Cerita ini bermula di pagi hari oleh seorang gadis berambut merah yang turun dari mobil dan masuk ke sebuah café.Dia duduk di pojokan sambil mendengarkan musik dari laptop yang dia bawa. Kemudian datang seorang pelayan menghampirinya yang menanyakan pesanannya. Gadis itu memesan Lemon tea dan snack kepada pelayan itu. Setelah mencatat pesanannya sang pelayan pun pergi meninggalkannya . Gadis itupun melanjutkan mendengarkan musik.Setelah menunggu beberapa saat pelayan itu mengantarkan pesanannya.Gadis itu mematikan musiknya dan mulai menikmati makanannya. Dan saat itu muncul seorang gadis yang berjalan ke arahnya, kelihatannya gadis yang sebelumnya memang menunggu gadis yang baru datang ini.
“ lama gak Olive? “ Tanya gadis yang baru datang itu dan langsung duduk
“ gak juga kok rine “ sahut Olive dengan malas kepada gadis yang di sapa rine itu atau Arine.
Arine hanya tersenyum mendengar jawaban Olive yang terksean cuek dan ogah-ogahan itu, tapi bukan karena Olive sedang bad mood, tapi karena sifat Olive yang memang sudah seperti itu. Dia sudah berteman dengan Olive sejak awal masuk sekolah, mereka sekelas dan duduk satu bangku, bahkan di kelas dua ini mereka kembali sekelas. Arine memanggil pelayan dan memesan jus apel serta sandwich keju.
“ udah dapet ide belom buat cerita film drama kita tar di festival film ? “ Tanya Arine bersemangat. Dia dan Olive berniat untuk berpartisipasi membuat film untuk festival film yang selalu di adakan setahun sekali, dia tahu temannya yang satu ini memang punya banyak ide.
“ hmm belum ada yang bagus “ jawab Olive sambil menggelengkan kepalanya, membuat semangat Arine turun “ hmm…tapi aku udah tau sih mau bikin cerita kayak gimana “ sambungnya lagi membuat Arine kembali bersemangat.
“ kayak gimana ???? “
“ mau bikin yang bertema….sad story yang touching “ jawab Olive.
Setelah itu pesanan Arine datang, dia pun segera memakannya, maklum belum makan dari pagi tadi XD.
Setelah keduanya menyelesaikan sarapan mereka, Olive mengajak Arine untuk jalan-jalan di taman sekalian mencari ide, mungkin aja pas dia lagi jalan-jalan lalu muncul sebuah ide untuk penulisan cerita dramanya. Arine pun tidak keberatan, dia mengikuti Olive menaiki mobil dan pergi ke taman. Keduanya turun begitu mereka sampai di taman.
“ saya mau berjalan-jalan di sekitar sini dengan Arine, nanti akan saya panggil kalau urusan kami sudah selesai “ kata Olive kepada supirnya yang dibalas dengan anggukan cepat. Kemudian mobil itu meninggalkan Olive dan Arine, mungkin parkir di sekitar taman.
“ hmm emangnya mau buat cerita sedih tentang apa olive? “ Tanya Arine sambil menikmati pohon-pohon di sekitar taman.
“ hmmm entahlah”
“ err…bagaimana kisah tentang percintaan ? “ usul Arine meskipun dia tampak ragu
“ bagus sih……tapi banyak yang kayak gitu, bisa-bisa nanti pas drama semua temanya sama “ jawab Olive yang kurang setuju dengan ide Arine.
Karena mereka sudah berputar-putar di sekitar taman dari tadi dan belum mendapatkan ide, Olive akhirnya memutuskan untuk duduk di bangku taman yang dekat pohon. Di bangku taman itu Olive kembali mendengarkan musik dari I-podnya, sedangkan Arine memilih sibuk sms. Gak lama Olive mendengar sebuah lagu yang menurutnya cukup bagus dan menyentuh.
“ ada sesuatu yang berbeda di lagu ini…” gumam Olive, Arine yang sedang sibuk sms pun menghentikan kegiatannya.mungkin aja Olive udah dapet inspirasi.
“ lagu mana? Coba dengerin “ pinta Arine penasaran, dia mau tau lagu apa yang dapat komentar dari Olive, maklum Olive itu agak eksentrik dikit dan unik, lagu yang dia suka pun aneh-aneh seperti lagu jaman dulu, musik klasik…pokoknya beda deh dari musik kesukaan anak muda jaman sekarang dan biasanya Olive menyukai lagu dari lirik lagunya meskipun itu lagu jadul sekalipun. Olive memberikan sebelah earphone nya kepada Arine untuk di dengarkan oleh gadis itu.
Arine yang memang kebetulan juga menyukai music mengenal lagu itu, kalau gak salah lagu yang dia dengar sekarang pernah terkenal di jamannya karena memiliki kisah tersendiri dalam pembuatannya.
“ ini lagu terkenal loh tiga tahun lalu “ celetuk Arine kepada Olive “ soalnya lagu ini punya kisah tersendiri “ Olive menatap temannya dengan penuh rasa keingintahuan
“ kisah? Kisah apa? “ Tanya Olive penasaran.
“ ya gini nih ceritanya…..” sahut Arine yang memang kebetulan tahu mengenai kisah lagu ini.
Akhirnya Arine pun mulai bercerita……………
Dulu sekitar 3 tahun lalu ada seorang gadis bernama Yuka, gadis ini keturunan
Pada suatu hari saat sedang mencari inspirasi Yuka bertemu sama seorang cowok yang lagi duduk di taman sambil dengerin musik, meski pake earphone tapi lagunya bisa kedengeran oleh yuka, mungkin itu cowok gedein volumenya. Dan Yuka mendengar cowok itu lagi dengerin lagu yang dia ciptain, kelihatan itu cowok enjoy banget. Saat itu tanpa sadar Yuka mendekati cowok itu.
Sadar ada seorang cewek di depannya itu cowok melepas earphone nya dan mematikan musik nya.
“ ada apa? “ Tanya nya jutek, kayaknya dia sedikit keganggu oleh kehadiran Yuka.
“ kamu…suka lagu tadi? “ Tanya Yuka ingin tahu, pemuda itu hanya menatap Yuka heran dengan pertanyaan aneh Yuka. Aneh datang tiba-tiba dan nanya gak jelas. Tapi akhirnya cowok itu jawab juga “ iya suka “.
Yuka tersenyum dan kembali bertanya “ kenapa kamu suka lagu itu? “ .
“ liriknya bagus….kayaknya penuh gejolak emosi dan….mewakili emosi kaum muda yang kalau lagi jatuh cinta “ jelas cowok itu serius. Ternyata Yuka sangat puas dengan jawaban cowok itu, karena biasanya setiap orang yang dia Tanya selalu ngasih jawaban yang standar seperti ‘bagus’, ‘ini kan gue banget’ , ‘romantis’ Cuma begitu aja. Belum ada yang jawab kayak cowok ini.
“ kamu pasti sangat menyukai musik “ kata Yuka sambil duduk di sebelah cowok itu
“ ya….udah dari kecil “jawab nya sedikit malu-malu
“ namaku Yuka dan…aku sangat senang laguku di beri komentar seperti tadi “ ucap yuka sambil memperkenalkan dirinya.
“ tirta…..dan….APA!?” jawab pemuda itu sambil terlonjak kaget begitu menyadari orang yang di sebelahnya adalah orang yang menciptakan lagu yang sedang ia dengar“ ja..jadi kamu yang…”
“ iyah…dan gak usah begitu, biasa aja. Aku sangat senang kalau kamu mau jadi temanku tirta “ kata Yuka jujur
“ ya..a…aku juga senang yuka “ balas cowok itu gugup sekaligus senang.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Yuka memutuskan untuk pulang lagipula dia sudah dapat inspirasi untuk lirik lagunya yang berikut.
“ sudah sore tirta, aku pulang dulu ya “
“ yu..yuka! apa kita bisa ketemu lagi? “ Tanya tirta penuh harap.
“ ya…aku sering kemari kok kalau sedang cari inspirasi “ jawab Yuka sambil tersenyum manis dan kemudian membalikkan tubuhnya dari hadapan tirta dan segera berlari kecil kearah jalan raya.
Malamnya Yuka menulis lirik lagu yang menggambarkan tentang pertemuan dua orang secara kebetulan dan memiliki kecocokkan satu sama lain. Setelah menulis, Yuka tersenyum puas karena tulisannya menggambarkan benar perasaannya saat bertemu tirta dan saat mendengar komentar tirta yang membuat hatinya nyaman. Setelah di lihatnya jam sudah menunjukkan jam 2 pagi, dia pun lekas tidur dan menyimpan liriknya di bawah buku.
Ke esokan paginya Yuka berniat untuk menyerahkan lagu ciptaannya itu ke pihak editor di studio musik, tapi dia sangat kaget karena dia lupa meletakkannya dimana. Pagi itu pun terjadi kepanikan di rumah Yuka. Dia mencari lembaran kertas tersebut di seluruh tempat rumahnya, termasuk ibu dan adiknya ikut sibuk mencari.
“ memang kamu letakkan kertas itu dimana yuka? “ Tanya sang ibu sambil mencari di sekitar ruang tamu, bersama Yuka.
“ emm…entahlah aku gak begitu ingat, tapi …..kertas itu bisa saja di suatu tempat bu! “ jawab Yuka kebingungan
“ kau ini, makanya jangan di biasakan menaruh sesuatu sembarangan! “ kata ibunya setengah memarahi Yuka. Yuka dan ibunya melanjutkan mencari kertas lirik itu yang entah ada dimana. Dan saat itu muncul adiknya dari kamar Yuka yang berada di atas sambil berkata “ kakak! Apa kertas yang ini??? “ tanyanya, Yuka pun segera berlari ke atas dan melihat kertas yang di temui oleh adiknya. “ iya ini!! Makasih ya chris!! “ jawab Yuka senang dan lega sambil memeluk adiknya. Ibunya hanya bisa geleng-geleng saja melihat Yuka.
Setelah semuanya beres dan siap, Yuka segera pergi ke tempat editor musik itu setelah sebelumnya berpamitan dulu dengan ibunya. Di dalam perjalanan dia benar-benar berdebar, apakah liriknya nanti akan di terima atau tidak…..kalau tidak dia bisa mencoba lagi dengan menemukan inspirasi yang baru, kalau Iya siapa yang akan menyanyikannya. Satu setengah jam perjalanan dia tempuh dan akhirnya sampai juga ke tempat yang ia tuju. Begitu memasuki gedung tersebut hati yuka benar-benar berdebar tidak teratur. Ayolah yuka ini bukan pertama kalinya kau datang kemari, kamu pasti bisa. Batin yuka menyemangati dirinya sendiri. Dan dengan segala keberanian yuka menemui pihak editor dan memberikan karyanya, mereka berdiskusi panjang lebar yang akhirnya mendapat keputusan karya yuka di terima. Tentu saja gadis ini sangat senang, dan untuk pemilihan siapa yang akan menyanyikannya yuka banyak mendapat saran tapi yuka lebih memilih pihak editor yang mengurusinya karena pasti lebih berpengalaman. Dan tentu saja dengan ini yuka juga akan mendapat pembayaran dari pihak editor dan akan mendapat bayaran lagi kalau memang karyanya laku di pasaran. Setelah mendapat kesepakatan Yuka segera berpamitan. Rencananya yuka berniat untuk pergi ke taman dan berterima kasih pada Tirta kalau ketemu, tapi ternyata dia langsung pulang ke rumah dan memberi kabar ini pada ibu dan adiknya. Setelah itu mungkin karena lelah yuka pun tertidur di kamarnya dengan perasaan senang.
2 minggu akhirnya yuka di beri kabar, kalau mereka sudah menemukan penyanyi yang tepat untuk menyanyikan lagu yuka dan meminta yuka untuk segera datang melihatnya sendiri. Maka yuka pun bergegas pergi.
Ditengah jalan di pinggir taman yuka melihat seorang cowok duduk di pinggiran jalan dekat taman, yuka melihatnya dan cowok itu menatapnya sambil tersenyum, yuka pun membalas senyuman itu. Begitu mobilnya kembali melaju yuka baru teringat kalau cowok yang tadi memberi senyuman adalah Tirta. Ahh kenapa bisa lupa sih?? Pikir yuka bingung.
Tapi akhirnya yuka sampai juga, dengan tergesa ia memasuk gedung tersebut dan segera menemui sang editor. Dia sangat penasaran siapa penyanyi yang terpilih itu.
“ ah…baguslah yuka kau datang juga “ sambut sang editor begitu melihat yuka datang
“ iya, aku sangat penasaran ingin melihat!! “ sahut yuka menggebu-gebu
“ itu dia orangnya “ tunjuk sang editor terhadap seorang penyanyi pria muda yang terlihat asing di mata Yuka.
“ humm…penyanyi pria? aku tak mengenalnya “ kata yuka polos
“ hahaha dia penyanyi pendatang baru, wajar kau tak kenal. Tapi dia punya potensi suara nya bagus dan kami rasa penyanyi pria juga tak apa-apa karena lirik yang kamu buat itu juga cocok untuk pria “ jawab sang editor menjelaskan sambil tertawa kecil
“ oh…kalau itu alasannya boleh di coba “ kata yuka sambil tersenyum
Yuka akhirnya duduk di sebelah sang editor dan mendengarkan penyanyi muda itu bernyanyi.
“ bagaimana? “ Tanya sang editor kepada yuka setelah penyanyi itu selesai
“ lumayan juga….memang benar tak ada salahnya “ jawab yuka mengakui potensi yang dimiliki penyanyi pendatang baru itu. Sang editor mengajak yuka menghampiri penyanyi itu untuk berbincang-bincang.
“ ramon kenalkan ini yuka…dia yang menciptakan lagu yang tadi kau nyanyikan “ ucap sang editor mengenalkan mereka berdua
“ hai yuka, saya sudah banyak mendengar prestasi yang kamu dapat dan saya mengaguminya “ sapa ramon sambil menjabat tangan yuka, yuka menyambut tangan ramon dengan hangat sambil berkata “ terimakasih, saya juga senang bisa bekerja sama dengan ramon, kamu juga punya bakat potensi yang bagus “ keduanya pun saling tertawa lepas.
“ baiklah kita akan menggarap pembuatan lagu ini besok pagi-pagi di taman bagaimana yuka? “ Tanya sang editor mengenai perencanaan pembuatan album yang akan di luncurkan nanti dalam bentuk klip.
“ iya saya setuju, pagi-pagi kita semua sudah ada disana “ jawab yuka setuju.
“ ok, ketemu besok disana ya yuka “
Setelah setuju dengan semuanya Yuka pun bergegas pulang dengan di antar oleh mobil khusus dari pihak editor musik tersebut. Dan di tengah jalan dia teringat pada Tirta, lalu yuka meminta mobil itu untuk berhenti sebentar di pinggir taman. Semoga saja tirta masih ada di sekitar sini. harap yuka dalam hati.
Tapi untunglah Tirta masih ada, cowok itu duduk di bangku taman tempat mereka bertemu waktu itu. Kelihatannya Tirta sedang asik mendengarkan musik. Yuka pun menghampirinya
“ halo tirta “ sapa yuka ramah, tirta yang melihat yuka segera melepas earphonenya dan membalas balik “ halo yuka! Kemana aja? “. Melihat sikap Tirta yang lucu membuat yuka tertawa kecil.
“ hei jangan tertawa! “ protes tirta dengan wajah agak memerah, dan hal itu makin membuat yuka tertawa
“ ma..maaf hahahaha habisnya kamu lucu, sikapmu itu..hahaha seperti tidak bertemu denganku lama sekali..”
“ memang lama…sejak pertemuan pertama itu kau tidak datang lagi…..padahal…aku menunggumu…” sahut tirta dan kali ini wajahnya lebih merah dari sebelumnya. Yuka tertegun dengan pengakuan tirta.
“….ah maaf aku agak sibuk, soalnya pas bertemu denganmu…aku langsung mendapat inspirasi…..dan kau tahu…..kali ini aku juga mendapat inspirasi lagi! “ kata yuka ceria
“ wah..bagus dong! “
“ iya semua berkatmu tirta! Oh ya besok kami akan syuting video klip disini pagi-pagi kamu datang ya tirta! “
“ akan ku usahakan “
“ ini untukmu “ kata yuka sambil menyerahkan nomor telepon rumah dan nomor handphonenya “ jadi kamu gak perlu nunggu aku lama-lama disni “ sambungnya sambil tersenyum jail membuat wajah cowok itu kembali memerah.
“ tirta aku pulang dulu ya! Sampai ketemu besok! “ yuka pun meinggalkan tirta yang masih berdiri menatap dirinya berlalu.
Esoknya pagi-pagi sekali semua kru untuk syuting video klip sudah pada berkumpul, mereka sedang menyiapkan setting dan ada juga yang sedang merias model di video klip itu dan juga merias ramon sang penyanyi. Dan gak lama muncul beberapa orang wartawan yang mengetahui kabar ini ( dasar wartawan tau aja! ) kebanyakan dari mereka adalah wartawan infotainment dan sisanya wartawan majalah dan wartawan info music. Beberapa saat muncul Yuka yang dengan tergesa berlari menuju tempat setting, tentu saja dia ikut ambil andil untuk mengatur. Begitu sampai Yuka sempat di serbu dan di tanyain macam-macam oleh wartawan-wartawan itu. Yuka menjawab pertanyaan mereka sekenanya, sedang dirinya sibuk mencari-cari keberadaan Tirta, tapi cowok itu gak terlihat. Mungkin dia gak bisa datang. Pikir yuka agak kecewa. Wartawan-wartawan itu berhenti mewawancarai Yuka ketika syut sudah di mulai.
Jam 12 siang pengambilan syut di berhentikan sebentar untuk makan siang, Yuka pun beristirahat dan saat itu tiba-tiba seseorang menyodorkan minuman kepadanya.
“ pasti capek ya? “ kata orang yang memberinya minuman, begitu di lihat orang tersebut adalah tirta.
“ tirta?! Kukira kamu tidak datang!? “ Tanya Yuka terkejut
“ sebenarnya aku sudah datang dari tadi…..aku tak ingin mengganggu kerjamu makanya aku melihat dari kejauhan saja “ jawab Tirta sambil tersenyum
“ …….kau sempat membuatku cemas tau….” Gumam yuka pelan dan sepertinya tirta tidak mendengar.
“ eh kamu belum makan siang
Dan untunglah jam 5 sore semuanya sudah selesai, klip tadi tinggal di atur lagi nanti. Yuka pun dapat bernapas lega karena mereka gak perlu melakukannya sampai berhari-hari. Setelah berpamitan kepada semua orang Yuka bergegas berlari menuju tempat tirta duduk. Yah, cowok itu masih duduk manis di tempatnya. Tapi kali ini wartawan yang memang melihat gelagat yuka membuntutinya, dan berhasil menemukan Yuka. Kontan saja para wartawan itu menyerbu yuka dan mulai bertanya yang aneh-aneh.
“ ah nona yuka kelihatannya anda sangat terburu-buru tadi, apa ini alasannya anda terburu-buru ? “ Tanya seorang wartawan sambil melirik tirta yang berdiri di sebelah yuka.
“ kami tidak melihatnya saat pengambilan video klip tadi, apakah kalian berdua memang sudah janjian? “ Tanya seorang wartawan lainnya
“ nama anda siapa? Apakah anda datang menjemput yuka? “ seorang wartawan lain langsung bertanya kepada tirta yang masih shock karena di serbu wartawan
“ yuka apakah dia adalah teman istimewa anda??? “ wartawan lain bertanya dengan sangat antusias
“woi!!WOI!! TANYA SATU-SATU JANGAN KAYA LAGI OBRAL BARANG!! Kasih yuka kesempatan bicara !! “ teriak seorang kameramen yang berdiri paling depan. Dia sudah gerah berdesakan apalagi di dorong-dorong. Semua reporter langsung mingkem.
“ nah yuka coba sekarang jelaskan pertanyaan dari wartawan-wartawan yang lagi kumat ini “ sambung kameramen itu sedikit jutek dan kesal, bukan pada yuka tapi pada teman nya yang ikut meliput.
“ ya kami memang janjian akan bertemu disini…dan dia memang sudah menunggu saya, namanya tirta dan dia adalah teman terbaik saya. Berkat dialah saya berhasil membuat lirik lagu pada video klip kali ini “ jelas Yuka dengan suara yang sangat bersahabat, tapi tentu saja wartawan-wartawan itu tidak puas dengan penjelasan yuka, mereka menduga yuka dan tirta punya hubungan khusus, tapi tak ada yang berani bertanya karena mereka melihat yuka sudah sangat lelah dan pucat, apalagi tirta meminta para wartawan itu untuk tidak bertanya lebih lanjut. Wartawan-wartawan itu dapat mengerti dan memutuskan tidak bertanya apa-apa lagi pada yuka. Yuka pun pulang kerumahnya diantar oleh Tirta yang memang selalu bawa motor kalau ketaman.
3 hari setelah itu video klip itu di luncurkan juga dan tayang perdana di TV musik, tentu saja yuka mengetahui hal ini dan segera melihat hasilnya di TV. Saat sedang asik melihat tiba-tiba telepon rumahnya berdering, karena ibunya sedang tak di rumah dan adiknya sedang kerumah temannya yuka mengangkat telepon itu.
“ halo apa ini rumah kediaman yuka? “ Tanya suara di sebrang
“ ya saya yuka, ini siapa? “
“ ha..hai yuka! Ini aku tirta! “ kata sang penelepon yang tak lain adalah tirta
“ halo tirta!! Kamu lihat gak di TV video klip itu?? “ Tanya yuka antusias
“ ya…makanya aku nelpon..mau ucapin selamat! “ sahut tirta riang
“ ah…makasih…menurutmu gimana? “ yuka kembali bertanya mengenai pendapat
“ manis…sederhana….tapi pas sama liriknya “ jawab tirta, dan yuka pun terlihat puas mendengar komentar tirta, meskipun hanya di bilang ‘sederhana’.
“ terima kasih tirta…….eh besok siang aku ada acara bincang-bincang di radio kamu mau temani aku? “
“ wah gak bisa….maaf ya…aku bantuin paman di kantornya besok….”
“…owh…tapi kamu dengerin ya “
“ iya pasti! Kalau gitu aku tutup ya, semoga acaramu sukses “
“ terima kasih! “
Esok siangnya Yuka menghadiri acara bincang-bincang di sebuah stasiun radio yang cukup populer di kalangan remaja. Hari itu yuka benar-benar sangat berdebar karena ini pertama kali dia menghadiri acara seperti ini.
“ halo para pendengar musik yang sedang mendengarkan, hari ini kami membawa seorang bintang tamu! “ sapa seorang pembawa acara
“ yup benar sekali dia adalah seorang penulis lagu yang saat ini tengah naik daun, dan berhasil menyabet penghargaan sebagai penulis lagu termuda berbakat! “ sambung pembawa acara satunya.
“ ini dia YUKA! “ sorak keduanya agak lebay
“ halo yuka!! Apa kabarnya hari ini? “ Tanya pembawa acara yang bernama adri
“ baik…baik sekali dan sedikit agak nervous hehehe “ jawab yuka malu-malu
“ duh jadi ikutan grogi nih liat yuka yang imut! “ goda pembawa acara lainnya bernama anwar yang dibalas oleh lemparan Koran ke mukanya oleh adri
“ yuka bisa cerita dikit gak tentang semua lirik-lirik yang kamu ciptain? “ Tanya anwar udah gak sabar.
“ eh yuka yang di video klip itu lirik yang ke berapa? “ adri memotong membuat anwar jadi keki
“ itu yang kedua “ jawab yuka singkat
“ certain donk kisah di balik pembuatan lirik tersebut “ adri bertanya yang langsung di tatap dengan tatapan –itu-kan-pertanyaan-gue-dasar-copy-cat! Dari anwar yang di balas dengan tatapan –suka-suka-gue!
“ lirik pertama itu yuka buat saat di ajang kreasi anak muda, di dalam liriknya itu mengisahkan tentang seseorang yang berusaha untuk mendapatkan impiannya menjadi apa yang di inginkan, meskipun yuka Cuma mendapat juara harapan 4 tapi yuka cukup senang apalagi yuka mendapat penghargaan sebagai penulis lirik termuda “ jawab yuka lancar dan terdengar exicted.
“ wah tapi lirik kamu yang pertama itu cukup populer loh di tangga lagu kita “ komentar anwar bangga ( malah dia kok yang bangga )
“ yuka lagu ciptaan kamu yang pertama itu di nyanyiin sama penyanyi favorite kamu yah? “ Tanya anwar lagi ( ini bocah satu emang gak bisa diem )
“ iyah! Dan yuka sangat senang sekali! “
“ trus lirik lagu kedua kisahnya gimana? “ anwar udah keburu napsu tapi keburu di potong sama adri
“ tar jangan buru-buru, kita kasih iklan dulu “ anwar kembali keki
Setelah iklan mereka puterin lagu yang di bawain ramon dengan judul first time dan abis itu mereka balik Tanya-tanya ke Yuka.
“ yuka ceritain donk kisah lirik lagu kedua ini “ pinta anwar yang emang udah ngebet banget penasaran.
“ itu saya terinspirasi oleh seseorang yang menurut saya dia itu sangat menyukai musik dan saya mengaguminya……” jawab yuka setengah malu-malu, dan tirta di sebrang
“ kami bertemu seperti sudah di atur oleh takdir “
“wow romantis banget!! “ seru anwar
“ yuka denger-denger saat pembuatan klip pulangnya kamu di antar cowok ya? Kalo gak salah namanya tirta? “ Tanya adri menyelidiki
“ ah iya, dia orang yang memberi inspirasi “
“ wah pasti dia special ya? Pacar kamu kah? “ Tanya anwar sedikit menggoda yuka
Tirta yang memang lagi mendengarkan radio langsung menjatuhkan kertas-kertas yang sedang dia bawa sambil berkata dalam hati. Dasar host usil.
“ dia teman saya, bukan pacar “ jawab yuka mantap
“ oke deh yuka, kalo gitu niat untuk bikin lirik ke tiga ? “ Tanya adri kali ini dia yang antusias
“ iya! Saya sudah dapat inspirasi lagi dan sudah setengah menulisnya “ jawab yuka yakin
“ hebat! Udah buat lagi??? “ Tanya anwar gak percaya
“ inspirasinya dapat dari mana nih? Kasih bocoran donk”
“ kalian percaya gak inspirasinya dapat dari sebuah kalimat yang di ucapkan oleh tirta” ucap yuka bikin semua orang penasaran termasuk tirta, dia menghernyitkan dahi saking penasarannya.
“ tapi sebelum yuka jawab kita kasih video klip dulu! “ kata adri mendadak sambil nyengir gak bersalah, gak sadar udah berapa orang yang di bikin kesel sama dia gara-gara lagi seru tau-tau di potong. Begitu video klip mulai anwar langsung nimpukin adri pake sandal.
Video klipnya pun habis
“ nah yuka ayo jawab dunk! Awas lo dri kalo di potong lagi! “ kata si anwar sambil melotot kearah rekannya
“ waktu itu tirta bilang ke yuka kalau dia….menunggu yuka sudah lama di taman, padahal yuka sudah janji mau datang “ jawab yuka agak berdebar, tirta yang mendengarnya langsung merasakan kalau wajahnya panas saat itu.
“ hebat!!! Cuma kalimat itu aja tapi bisa, salut deh buat yuka!! “ cetus anwar gak bisa sembunyiin kekagumannya lagi
“ oke deh yuka, thanks ya udah datang! Semoga sukses! Dan sukses juga buat lo tirta dimanapun berada “ kata adri menutup acara.
Setelah itu Yuka pun menjadi lebih bersemangat untuk menyelesaikan lirik ketiganya, dan dia juga jadi sering ke taman bertemu dengan tirta untuk meminta pendapat cowok itu, Tirta pun sepertinya sangat mendukung yuka. Dan tanpa disangka yuka berhasil membuat dua lirik lagu yang di tulisnya bersama tirta, yang satu terinspirasi dari perkataan tirta dan yang lainnya menggambarkan tentang perasaan senang yuka saat ini.
“ aku benar-benar puas!!! “ seru yuka senang sambil melihat kertas yang bertuliskan liriknya, sedangkan tirta tersenyum di sebelah yuka.
“ terima kasih ya tirta! Oh ya besok aku akan memberikannya kepada pihak editor, kamu ikut ya? Kita janjian disini lagi, yah semoga saja di terima “ ajak yuka bersemangat dengan wajah cerah
“ iya aku akan mengantarmu, kita janjian di tempat ini “ tirta mengiyakan ajakan yuka.
“ baiklah sampai ketemu besok tirta! Aku pulang dulu “ yuka pun pamitan dan bergegas pulang dengan perasaan gembira.
Besoknya pagi-pagi sekali yuka sudah rapih, jam 7 pagi dia menelepon tirta dari rumahnya untuk memastikan cowok itu jadi datang atau tidak dan apakah dia sudah berada di taman atau belum.
“ halo tirta? “ sapa yuka terlalu excited
“ hai yuka “ balas suara di sebrang
“ kamu jadi mengantarku? “ Tanya nya untuk memastikan
“ iya donk
“ kamu dimana? “
“ emm udah di taman “
“ baiklah aku akan kesana, di tempat biasa
“ oke” telepon di tutup, yuka pun setelah memakan roti nya segera pergi keluar rumah menuju taman, yang kalau dari rumahnya bisa di capai dengan menaiki satu kali mobil saja.
Begitu sampai taman yuka segera menuju ke tempat mereka biasa bertemu dengan sedikit berlari kecil, tapi aneh begitu sampai dia tidak menemukan siapapun disana, dia tak melihat tirta di
“ ha..halo?? “ jawab yuka saat menerima telepon dengan bergetar
“ yuka kamu dimana? “ Tanya pemilik suara yang meneleponnya yang tak lain adalah tirta
“ tirta…aku…aku tidak tau ada dimana…ka..kamu dimana tirta? “ Tanya yuka ketakutan
“ tenanglah yuka..aku di taman, di tempat biasa, masa kamu lupa? “ kata tirta berusaha menenangkan kepanikan yuka
“ aku tidak bisa mengingatnya…aku takut…”
“ aku saja yang kesana kamu dimana? “ ujar tirta memutuskan merasakan ada suatu keanehan pada yuka
“ aku tidak tahu aku dimana tirta….aku tidak tahu..” jawab gadis itu mulai menangis, tirta yang cemas meminta agar yuka diam di tempat tidak beranjak kemana-mana, dia akan segera menyusul yuka secepatnya. Yuka pun akhirnya diam di tempat, dia benar-benar takut, tiba-tiba saja tempat yang sering ia datangi berubah menjadi asing! Dia sampai tidak hapal jalan di taman ini. Yuka yang sendirian tidak menyadari kalau dirinya di hampiri oleh seseorang.
“ apa anda baik-baik saja? “ Tanya orang yang menghampiri yuka
Yuka segera menatap wajah orang itu yang kini tengah berdiri di depannya, yuka yang tadi sedang dalam posisi jongkok segera berdiri sambil menghapus air matanya.
“ i..iya aku tidak apa-apa “ jawab yuka sedikit gugup
“ wajah anda pucat…apa anda sedang sakit? “ Tanya pria itu kembali sepertinya dia mengkhawatirkan keadaan yuka
“ ya, aku tidak sakit. Aku hanya sedang menunggu temanku “ kata yuka meyakinkan kalau dia baik-baik saja sambil tersenyum.
“ kalau begitu ada baiknya jangan duduk di tengah jalan…bagaimana kita ngobrol sebentar? “ ajak pria itu mengusulkan dan Yuka pun menyetujuinya. Selagi menunggu Tirta tidak ada salahnya kalau dia duduk sambil berbicara, yah meski orang asing tapi orang ini terlihat baik.
15 menit kemudian
“ jadi kamu janjian disini untuk merekomendasikan karyamu kepada editor musik? “ Tanya pria tersebut yang di ketahui bernama Hans
“ iya, tapi sayangnya aku tidak bisa ingat tempat janjian kami…aneh padahal aku sering kemari tapi kenapa bisa lupa ya? Dan akhir-akhir ini aku juga banyak melupakan sesuatu yang seharusnya gak mungkin terjadi…” kata yuka sambil bertanya bingung
“ mungkin nona yuka terlalu sibuk dan kelelahan “ jawab Hans sambil tersenyum, meskipun dalam hati dia tidak yakin, dia berpikir kalau gadis ini sakit tanpa disadari
“ mungkin juga begitu! “ balas yuka membalas senyuman hans. Dan gak berapa lama tirta datang menghampiri yuka dan hans. Sebelum keduanya pergi, Hans sempat memberi kartu namanya, dan ternyata dia adalah seorang dokter. Dia meminta yuka menyimpannya karena mungkin saja suatu saat nanti yuka membutuhkannya. Yuka meski yakin gak akan butuh dokter menerimanya.
Pihak editor menerima karya yuka dengan senang hati karena memang tahun ini tak banyak para pencipta lagu yang mengirimkan karya mereka, mungkin sedang tak ada ide atau sibuk. Yuka menyerahkan semuanya kepada sang editor mulai dari penyanyinya dan pembuatan klipnya nanti yang di sanggupi oleh pihak mereka.
“ huff akhirnya beres juga “ ucap yuka lega
“ iya, benar. Lalu habis ini kamu mau kemana? “ Tanya tirta
“ aku mau pulang…rasanya lelah sekali..” jawab yuka yang memang terlihat agak pucat saat itu
“ oh kalau gitu kuantar ya” tawar tirta
“ hahaha memangnya kamu tau rumahku? “ Tanya yuka dengan nada menggoda
“ …..aku
“ hee? Kapan? Kok aku tak ingat??” Tanya yuka bingung sambil mengedipkan matanya heran
“ aku kerumahmu sudah 2 kali kan….masa kau tak ingat? “ tirta bertanya dengan benar-benar heran, dia yakin pasti ada yang tidak beres dengan yuka
“ aku tak ingat kamu pernah mengantarku…..ah sudahlah mungkin aku terlalu lelah “
“ ….apa benar begitu..? “ gumam tirta bertanya pelan
“ eh? Apa? “
“ ah tidak, ayo ku antar “
“ baiklah akan ku tunjukkan arahnya “
Yuka pun akhirnya pulang di antar oleh tirta ke rumahnya.
Semenjak hari itu banyak kejadian aneh yang terjadi pada Yuka, dia mulai merasa banyak melupakan hal-hal yang penting, terlebih lagi setiap dia berusaha memulai untuk menulis lirik pasti ujung-ujungnya dia lupa atau malah menghilangkan lirik-lirik tersebut. Yuka juga jadi gampang tersesat, dan sering kali ia pulang di antar tirta karena lupa jalan ke rumahnya sendiri, benar-benar gak masuk akal. Yuka pun merasa jadi sering lelah, tubuhnya benar-benar mudah lelah dan kecapean. Sebenarnya aku kenapa…. Pikir yuka malam itu frustasi, dan dia tiba-tiba teringat oleh dokter hans yang ia temui 1 bulan lalu. Mungkin tak ada salahnya aku konsultasi pada dokter hans, dia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar