Minggu, 05 Juli 2009

I love this guy : cherry blossom

Nishiki adalah murid baru di sebuah sekolah smu favorite di kotanya, tempat di mana semua anak-anak elite terpilih ( konon sih gitu katanya ). Dan sudah hampir tiga bulan dia menjalani kehidupannya sebagai siswa smu di sekolah itu. Di sekolah itu dia mengagumi senior cowok tingkat akhir yang bernama Radith, menurutnya Radith itu sangat pintar dan hampir jago dalam semua olahraga, dan satu yang bikin dia salut karena cowok itu gak pernah sombong. Hal ini terbukti dari sikapnya melayani orang-orang di sekitarnya dengan ramah dan menghargai setiap cewek yang memberinya kado atau apapun itu. Bahkan caranya menolak cewek yang nembak dia juga begitu sopan. Nishiki memang kagum sama cowok itu dan kadang suka melihatnya dari kejauhan. Nishiki sendiri merupakan seorang cowok yang punya keturunan jepang dari neneknya dan neneknya itu memaksa untuk memberikan nama jepang untuk semua cucu-cucunya.

“ yo iki! Ngapain lo diem aje! Kantin yuk” seorang cowok mendatangi meja Nishiki dan mengajaknya ke kantin.

“ males….lagi gak minat “ jawab Nishiki kaya orang depresi kepada cowok yang menyapanya yang bernama Andika. Dia dan Andika sudah berteman sejak masuk smp dan kebetulan mereka masuk ke smu yang sama.

“ halah elo, pasti masih depresi sama Anne ya? Gimana sih lo, kan elo yang mutusin! “ celetuk Andika sok tau tapi emang bener sih –“.

“ bawel! Udah kalo mo ke kantin elo aja, gw lagi mogok ke kantin! “ akhirnya Andika pasrah gak berhasil ngajak temennya itu ke kantin.

Dasar! Bikin gw tambah kesel aja! Gak tau orang abis putus apa!? Gerutu Nishiki dalam hati. Dia masih sangat kesal karena gak mengerti oleh perasaannya sendiri. Dia baru saja putus oleh Anne cewek kelas sebelah 3 hari lalu. Memang benar dia yang mutusin Anne dan ada sedikit gurat sesal di hatinya, bukan sesal karena putus tapi sesal karena mereka jadian, seharusnya sejak awal dia gak pernah jadian sama Anne dan gak akan ngeliat cewek itu nangis dan mengclaim Nishiki sebagai orang jahat! Dia masih ingat benar kejadian waktu itu.

Nishiki flashback

“ maaf ya Anne..aku rasa hubungan kita gak bisa berlanjut….lebih baik kita akhiri sampai sini….” Ucap Nishiki tanpa berani menatap wajah gadis yang sedang berdiri di hadapannya itu.

“ eh!? Tapi kenapa iki?!! “ Tanya gadis itu seperti tidak percaya

“……a.aku rasa….aku tidak bisa mencintaimu lagi “

“ bohong! Pasti ada cewek lain! Aku benarkan!? “ kali ini nada suara Anne seperti orang sedang marah dan setengah cemburu

“ bu..bukan itu Anne.” Sela Nishiki buru-buru, dia tidak mau ada prasangka buruk dan timbul salah paham pada Anne “ hanya saja…aku baru berpikir…apa aku ini benar-benar mencintaimu atau tidak..” akhirnya Nishiki bisa berkata jujur, karena sejak awal mereka jadian karena Nishiki berpikir kalau punya cewek pasti enak tapi ternyata gak segampang yang dia pikir, dia baru menyadari kalau dia pacaran sama Anne gak berdasarkan atas perasaan yang sesungguhnya meski dia berusaha untuk mencintai gadis itu.

“…maafkan aku Anne…aku-“

“ sudah cukup! “ ucap anne memotong kata-kata Nishiki, sejujurnya dia sudah tidak kuat untuk mendengar lanjutan kalimat dari mulut Nishiki.

“ aku mengerti….dan aku menghargai keputusanmu, lagipula……aku tidak bisa bertahan disisi orang yang tidak mencintaiku…”

End flashback

Yah kira-kira seperti itulah kejadian 3 hari lalu saat dia memutuskan Anne, dia berani sumpah kalau gadis itu menahan tangisnya, membuat Nishiki selalu merasa bersalah setiap kali mereka bertemu. Apalagi gadis itu selalu saja menghindar kalau bertemu dengannya.

“ ha-ah~~~ “ Nishiki menarik napas dalam-dalam, dan tiba-tiba saja di luar terdengar keributan, merasa tertarik Nishiki keluar kelas juga.

Ternyata di luar ada anak basket sedang latihan, dan salah satu anak basket itu ada senior mereka yang populer, Radith. Pantes rame, bintangnya sekolah lagi latihan sih.

Karena emang lagi suntuk Nishiki memutuskan untuk di luar sekalian cuci mata, kan banyak tuh cewek-cewek yang lagi pada ngumpul buat ngeliatin si Radith.

hehe keluar juga lo! “ sindir Andika yang dateng-dateng udah bawa beberapa cemilan

“ Ka? Itu mau lo makan semua?” Tanya Nishiki sambil melotot ngeliat banyaknya ‘sampah’ yang di bawa Andika gak mempedulikan sindiran si Andika.

“ ya iyalah mau gue makan? Masa iya gue buang? “ jawab Andika sambil meraup potato dan memasukkannya sekaligus kedalam mulutnya.

Andika ikut bergabung bersama Nishiki duduk di bangku depan kelasnya dan melihat lapangan basket yang penuh oleh cewek!

“ huh…terkenal banget sih dia “ gumam Andika setengah jengkel dan setengahnya lagi iri sambil menatap senior mereka yang sedang di kerubungi cewek.

“ alah paling lo kesel gara-gara gebetan lo si Erika naksir berat sama si radith kan “ yup omongan Nishiki memang tepat, Andika emang kesel gara-gara gebetannya si Erika ngejar-ngejar si Radith dan Erika sama sekali cuek sama dirinya. Dia Cuma bisa cemberut aja ngeliat Erika lagi deketin Radith yang lagi duduk lesehan di lapangan bareng anak basket lainnya.

“ apa sih yang kurang dari gue? Kayaknya gue juga keren deh “ Tanya Andika dengan narsis kepada Nishiki, Nishiki Cuma bisa menggeleng heran.

“ mau tau apa yang kurang? Lo itu kurang pinter, kurang cakep, kurang kaya, ku- “ belom selesai si Nishiki lanjutin omongannya, mulutnya udah di sumpel sama bungkus chiki bekas Andika.
” pueh! Apa-apaan si lo!? “ protes Nishiki kesal sambil melepeh bungkus chiki tersebut dari mulutnya.

“ abisnya elo malah jatuhin gue! “ Andika udah masang muka ngambek yang menurut Nishiki itu kayak tampang orang lagi kebelet boker –“.

“ dengan kata lain lo itu jauh di banding sama dia! “ ucap Nishiki sambil nunjuk si radith, tapi saat itu Radith yang sedang minum mendadak saja menoleh ke arahnya dan tiba-tiba saja cowok itu tersenyum bikin Nishiki kaget setengah idup. Buru-buru dia menurunkan tangannya karena gak mau si radith mikir dia lagi ngomongin dirinya.

Bel masuk berbunyi tanda jam pelajaran berikutnya akan segera di mulai. Saat memasuki kelas guru biologi mereka Cuma bisa geleng-geleng kepala melihat hampir semua murid cewek gak ada di dalam kelas. Hal itu karena murid-murid cewek masih pada betah di luar ngeliatin anak basket yang kayanya masih pada latihan, dan situasi ini juga berlaku hampir di semua kelas. Sang guru yang sudah memaklumi keadaan ini ( karena ini bukan kejadian untuk yang pertama kali ) langsung memulai pelajarannya.

Pelajaran sudah berlangsung 30 menit, masih sisa waktu 1 jam lagi sampai bel pulang berbunyi. Tapi sudah sebagian murid menguap ( biasalah anak smu ). Nishiki sendiri sudah lumayan bosan dan tanpa sadar dia tertidur.

“ Nishiki? Jangan tertidur di kelas, ayo bangun! “ guru biologi yang bernama pak Iwan itu segera membangunkan Nishiki.

“ ah..maaf pak saya ketiduran “ ucap Nishiki sambil mengusap matanya

“ cuci muka sana “ pak Iwan menyuruh Nishiki untuk mencuci muka, dan cowok itu dengan cepat keluar kelas pergi menuju kamar mandi.

Di kamar mandi Nishiki membuka keran air dan membasuh wajahnya dengan air. Tanpa sadar dia jadi keasikan cuci muka dan malah main air ( kalo perlu di lama-lamain sampe bel pulang -.- ). Tapi akhirnya bosan juga dia dan memutuskan untuk mengelap wajahnya dengan sapu tangan, memang hari itu dia lagi apes, sapu tangannya ketinggalan di meja. Ketika Nishiki memutuskan untuk menggunakan bajunya untuk melap wajahnya yang basah kuyup sama air, saat itu ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan kepadanya.

“ maka-“ Nishiki gak bisa ngelanjutin omongannya ketika melihat siapa yang ada di depannya. Cowok yang berdiri di depannya adalah radith, seniornya.

“ ngapain bengong? Buruan lap” ucap cowok itu datar dan kayaknya agak risih di liatin sama Nishiki.

“ ah iya makasih “ Nishiki buru-buru mengelap wajahnya dan Radith juga ikut cuci muka di sebelahnya, saat itu Nishiki melihat ada yang keluar dari balik kerah bajunya radith. Seuntai bandul kalung berlambang huruf ‘R’ terlihat dan bentuk dari bandul kalung itu persis seperti milik Nishiki.

“ apa liat-liat? “ suara dingin Radith membuat Nishiki kaget

“ ah gak…radith..itu kalungnya beli dimana? “ Tanya Nishiki secara spontan

“ gue gak beli tapi bikin “ sahut radith dengan nada suara yang sok, bikin si Nishiki jengkel dan ngerasa mau ngebejek itu cowok.

“ ngomongnya biasa aja donk! “ protes Nishiki kesal

Saat itu radith melihat kalung yang juga di pakai Nishiki, kalung yang di pakai Nishiki memiliki ikatan berwarna hitam dan memiliki bandul dengan huruf ‘N’ yang di ukir dengan model yang sama dengan miliknya ( dengan model cloister black ) yang sepertinya terbuat dari silver. Nishiki merasa kalau Radith sedang memperhatikannya, dia melihat cowok itu. Sesaat terlihat kalau seniornya itu seperti melamun.

“ apa liat-liat? “ Nishiki membalas radith dengan jutek

“ ..buruan balikin sapu tangan gue” ucap radith sedikit kaget, dan dia buru-buru mengambil kembali sapu tangan miliknya. Begitu melangkah sampai di depan pintu kamar mandi radith berkata “ hey, panggil gue tuan radith “ habis itu radith pergi dengan cuek meninggalkan Nishiki yang udah mencak-mencak di dalam hati. Apa-apaan dia sok banget! Seenaknya nyuruh gue manggil dia tuan emangnya gue babu dia apa! .

Besoknya pagi-pagi sekali sekolah Nishiki sudah ramai, dalam hatinya berpikir pasti gak jauh-jauh dari Radith, dilihat dari banyaknya cewek yang berkerumun kayak semut di lapangan. Dengan cuek Nishiki memasuki kelasnya, begitu sampai di bangku dia melempar tasnya ke bangku tepat sasaran dan segera duduk dengan malasnya.

“ napa lo ki? Pagi-pagi tampang lo jutek banget “ sindir Andika yang gak biasanya liat tampang Nishiki lecek kayak baju belom di setrika.

“ semaleman gak bisa tidur gw gara-gara apalin rumus fisika “ aku Nishiki sambil merebahkan kepalanya di atas meja. Semalam dia emang susah tidur karena gak nyangka rumus yang harus di apalin bakal sebanyak itu. Dia baru bisa tidur jam 3 pagi jelas aja kepalanya masih merasa berat karena jam 6 pagi dia sudah harus bangun.

“ widih ternyata sang jenius bisa pusing juga! “ kali ini Andika kembali menyidir takjub, gak nyangka temannya yang terbilang berotak encer bisa juga mengatakan ‘stress’.

“ berisik lo ka! “ sahut Nishiki sambil mencari posisi yang enak untuk kepalanya “ emangnya lo gak belajar? “ Tanya Nishiki heran ngeliat ni anak sumringah banget, padahal kan pelajaran pertama ini mereka bakal ulangan fisika.

“ hihihihih buat apa gue belajar kalo di sebelah gue ada seorang yang jenius? Harus di manfaatin kan!” jawab Andika sambil nyengir ala monyet yang nyaris kena sambit tas oleh Nishiki tapi gak jadi dia terlalu males angkat tasnya yang berat, akhirnya dia hanya bisa mendesah pasrah.

10 menit tiduran akhirnya Nishiki bosan, dia tetap gak bisa melawan rasa kantuknya, dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.

“ eh gw cuci muka dulu deh, bahaya tar kalo gw ketiduran pas ulangan “ dia pun pergi keluar kelas.

Dengan malas-malasan Nishiki mencuci mukanya, karena emang masih ngantuk banget dia gak nyadar kalau saat itu ada sebuah benda yang bergelantung di keran air. Aduh kok masih ngantuk sih. Pikir Nishiki heran padahal dia udah basahin mukanya sebanyak sepuluh kali. Nishiki memutuskan untuk bahasin lehernya juga, karena takut airnya mengenai kalung miliknya, Nishiki melepasnya dan menggantungnya di keran air juga. Nah ini baru segerrrr. Tapi kenikmatan Nishiki terganggu oleh seseorang yang masuk kedalam kamar mandi dengan tergesa-gesa. Ternyata yang masuk adalah Radith. Malas ketemu lagi sama cowok ini, Nishiki buru-buru mengelap wajahnya ( kali ini dia gak lupa bawa sapu tangan ) dan segera mengambil kalung miliknya, tanpa menyadari kalau dia salah ambil kalung.

Begitu Nishiki keluar, Radith segera mengambil kalungnya yang tertinggal tadi, tapi tentu saja yang di lihatnya bukan kalung miliknya melainkan milik Nishiki karena tadi Nishiki salah ambil. Tak ada pilihan lain Radith memutuskan untuk mendatangi kelas cowok itu.

“ masih ngantuk lo ki? “ Tanya Andika ketika melihat Nishiki masih malas-malasan. Dan saat itu terdengar jerit tertahan dari beberapa orang cewek di kelas mereka, ternyata Radith datang kekelas. Tanpa mempedulikan jeritan cewek-cewek itu, radith berjalan menuju bangku Andika dan Nishiki yang letaknya berada di pojok belakang. Andika menyenggol siku Nishiki sambil berkata “ oi ada si radith tuh menuju kemari “ dengan suara setengah berbisik. Nishiki yang gak begitu denger Cuma bisa merespon ‘hah?’ dan memalingkan wajahnya kearah Andika. Namun pandangan Nishiki beralih kearah sosok pemuda yang sedang berdiri di depannya, Radith.

“ buka “ kata radith datar tanpa ekspresi kepada Nishiki sambil menunjuk baju Nishiki ( sebenernya sih dia nunjuk kearah kalung yang di pakai Nishiki di balik kerah bajunya, karena gak keliatan jadinya kayak nunjuk bajunya Nishiki ).

Tanpa di komando anak cewek yang denger ucapan radith barusan langsung teriak gak percaya, bikin Andika shock dan bikin Nishiki secara reflek nutupin kerah bajunya dengan tampang udah ngeblush.

Radith yang sadar adanya kesalah pahaman dengan tanggapan ucapannya tadi langsung nepuk jidatnya sendiri dan kembali meralat kata-katanya.

“ heh, maksudnya bukan baju lo! Tapi kalung lo, buka! “

Tanpa di duga Nishiki malah semakin mempererat memegang kerah bajunya, dan sikapnya ini bikin Radith frustasi.

“ kalung kita ketuker! “ kata Radith yang akhirnya bisa mengclear situasi aneh tersebut. Nishiki yang gak percaya dengan omongan Radith langsung meraba-raba kalung yang dia pakai dan mengeluarkannya dari balik bajunya tersebut. Begitu di lihat ternyata benar itu bukan kalung miliknya karena bandul kalung tersebut berhuruf ‘R’.

“ buruan lepas “ pinta radith sedikit memaksa, dan dengan sedikit menggerutu Nishiki melepas kalung milik radith dan mengembalikannya kepada yang punya. Radith pun memberikan kalung milik Nishiki yang memang sengaja dia bawa.

“ makanya jangan ambil punya orang sembarangan “ kata Radith sok nasehatin

“ maaf “ hanya itu ucapan yang terlontar dari mulut Nishiki, dan dapat di lihat si Radith tersenyum sekilas. “ baka “ kata cowok itu sambil melenggang pergi dengan santai.

“ eh!? Apa lo bilang?! Sini lo! Lagian salah siapa hah!? Siapa suruh elo lupa ngambil arghhh!!! “ teriak Nishiki stress beneran. Dia heran kenapa bisa-bisanya dia yang minta maaf, lagian salah siapa coba naro kalung di geletakin gitu aja!

“ tenang ki! Duduk, gurunya udah dateng tuh! “ kata Andika mencoba untuk menjinakkan teman sebangkunya itu. Karena guru fisika mereka yang terkenal angker udah masuk kelas dan sempat melempar death glare kearah Nishiki dan Andika.

“ anak-anak hari ini kita ulangan, jangan ada yang nyontek dan gak ada susulan dan jangan berisik “ kata guru itu sambil membagi-bagikan soal keseluruh kelas.

“ huwaaaa gila susah banget sih! “ gerutu Andika stress yang emang dalam soal itung-itungan rumus dia lemah banget “ malah di awasin mulu! Uh” keluhnya lagi karena emang tadi dia susah banget nyontek. Dilihatnya Nishiki yang malah melamun sambil memangku tangan.

“ dasar jenius pagi-pagi masih ngelamun aja lo! “ ucap andika ngedumel gak jelas

“ gw gak ngelamun “ bela Nishiki tanpa melihat kearah Andika dan masih menerawang dengan tatapan kosong.

“ bohong lo! Kalo gak ngelamun coba tadi gw ngomong apa? “ tantang Andika yang merasa dirinya benar

“ huwaaaa gila susah banget sih! Malah di awasin mulu! Uh “ Nishiki mengikuti ucapan yang di katakana Andika tadi “ benerkan lo tadi bilang gitu “ dengan santainya Nishiki bangun dari duduknya dan pergi keluar.

“ woi mau kemana lo!? “ Tanya Andika heran

“ abis ini pelajaran kesenian kan, gw mau cabut males “ Nishiki pun pergi keluar kelas sebelum guru kesenian datang dan ngebiarin Andika bengong dengan tampang blo’on. Tumben-tumbenan tuh anak cabut pelajaran pikir Andika penasaran.

Pelajaran kesenian dan bunyi bel istirahat sudah berbunyi. Nishiki yang dari tadi diem di kantin memutuskan untuk kembali ke kelas. Begitu masuk kelas dia sudah di serbu oleh murid-murid cewek di kelasnya.

“ WAA!? Apa-apaan ini?!” protes Nishiki shock

“ Nishiki liat donk! “ kata seorang cewek berambut kepang yang berada di paling depan

“ iya kita mau liat kalung yang mirip kaya punya nya kak Radith!” salah seorang gadis berambut pendek udah narik lengan baju Nishiki

“ Andika, helep!!! “ teriak Nishiki mencari bantuan

“ ih, kita kan Cuma mau liat aja! “

“ woi, woi! Minggir!! “ ucap Andika garang membubarkan cewek-cewek yang berkerumun di depan pintu kelas itu dan menarik Nishiki ke tempat duduk. Tapi tentu saja cewek-cewek itu gak menyerah, mereka kini berkumpul di tempat duduk Nishiki dan Andika.

“ Nishiki kalung itu beli dimana? “ Tanya salah satu cewek dengan muka nepsong

“ iya beli dimana? Kita kan juga mau punya kalung dengan model yang sama seperti Radith!” cewek-cewek itu terus-menerus mendesak Nishiki dengan pertanyaan yang sama.

“ denger ya, gw belinya udah lama dan lagian jujur gw gak mau ada orang lain yang punya kalung yang sama kaya gw “ jawab Nishiki cuek kepada cewek-cewek itu. Tentu saja dia gak mau kalungnya di samain tapi kenapa harus sama dengan Radith!

“ udah dong kalian jangan gangguin temen gue! Tanyain aja gih sama Radith! “ Andika berusaha menyuruh gadis-gadis itu menyingkir dari bangkunya yang udah mulai bikin dia sesak.

“ JAHAT! Nishiki pelit!!!! “ koor cewek-cewek itu bersamaan dan akhirnya menyerah karena Nishiki tetap gak mau memberitahukannya kepada mereka.

“ ki…kayaknya entar pulang lo harus ati-ati deh, gw yakin cewek-cewek itu masih belom nyerah “ kata Andika memberi saran, karena dia punya feeling ga enak. Cewek-cewek di sekolah mereka bisa menjadi sangat antusias dengan hal-hal yang berhubungan dengan Radith.

Akhirnya bel sekolah berbunyi juga tanda berakhirnya hari itu di sekolah, sejujurnya Nishiki pengen banget buruan balik, dia males kalau nanti dia harus menghadapi cewek-cewek itu. Kenapa sih dia yang jadi korban dan kenapa juga secara kebetulan kalung mereka bisa sama gitu modelnya.

“ ki ayo buruan balik! “ Andika mengajak Nishiki pulang dengan terburu-buru

“ tar aja gw mao balikin ini buku ke lab komputer di atas “ sahut Nishiki

“ udah deh besok pagi-pagi aja lo balikin! “ Andika mencoba untuk membujuk temannya itu, tapi tetap saja gak bisa. Nishiki kalau udah niat emang susah.

“ terserah elo deh….kalo gitu gue balik dulu ya! Dan..ati-ati lo tar! “ akhirnya Andika menyerah juga. Dia sempat memperingati Nishiki agar hati-hati sebelum akhirnya dia pulang duluan.

Nishiki dengan langkah cepat segera pergi ke lantai 3 menuju ruangan lab komputer untuk mengembalikan buku yang dia pinjam dari pak Romy, guru komputer yang terkental nyentrik. Tapi di dalam ruangan gak ada siapa-siapa. Dasar ceroboh banget gak ada orang tapi ruangan lab gak di kunci. Nishiki akhirnya meletakkan buku-buku itu di atas meja pak Romy.

Baru saja Nishiki hendak keluar dari ruangan lab, tiba-tiba saja dia mendengar ada suara anak cewek yang sepertinya dari arah tangga ( ruangan lab itu di sebelah tangga naik ) yang kayaknya lagi nyari dirinya. Kontan Nishiki berpikir jangan-jangan cewek itu nyariin dia mau nanyain soal kalung. Arghh males dah gw…..semoga mereka gak tau gw di dalam sini. Nishiki komat-kamit berharap agar cewek-cewek itu gak tau dia lagi di dalam ruangan lab komputer.

Dan untunglah cewek-cewek itu gak memeriksa lab komputer. Nishiki mengintip sedikit dari balik pintu, begitu dirasa mereka berjalan sudah agak jauh, Nishiki menyelinap keluar dan buru-buru turun dari tangga. Fiuh..selamet selamet pikir Nishiki saat itu, tapi ternyata di bawah dia menemukan anak cewek lainnya yang memang sepertinya sengaja menunggu di bawah. Shit! Umpat Nishiki dalam hati, dengan nekad dia berlari menuju lorong yang tentu saja terlihat oleh gerombolan cewek itu. Nishiki semakin mempercepat larinya untuk keluar gedung ketika merasa gadis-gadis itu mengejarnya.

Hampir saja dia terselamatkan namun di gerbang juga ada 3 orang cewek, dia memutuskan untuk berlari ke lorong lainnya. Ahh sial banget sih Cuma gara-gara kalung aja.

Gak ada pilihan lain dia berlari kearah kantin belakang sekolah. Dead end, jalan buntu. Nishiki panik ketika dia mendengar suara langkah cewek-cewek itu semakin mendekat.

Di tengah kebingungannya ada seseorang yang menariknya masuk kedalam rumah pemilik kantin.

“ apaan sih! Nga…getin aja..? “ Nishiki bengong ketika melihat radith ‘ sosok yang menyusahkan baginya’ yang membawanya masuk kedalam rumah.

“ bu rima maaf ya kami bersembunyi disini sebentar “ ucap radtih santai kepada pemilik kantin tersebut.

“ ah iya tidak apa-apa “ sahut bu rima ramah sambil tersenyum dan pergi ke belakang.

……………………………….

Sunyi sesaat dan saat itu terdengar seruan anak-anak cewek yang berputar di sekitar kantin, tampak mereka kecewa tidak berhasil menemukan Nishiki.

“….terimakasih “ kata Nishiki setengah ragu

“ gw gak niat buat nolongin elo kok “ jawab radith yang sukses bikin Nishiki nyesel udah bilang makasih, kalau saja dia gak ingat di luar ada cewek-cewek itu, dia pasti udah teriak di telinga cowok itu.

“ heh, jadi apa maksud lo bawa gw kemari hah!? “ Tanya Radith jengkel

“ gw mao ngomong sama lo “ kata Radith yang entah kenapa saat itu sikapnya rada aneh. Apa dia lagi grogi? Pikir Nishiki yang langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat karena gak mungkin seorang Radith bisa grogi.

“ gw mao bilang apapun yang terjadi jangan sampe lo kasih tau dimana elo beli kalung itu. Gw gak mao ada yang nyamain kalung gw “ sambungnya lagi yang kali ini terdengar seperti suatu perintah.

“ asal lo tau ya, tanpa lo bilang gini gw juga gak akan ngasih tau mereka. Karena gw juga gak mau ada yang nyamain kalung ini! “

“ oh….begitu ya. Emang seberapa berharganya kalung itu buat lo? “ Tanya Radith mengubah topik secara tiba-tiba.

“….kalung ini…sebenarnya kalung ini gw beli di toko accessories dan…..gw beli ini sebagai peruntungan buat hari masuk sekolah, dan kalung ini saat itu Cuma ada satu “ ucap Nishiki mulai bercerita dan Radith pun mendengarkan cerita cowok itu sambil duduk, terlihat wajahnya begitu serius.

“ kalau gitu biasa aja dong, gak ada yang istimewa “ sahut Radith dengan gaya sok tau

“ orang kaya lo gak bakal ngerti! Yang bikin kalung ini special buat gw karena……”

“ karena itu dari cewek lo kan “ sambung Radith lagi-lagi sok tau dan salah

“ ergh! Bukan! “ kata Nishiki yang membekap mulutnya sendiri karena hampir berteriak “ hhh…kalung ini di hari pertama masuk pernah jatuh mungkin kuncinya kendur. Pas ilang sih gw gak terlalu mikirin. Pas pulang sekolah gw nyari lagi kalung kaya gitu tapi katanya stok itu udah habis. Tapi aneh pas besok pagi-paginya gw liat kalung gw udah ada di atas meja gw dan sejak itu gw mikir mungkin ini takdir. Yah…pokoknya kalung ini berharga buat gw “ sesaat setelah Nishiki bercerita dia merasa kalau radith sempat tersenyum lega kepadanya, ah tapi itu mungkin Cuma perasaannya doang.

“ hmm jadi gitu…kalau kalung ini di buatkan oleh seorang teman dan sama dengan orang yang special buat gw. Jadi kau jangan berani-beraninya bilang ke mereka “

“ grrrr gw punya nama! Nishiki! “

“ ya ya Nishiki “

“ ah bisa gila gw sama lo disini! Mending gw keluar “ ucap Nishiki dan berjalan menuju pintu ketika pintu tersebut terbuka ‘BRAK’ dan terlihat segerombol cewek yang mungkin kira-kira ada belasan sudah berada di depan pintu.

Serempak cewek-cewek itu menyerbu Nishiki membuat cowok itu terjatuh karena di’serang’ mendadak.

“ apa-apaan sih kalian!? Minggir! “ ucap Nishiki setengah teriak menyuruh para cewek itu menyingkir, tapi tentu saja ucapannya itu tidak berhasil mengatasi cewek-cewek yang sedang menggila.

“ apa yang sedang kalian cari? “ Radith maju kedepan menghalangi Nishiki dari serbuan cewek-cewek itu.

‘KYAAAA~~~ Kak Radith so cool!!! ‘ jerit cewek-cewek itu secara bersamaan.

“ kudengar kalian mengejar-ngejar Nishiki ya? “

“ bukan begitu kak radith! Kami mengejarnya untuk menanyakan soal kalung kok! Kami masih menyukai kak radith kok! Yah meskipun nishiki emang cute…tapi kami setia sama kak radith! “ ucap salah satu gadis yang tampaknya menjadi juru bicara bagi yang lainnya.

“ dengarkan aku…kalung ini sangat berarti bagiku, kalian tentunya pasti punya sesuatu yang berharga kan? “ semua cewek di depan radith mengangguk secara serempak

“ nah….pastinya kalian gak ingin ada orang lain yang menyamai benda berharga milik kalian” tampaknya cewek-cewek itu dapat mengerti maksud radith, mereka mengangguk kembali.

“ ta-tapi! Bagaimana dengan Nishiki? Dia punya kalung yang sama dengan kak radith kan? “ protes seorang cewek yang kayaknya masih gak terima

“ kalian gak usah pikirin bagaimana aku dan Nishiki punya kalung yang sama, sekarang kalian pulang dan jangan Tanya-tanya lagi soal kalung ini..karena ini sangat privasi…kalian tentu bisa melakukannya kan? “ ucap radith sambil mengeluarkan senyum gentlenya yang bikin cewek-cewek itu lumer. Dan satu-persatu dari mereka mulai berjalan pulang meninggalkan Radith dan Nishiki.

Nishiki bengong melihat cewek-cewek itu begitu menuruti omongan radith, tapi entah kenapa melihat radith tersenyum dan bersikap ramah seperti itu membuatnya merasa sakit. Kenapa hanya dirinya yang mendapat perlakuan kasar dan sok taunya radith. Sesaat Nishiki melamun. “ mau sampai kapan kamu duduk disitu terus? “ suara radith menyadarkannya kealam nyata dan Nishiki sudah melihat radith berdiri dengan gaya yang menyebalkan ‘menurutnya’. “ bukan urusan lo! “ jawab Nishiki sambil berdiri dan menyingkirkan debu-debu dari bajunya. Nishiki meraih tasnya yang tergeletak di bawah dan tanpa mengucapkan apa-apa lagi dia pergi begitu saja.

Malamnya di kediaman rumah Nishiki

“ APA!? KAMU MAU AKU ANTERIN BENDA PINK MENJIJIKAN INI KE RADITH!?” teriakan Nishiki memecah keheningan malam saat itu

“ Kak nishi jangan teriak-teriak ne! “ omel seorang gadis berambut panjang sebahu kepada Nishiki. Gadis ini bernama Sisil saudara sepupu Nishiki, dia tinggal di rumah Nishiki karena sekolahnya dekat dari rumah Nishiki dan untuk menghemat orang tua sisil menitipkan gadis ini kepada orang tua Nishiki.

“ uff..tapi masa harus aku sih yang anter ini barang?” Tanya Nishiki masih gak percaya

“ ayolah kak, kalian kan satu sekolahan! Lagipula aku sudah berjanji akan membantunya kan tak enak kalau harus di kembalikan lagi “ sahut sisil sambil menyodorkan kado berbentuk persegi panjang yang di bungkus dengan kertas kado pink.

“ aduh….aku gak yakin dia mau nerima kado ini, lebih baik di kembalikan saja “ Nishiki masih berharap kalau sisil menyerah

“ tadinya aku sudah bilang pada temanku itu tapi dia memaksa, yah mau gimana lagi? Ayolah kak nishi, bantulah adikmu yang manis ini” Sisil memakai jurus puppy-eyes no jutsu yang akhirnya bikin Nishiki luluh dan mengalah.

“ huh….iya deh, tapi aku gak janji ya dia bakal nerima ini kado atau engga “ yes…jurus puppy eyes memang selalu berhasil!.

Nishiki membawa kado yang katanya adalah ‘benda pink menjijikan’ itu ke kamar sambil berpikir, apa mungkin seorang radith mau menerima kado dari orang yang gak di kenalnya. Lagipula orang seperti radith pasti gak segan-segan untuk membuang kado yang dia gak suka.

Paginya seperti biasa Nishiki pergi kesekolah, dan pagi itu Sisil sudah berangkat duluan.

Hhhh merepotkan saja…masa gw kesekolah bawa-bawa kado…kalau keliatan anak-anak lainnya gimana coba…keluh Nishiki dalam hati sambil berjalan ke gerbang sekolah. Kado yang besarnya pas sebesar tasnya itu akhirnya dia masukkan kedalam tas demi keamanan.

“ yo iki! Pagi “ sapa Andika sambil menepuk pundak cowok itu

“ pagi-pagi jangan bikin jantungan!”

“ yeee, siapa suruh elo bengong!” Andika kemudian memperhatikan tas Nishiki yang terlihat lebih besar dari biasanya. “ tas lo gede aja? Isinya apaan tuh? “

“ isinya gak penting! “ jawab Nishiki bete, teringat kalau dia harus ngasih kado itu ke radith. Cih..bisa-bisanya dia melakukan hal nista seperti ini, kalau bukan karena sisil dia gak bakal mau deh.

Keduanya pun masuk kedalam, dan saat itu gak seperti biasanya, anak basket gak terlihat di lapangan.

“ lho? Ka anak basket pada kemana? Tumben “ Tanya Nishiki sedikit heran

“ gak tau, lagi pada break kali. Kan dikit lagi tandingan “ jawab Andika sekenanya. Nishiki hanya bisa merespon ‘oh..pantes’ dan kemudian masuk kedalam kelas bersama Andika.

Didalam kelas Nishiki kembali melamun, memikirkan strategi tepat untuk ngasih itu kado ke radith. Hmmm enaknya langsung kasih gitu aja atau gimana ya? Apa gw titip aja ke temen sekelasnya atau anak basket? Atau gw ke kelasnya diem-diem dan naro di mejanya? Tapi tempat duduknya aja gw gak tau masa gw geletakin sembarangan? Kayaknya gw ga ada pilihan lain deh selain ngasih ke manusianya langsung. Kira –kira begitulah isi pikirian Nishiki.

Selama pelajaran pertama semua murid dengan serius mendengarkan guru mereka, soalnya kalo gak bisa di lempar kapur tulis, itu guru emang terkenal hobby lempar alat-alat tulis kepada muridnya yang molor ato ngobrol di kelas. Yah selagi dia gak lempar papan tulis aja sih.

Pelajaran kedua suasana kelas adem ayem, pelajaran bahasa sih. Anak-anak saat itu Cuma di suruh menulis sebuah percakapan singkat. Pelajaran kedua berlangsung hikmat dan sejahtera ( apa coba ).

Dan inilah yang di tunggu-tunggu ‘Teng-Teng-teng’ bel istirahat!

Begitu mendengar bel istirahat Nishiki buru-buru bangkit dari duduknya dan membawa tas, Andika yang heran dengan sikap Nishiki langsung bertanya “ oi mau kemana lu? “

“ mau keluar ! “ sahut Nishiki singkat, cepat, gak jelas dan gak padat dan buru-buru keluar kelas tanpa mempedulikan Andika yang kayaknya masih mau bertanya.

Nishiki bergegas kelantai 3 kelas para seniornya, dengan langkah ragu dia berjalan. Aduh kenapa gw jadi deg-degan batin Nishiki heran. Akhirnya dia sampai di kelas Nishiki yang terletak di paling pojok kiri, tapi di lihatnya di dalam kelas itu ada seorang cewek yang sedang berbicara dengan Radith, sepertinya cewek itu murid ajaran tahun pertama juga. Nishiki memutuskan untuk bersembunyi di balik tembok agar gak terlihat oleh kedua mahkluk itu. Apa yang sedang mereka bicarakan ya? Gadis itu lumayan cantik, jangan-jangan cewek itu lagi nembak Radith? Kira-kira apa ya jawaban Radith…….

Nishiki bertanya-tanya sendiri dalam hati tanpa sadar dia mencengkram erat tas yang berada di pelukannya.

“ maaf ya saya gak bisa menerima perasaanmu “ terdengar Radith sepertinya menolak gadis itu

“ be..begitu ya kak radith….apa…apa aku masih punya kesempatan? “ Tanya cewek itu penuh harap

“ kita berteman saja ya… kamu masih muda dan cantik…masih banyak kesempatan untuk kamu buat dapatin cowok yang lebih baik dari saya “ Sepertinya Radith memang gak berminat sama cewek itu, dan gadis itu tampak tersipu malu

“ ba..baiklah kak radith…aku mengerti tapi…aku tetap suka sama kak radith “ ucap gadis itu sambil tersenyum dan kemudian dia berlari keluar kelas, Nishiki yang berada di depan kelas Cuma melongo melihat cewek itu keluar dengan bersemangat. Dasar cewek aneh…di tolak kok malah bersemangat gitu? Hmm..mungkin benar kalau cewek itu akan lebih bersemangat sama cowok yang susah di dapatin? Batin Nishiki gak habis pikir.

“ sedang apa kamu di luar? “ suara radith terdengar begitu jelas yang ternyata cowok itu sudah berdiri di depan pintu kelas dan kini sedang menatapnya heran.

“ ah….cewek itu gak apa-apa? “ Tanya Nishiki sedikit khawatir dengan cewek tadi, bisa aja kan tar dia bunuh diri.

“ hhh gak apa-apa, dia udah sering nembak dan hari ini yang ke 10 kali “ jawab Radith santai yang bikin Nishiki gak percaya. Dasar populer.

“ terus? Kedatangan kamu Cuma mau nanyain cewek itu aja? “ sarcasticnya radith keluar

“ argh! Kenapa sih lo nyebelin banget!? Kenapa……” Nishiki gak melanjutkan kata-katanya yang menggantung ’kenapa lo selalu bersikap dingin sama gw’ sambung Nishiki dalam hati. Dia terdiam dan berpikir, kayaknya emang sejak awal radith memang gak pernah bersikap ramah pada dirinya…hanya saja kenapa radith selalu ramah sama orang-orang di sekitarnya….apa jangan-jangan Radith benci sama dia? Tapi kayaknya dia gak pernah berbuat salah…atau dia kesal gara-gara kalungnya di samain?

“ mau sampai kapan kamu diam berdiri disana? “ ucapan Radith membuyarkan semua pikiran Nishiki tadi, dia agak tersentak kaget

“ eh..oh iya” ucap Nishiki sedikit gelagapan, lalu dia mengeluarkan kado titipan temennya sisil dari dalam tasnya. Dengan tidak berperasaan Nishiki menyodorkan kado itu ke pelukan Radith. Cowok itu sempat terbengong menatap kado yang ada di genggamannya sekarang. Hah? Kenapa dia kok bengong gitu? Ini bukan pertama kalinya dia dapet kado dari orang kan? Pikir Nishiki bingung melihat sikap Radith yang aneh, sepertinya cowok itu sedang bingung harus bersikap bagaimana. Tu..tunggu dulu..si Radith ga mikir itu kado dari gw kan?.

“ err….itu kado titipan dari temennya adek sepupu gw “ ucap Nishiki agak canggung.

“ hmm….ada surat “ radith membaca isi surat yang di ikat pita di depan kado itu. Tiba-tiba radith menyeringai dan berkata “ apa kamu tahu kapan ulang tahunku? “. Nishiki memiringkan kepalanya heran, berpikir apa maksud dari pertanyaan radith. Tapi ya sudah lah lebih baik dia jawab. “ 7 juli “ jawab Nishiki singkat. “ Tepat “ ucap radith sambil tersenyum puas, kemudian dia mengembalikan kado tersebut kepada Nishiki.

“ eh? Ke-kenapa? “

“ sebenernya gw bukan tipe orang yang pemilih dalam berteman tapi…..alasan gw balikin itu kado karena kado itu elo yang bawa “ jawab radith yang membuat Nishiki shock, ternyata benar kalau radith emang membencinya.

“ argh! Terus gw harus gimana? Ade gw bisa marah….hey radith!! “ yah apa boleh buat radith menolak kado itu, memaksapun juga tidak enak. Karena bel masuk sudah berbunyi Nishiki pun terpaksa kembali ke kelasnya.

“ weks! Ki kado dari mana tuh? Gw kira lo balik! “ celetuk Andika ceria tapi pertanyaannya gak di gubris sama sekali oleh Nishiki. Dia langsung duduk di bangkunya dan menggeletakkan kado itu begitu saja di atas meja.

“ ki? Lo sakit ato kenapa? “ kali ini Andika bertanya cemas melihat wajah murung temannya

“ kagak….” Jawab cowok itu pelan, dan dengan malas kado besar itu dia masukkan lagi di dalam tasnya. Andika yang sepertinya tahu kalau temannya itu sedang bad mood memutuskan untuk gak bertanya apa-apa lagi. Saar itu di dalam pikiran Nishiki banyak sekali pertanyaan yang dia gak mengerti, kenapa rasanya sakit ketika kado itu di kembalikan? Kenapa dia seperti merasa kalau kado itu dari dirinya sendiri…dan kenapa dia gak pernah dapat perlakuan yang ramah dari radith? Dan kenapa juga dia sampe memikirkan hal-hal seperti itu!! Setiap memikirkan hal-hal itu kepalanya jadi sakit sekali.

“ ka….gw balik deh….ijinin ya sama gurunya tar “ ucap Nishiki sambil berdiri pelan dari bangkunya dan menyeret tas miliknya

“ lo beneran sakit? Iya deh entar gw ijinin….baliknya ati-ati loh, udah mendung “ Andika udah nasehatin Nishiki kaya seorang ibu mau melepas kepergian anak TK nya

“ iya iya tau, gw bukan anak kecil kale! “ jawab Nishiki setengah bergurau dan kemudian keluar kelas.

Didepan Nishiki melihat radith sedang berjalan bersama dua orang teman cowoknya, ketiganya terlihat berbincang-bincang dan sikap radith terlihat begitu ramah, membuat Nishiki semakin sakit saja.

Nishiki memutuskan untuk tidak melihat cowok itu lagi, dia pun berjalan keluar sekolah ketika akhirnya di depan pintu dia bertemu dengan Anne. Tampak gadis itu terkejut melihat Nishiki.

“ Nishiki? “ inilah untuk pertama kalinya Anne menyebut namanya setelah mereka putus

“ kamu pucat sekali nishiki, kamu sakit? “ kali ini Anne bertanya dengan nada cemas.

“ ah..ahaha..aku Cuma sedikit gak enak badan “ sahut Nishiki tertawa canggung kepada Anne. Biar bagaimanapun mereka kan sudah putus. Nishiki pun berbincang-bincang sebentar dengan Anne tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan, orang itu tak lain adalah radith.

“ kamu benar tidak apa-apa? “

“ iya, gak apa-apa…makasih..aku pulang dulu “ucap Nishiki sambil melempar senyum ramah kepada Anne.

Dari kejauhan tampak Radith yang masih memperhatikan tanpa sadar meremas kertas yang dia pegang.

“ oi, oi radith! Kertasnya kenapa lo bejek gitu? “ Tanya temannya dengan nada heran, radith yang baru meyadari sikapnya itu langsung dengan cepat berusaha mengembalikan bentuk kertas yang dia remas tadi. Tapi ada daya kertas itu sudah terlanjur lecek dan udah gak berbentuk lagi. Terpaksa radith harus mengambil kertas- kertas itu lagi.

“ ah sory…gw ambil yang baru deh “ ucap radith meminta maaf dan kembali ke atas.

Sesampainya di rumah Nishiki segera menggeletakkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu dengan nyamannya. Gak berapa lama dia tertidur.

1 jam kemudian

“ kak Nishi? Hey…kak jangan tiduran di sofa..kakak bangun ada tamu “ gadis yang baru masuk itu adalah sisil , dia berusaha membangunkan Nishiki dan mencoba untuk menariknya bangun dari sofa.

“ ergh….apa sih..jangan ganggu aku “ gumam cowok itu sambil tetap memejamkan matanya.

“ kakak! Ayo bangun~~~ “ suara rengek sisil terdengar membuat Nishiki gak bisa kembali tidur, dengan ogah-ogahan dia bangun dari sofa. Dan saat dia berdiri Nishiki merasakan kepalanya sangat berat dan dadanya terasa begitu sesak.

“ kak? Kenapa? “ Tanya sisil heran melihat ‘kakak’nya berdiri mematung

“ gak…ya udahlah aku pindah ke kamar, dan….jangan ngacak-ngacak ya “ kata Nishiki setengah bercanda yang di balas dengan wajah cemberut adiknya, setelah itu dia beranjak pergi ke kamarnya.

1 komentar: