“….gue gak sekejam itu kali! Nih gue balikin! “ kata susan kemudian dan mengembalikan buku itu

“..te..terima kasih…saya pikir kamu benar-benar akan merobek buku ini hahah “ kata pemuda itu tersenyum lega

“ by the way cerita yang lo bikin lumayan tuh! “ kata ririn secara tiba-tiba

“ ah…terima kasih “

“ bunga liar di kota Jakarta….maksudnya apa? “ Tanya susan yang memang sejak awal penasaran dengan arti judul tersebut

“ oh..ini mengisahkan tentang kehidupan gadis-gadis smu di tengah kehidupan kota yang serba bebas, yah bunga liar itu kata kiasan untuk mengibaratkan gadis smu yang masih polos dan liar dalam artian suka mencari sesuatu yang baru dan berpetualang “ jelas pemuda itu kepada susan dan yang lainnya.

“ jadi itu alasannya lo mondar-mandir ke sekolahan sini? “ Tanya susan lagi

“ iya untuk observasi “

“ gue kasih info bagus “ kata susan sambil nyengir mencurigakan “ lo pergi ke diskotik deket sini…..nah disana banyak tuh cewek smu mangkal! Mungkin aja lo dapet inspirasi “

“ ah ya makasih infonya ! “

Setelah memberi info tersebut susan cs berlalu dari pemuda itu